Bocoran BBM Baru Pertamina yang Akan Diluncurkan pada 17 Agustus 2024
Pemerintah akan meluncurkan jenis BBM baru pada 17 Agustus 2024. Lantas, seperti apa produk BBM baru Pertamina? Ini bocorannya. Halaman all
(Kompas.com) 13/07/24 09:00 10615009
KOMPAS.com - Pemerintah berencana meluncurkan jenis bahan bakar minyak (BBM) baru pada Sabtu (17/8/2024).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengklaim, kandungan sulfur pada jenis BBM baru tersebut lebih rendah.
Selain itu, BBM baru Pertamina yang akan diluncurkan pada bulan depan juga disebut lebih ramah lingkungan.
“Sekarang udara kita banyak emisi, jadi gimana kita bisa kurangi supaya hidup sehat, jadi alternatifnya pakai BBM rendah sulfur,” kata Arifin dikutip dari Kompas.com, Jumat (12/7/2024).
Berikut bocoran jenis BBM baru Pertamina yang akan diluncurkan pada Agustus 2024.
Bocoran BBM baru Pertamina
Arifin belum mengungkap nama untuk jenis BBM baru yang akan dihadirkan pada Agustus 2024.
Namun, ia menyampaikan, pemerintah sedang mencari bahan bakar nabati (BBN) sebagai campuran BBM yang dapat menekan kandungan sulfur.
Adapun kandungan sulfur pada BBM yang saat ini beredar sebanyak 500 ppm. Pemerintah menargetkan kandungan sulfur bisa dikurangi hingga di bawah 50 ppm.
“Tapi menuju itu ada ongkosnya dan kilang kita belum kelar di Balikpapan,” jelas Arifin.
Terpisah, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono menegaskan, jenis BBM baru yang akan dihadirkan adalah produk non-solar milik Pertamina.
Namun, pemerintah akan melakukan uji coba perkenalan terhadap jenis BBM baru yang diluncurkan bulan depan.
Uji coba bakal dilakukan secara bertahap di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina.
"Kalau rendah sulfur itu akan mulai, tapi sebagai pilot, 17 (Agustus) itu adalah semacam kick off-nya mau mulai di sana," jelas Agus.
"Masih mulai di beberapa SPBU. Enggak tahu namanya nanti, kayaknya yang Dex juga, yang non-subsidi." kata Agus.
Pemerintah dorong pengembangan Bioetanol
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengatakan, pemerintah mendorong penggunaan Bioetanol sebagai bahan bakar pengganti BBM berbasis fosil.
Hal tersebut dikatakan Luhut melalui akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan padaRabu (10/7/2024).
Bioetanol yang dimaksud Luhut adalah bahan bakar yang berasal dari proses fermentasi bahan-bahan organik, terkhusus tumbuhan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi.
Bahan tersebut merupakan opsi BBM ramah lingkungan karena kandungan sulfurnya hanya 50 ppm, lebih sedikit dari bensin yang mencapai 500 ppm.
Menurut Luhut, tingginya kandungan sulfur dapat memengaruhi kesehatan manusia dan kualitas udara.
Ia juga meyakini, pengembangan Bioetanol dapat mengurangi jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain itu, anggaran negara untuk penyakit pernapasan juga dapat dihemat sebanyak Rp 38 triliun.
Terakhir kali, Pertamina meluncurkan BBM baru pada Juli 2023, yaitu Pertamax Green 95 yang diklaim ramah lingkungan dengan kadar oktan 95.
Pertamax Green 95 adalah campuran Pertamax dan Bioetanol sebanyak lima persen.
#bbm-baru-pertamina #bioetanol #pemerintah-luncurkan-bbm-baru-17-agustus-2024 #bocoran-bbm-baru-yang-diluncurkan-17-agustus-2024 #jenis-bbm-baru-ramah-lingkungan #jenis-bbm-baru