Patahkan Stigma ‘High Risk High Return’ Cerita Leonard Hartono Panen Cuan

Patahkan Stigma ‘High Risk High Return’ Cerita Leonard Hartono Panen Cuan

Investasi dengan uang dingin dibutuhkan untuk mengurangi potensi kerugian investor di masa depan. Halaman all

(Kompas.com) 13/07/24 15:02 10643567

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri Spacestock.com yang dahulu bernama SewaKantorCBD Leonard Hartono membagikan cerita kesuksesannya menunggangi empat bull market.

Pria lulusan University of California Berkeley, AS ini mengatakan, invesasi harus dilakukan dengan uang dingin dengan visi jangka panjang. Investasi dengan uang dingin dibutuhkan untuk mengurangi potensi kerugian investor di masa depan.

“Kita enggak perlu masuk ke semuanya. Kita bisa memilih, kita hanya perlu masuk ke investasi yang kita yakin kita bisa menang,” kata Leonard di Menara Kompas, Sabtu (13/7/2024).

SHUTTERSTOCK/TZIDO SUN Ilustrasi investasi. Investasi Surat Berharga Negara (SBN). Jadwal penerbitan SBN 2024.

Dia mengatakan, ada investasi yang paling aman dan paling berisiko. Untuk instrumen investasi yang paling aman di setiap pilihan kelas aset, investor bisa menikmati investasinya jika bisa memperkirakan market bottom.

“Sebuah instrumen high risk does not equals to high return. Itu nonsense kalau yang bilang begitu. Ada yang low risk tapi high return, ada yang high risk tapi high return.Kita harus paham bedanya yang mana,” ujar dia.

Leonard menceritakan cara menunggangi empat instrumen yang berbeda, di aset kripto, saham-saham di Wall Street, saham di Indonesia, dan di properti.

“Ini formulanya akan sama di manapun, dan bakal sama untuk di kemudian hari. Marketcrash akan terjadi lagi, hanya tinggal bagaimana menggunakan formula ini,” ungkap dia.

Adapun beberapa cara Leonard dalam membangun investasi, yang pada akhirnya mendatangkan cuan adalah sebagai berikut.

1. Mempersiapkan "peluru"

Leonard mengatakan, hal pertama sebelum masuk ke investasi adalah mempersiapkan peluru untuk mengeksekusi sebuah kelas aset. Dalam berinvestasi, dia melakukan teknik menyeimbangkan portofolio yang ia miliki.

SHUTTERSTOCK/TECH_BG Ilustrasi investasi.

“Pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan peluru. Saya mem-balance portofolio agresif dan konservatif agar lebih aman,” jelas Leonard.

Leonard menegaskan, saat pasar sedang bermasalah dia juga akan mengurangi porsi investasinya dari agresif ke konservatif.

“Intinya kalau harganya naik, saya mulai pindahin ke instrumen yang lebih aman, seperti obligasi misalnya,” ungkapnya.

Dia bilang, saat pasar mengalami masalah, ada banyak orang yang menjadi kaya dan banyak juga yang mengalami kerugian besar.

Orang-orang yang jadi sangat kaya saat crash adalah orang yang memiliki uang. Saat itu, banyak instrumen seperti tanah, kripto dan saham sedang diskon.

“Tapi, kalau misalnya kita tidak tahu (punya cash), tapi enggak ngerti kondisi pasar, tentu itu adalah kesempatan yang terbuang,” ujar dia.

2. Identifikasi masalah di pasar

Dia bilang, menjadi investor harus memahami kondisi pasar, menidentifikasi dan membedakan apakah masalah harga atau masalah fundamental perusahaan.

“Apakah ini terjadi karena di bawah nilai intristik atau harga turun karena perusahaan bermasalah,” ujar dia.

Kalau misalnya perusahaan bermasalah, masuk akal jika harganya turun, karena harganya itu merefleksikan penurunan nilai intristik.

Akan tetapi, jika ketika pasar turun, lalu harga investasinya turun, itu hanyalah tren penurunan temporer dan masih ada potensi naik.

3. Logika

Dia mengatakan, cara memprediksi kondisi ke depan yang tidak pasti bisa dilakukan dengan sejarah yang sebelumnya.

Leonard bilang, selalu ada potensi bahwa kejadian-kejadian sebelumnya bisa berulang, namun dalam investasi pasti menggunakan formula yang sama.

“Dari kejadian-kejadian yang sebelumnya, logika itu tetap sama, hanya kejadiannya saja yang berbeda-beda. Ini hanya masalah waktu untuk tumbuh,” ungkap dia.

#investor #investasi #instrumen-investasi #saham

https://money.kompas.com/read/2024/07/13/150200426/patahkan-stigma-high-risk-high-return-cerita-leonard-hartono-panen-cuan