#30 tag 24jam
Rekomendasi Saham Unggulan & Arah IHSG Usai Terjun 2,91% pada Pekan Lalu
IHSG yang terjun cukup dalam dengan mengakumulasi penurunan 2,91% sepanjang pekan lalu, meski menguat 0,60% di hari perdagangan terakhir. [983] url asal
#ihsg #indeks-harga-saham-gabungan-ihsg #donald-trump #capital-outflow #rekomendasi-saham #rekomendasi-saham-hari-ini #oktavianus-audi #federal-funds-rate #berita-nasional #indonesia #pemerintah #keb
(Kontan - Investasi ) 10/11/24 16:17
v/17988523/
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 0,60% ke level 7.287,19 pada Jumat (8/11). Namun, penguatan tersebut belum bisa menyelamatkan IHSG yang terjun cukup dalam dengan mengakumulasi penurunan 2,91% sepanjang pekan lalu.
Dana dari investor asing masih mengalir ke luar (capital outflow) dengan posisi jual bersih (net sell) mencapai Rp 4,50 triliun di seluruh pasar. Sentimen eksternal dominan membayangi pasar saham, terutama datang dari Amerika Serikat (AS).
Mulai dari terpilihnya Donald Trump dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS hingga langkah lanjutan The Fed yang memangkas suku bunga acuan alias Federal Funds Rate (FFR).
Bank sentral AS tersebut menurunkan FFR sebanyak 25 basis points (bps) atau 0,25% ke level 4,5%-4,75% dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada 6-7 November 2024.
Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengamati pemangkasan FFR pada FOMC November 2024 sudah sesuai ekspektasi pelaku pasar. Situasi ini cenderung menjadi sentimen positif untuk pasar saham, dan berpotensi ikut mendorong arus masuk dana dari investor asing (capital inflow).
Audi bahkan menaksir The Fed berpotensi kembali memangkas FFR sebanyak 25 bps-50 bps pada pertemuan akhir tahun 2024. Hanya saja, perlu dicermati lebih lanjut dinamika ekonomi dan geopolitik pasca kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS.
"Jika ketidakpastian ekonomi global meningkat pasca Pilpres AS, bisa saja berpotensi membuat FFR tertahan pada level tinggi untuk waktu yang lebih panjang dari perkiraan pasar sebelumnya," kata Audi kepada Kontan.co.id, Minggu (10/11).
Tak cuma dari faktor eksternal, Audi turut melihat gerak melandai IHSG pada bulan November dipengaruhi oleh respons pelaku pasar terhadap rilis laporan keuangan per kuartal III-2024. Hal ini bisa membuat aksi rebalancing portofolio, sekaligus untuk evaluasi menjelang window dressing yang biasanya terjadi pada akhir tahun.
Sementara itu, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menyoroti pelemahan signifikan pada pekan lalu membawa IHSG sebagai indeks saham dengan penurunan paling dalam di bursa kawasan Asia Tenggara. Asal tahu saja, IHSG hanya unggul dari PSEi Index Filipina yang mengakumulasi penurunan 2,32% pada pekan lalu.
Sedangkan indeks di Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand masih mampu menguat. Ratih mengamati pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen global dan domestik, dan sejalan dengan pergerakan kurs rupiah yang sempat menyentuh level Rp 15.840 per dolar AS pada tengah pekan lalu.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 hanya tumbuh 4,95% secara tahunan, atau lebih rendah dari posisi kuartal sebelumnya di level 5,05%. "Ekonomi Indonesia yang cukup rentan juga tercermin dari kontraksi Indeks PMI manufaktur yang mengalami kontraksi," imbuh Ratih.
Di sisi lain, IHSG tertekan oleh capital outflow dari investor asing pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big cap), terutama di sektor perbankan. Dalam sepekan ke depan, Ratih masih dalam mode wait and see dengan memprediksi pergerakan IHSG pada rentang support 7.150 dan resistance di 7.370.
Praktisi Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto menaksir potensi pelemahan IHSG masih terbuka dengan posisi support pada 7.195 dan resistance di 7.400 untuk sepekan ke depan. Dalam jangka waktu yang lebih panjang, William menaksir IHSG akan berada di kisaran 7.369-7.480 sampai akhir November 2024.
William melihat sentimen kepemimpinan Donald Trump sebagai presiden AS tidak signifikan menekan IHSG. Asumsi ini berkaca dari historis saat Trump menjadi presiden pada periode sebelumnya, dimana IHSG hanya anjlok pada tahun 2020-2021 akibat efek pandemi covid-19.
"Meski begitu, harus diakui perang dagang yang terjadi di masa kepemimpinan Trump dulu cukup meningkatkan ketidakpastian pasar, sehingga IHSG terlihat jelek seolah karena efek itu. Padahal hanya sideways saja," jelas William.
Sementara itu, Audi memperkirakan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang support 7.200 dan resistance di 7.450. Secara teknikal, indikator MACD masih menunjukkan pelemahan tren, tetapi RSI mulai terjadi pembalikan arah dan mencoba keluar dari zona oversold.
Trading Plan & Rekomendasi Saham
Audi menyoroti dinamika pergerakan harga komoditas, terutama energi dan barang baku, akan turut menentukan arah IHSG. Pelaku pasar akan mencermati fluktuasi akibat pengurangan produksi minyak OPEC+ serta tingkat permintaan dari China.
Selain dari saham energi dan barang baku, Audi memandang saham big bank masih menarik, apalagi dengan posisi harga yang masih terdiskon. Dus, Audi menyematkan rekomendasi buy pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Kemudian, speculative buy pada saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Khusus terkait TPIA, Audi melihat pelaku pasar akan mencermati potensi rebound pada saham-saham dari konglomerasi Prajogo Pangestu pasca penurunan harga dalam sebulan terakhir.
William sepakat, saham-saham Prajogo Pangestu bisa menjadi penopang utama IHSG di samping potensi rebound pada saham big bank. Hanya saja, William mengingatkan agar tetap mewaspadai sentimen yang bisa tiba-tiba datang membalikkan tren pergerakan harga dari saham Prajogo Pangestu.
Sebagai rekomendasi, William lebih menyarankan untuk cicil beli atau peluang buy on weakness pada saham big cap seperti BMRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT United Tractors Tbk (UNTR). William juga mencermati saham perkebunan atau kelapa sawit (CPO) seperti PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA).
Rekomendasi lainnya, trading buy pada saham yang sedang uptrend seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Panin Financial Tbk (PNLF) dan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD). Sedangkan untuk sepekan ke depan, Ratih menjagokan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).
Berikut trading plan untuk ketiga saham tersebut:
BBRI: buy on weakness dengan target harga pada resistance di level Rp 4.700 serta pertimbangkan support di level Rp 4.450.
AMRT: buy on weakness dengan target harga pada resistance di level Rp 3.240 serta pertimbangkan support di level Rp 3.000.
LSIP: buy dengan target harga pada resistance di level Rp 1.300 serta pertimbangkan support di level Rp 1.160 per saham.
Rating Baru Antam (ANTM) plus Ramalan Sahamnya
Antam (ANTM) mendapat rating baru. Simak juga rekomendasi dan target harga saham ANTM. - Halaman all [520] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #antam #antm #saham-antm #rating-antam #pefindo #rekomendasi-saham #rhb-sekuritas #aneka-tambang #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 10/11/24 16:11
v/17988895/
JAKARTA, investor.id – Pefindo memberikan peringkat AA dengan prospek stabil untuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. Rating baru tersebut mencerminkan kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan dari induk usahanya, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
Peringkat untuk periode 23 April 2024 hingga 1 April 2025 tersebut juga merefleksikan cadangan dan sumber daya Antam yang berlimpah, leverage keuangan yang sangat konservatif, dan operasi bisnis pertambangan terintegrasi secara vertikal.
“Peringkat Antam dibatasi oleh eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas dan cuaca buruk, serta dinamika peraturan pemerintah dan kondisi makro ekonomi,” tulis Pefindo dalam laporan terbaru, yang dikutip pada Minggu (10/11/2024).
Pefindo dapat menaikkan rating itu jika emiten berkode saham ANTM tersebut dapat menghasilkan pendapatan dan EBITDA yang lebih tinggi dari perkiraan dalam jangka waktu dekat hingga menengah. Caranya dengan meningkatkan kapasitas smelter secara signifikan, integrasi bisnis lebih lanjut, serta memonetisasi investasinya pada ekosistem baterai kendaraan listrik, dengan tetap mempertahankan kinerja keuangan yang konservatif secara konsisten.
Rating bisa diturunkan apabila ANTM secara agresif membiayai ekspansi dengan utang yang jauh lebih besar dari proyeksi tanpa diimbangi dengan kinerja bisnis yang lebih kuat. Peringkat tersebut juga akan berada di bawah tekanan jika ada tanda-tanda berkurangnya dukungan dari MIND ID terhadap kelangsungan operasional ANTM, terutama saat terjadi kesulitan keuangan.
“Kami juga dapat meninjau kembali peringkat ANTM jika terdapat perkembangan yang signifikan dari kasus litigasi terkait penyerahan emas batangan, yang dalam pandangan kami dapat memengaruhi profil kredit perusahaan,” jelas Pefindo.
ANTM telah memenangi perkara tersebut di pengadilan tinggi dan mengalokasikan pencadangan sebesar Rp 1,2 triliun pada 2023.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
ANTM dianggap telah melewati masa sulit. Karena itu, proyeksi laba Antam pada 2024-2025 dinaikkan. “Kami perkirakan skenario terburuk telah dilewati dan kondisi mendatang akan lebih baik,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Broker efek itu kemudian menaikkan proyeksi laba ANTM pada 2024-2025 sebesar 6% berdasarkan kenaikan target penjualan emas. Hal itu mengimbangi kinerja yang kurang baik di segmen nikel.
RHB Sekuritas yakin sentimen penguatan harga emas akan terus mendukung kinerja positif ANTM, didorong oleh perbaikan margin. Manajemen telah mengantisipasi pelemahan harga komoditas dan perseroan tetap menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan pesaingnya.
“Kami perkirakan pertumbuhan laba yang positif tahun depan, didukung oleh pulihnya volume produksi bijih nikel, tambahan laba dari JV, dan kontribusi segmen lainnya,” jelas RHB Sekuritas.
Sementara itu, pasar memproyeksikan harga emas dapat mencapai US$ 3.000/oz, sedangkan asumsi RHB Sekuritas di US$ 2.500/oz. Pergerakan harga emas sejalan dengan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
“Meski demikian, kami tetap waspada terhadap potensi risiko dari faktor non-operasional, termasuk peningkatan impairment terkait nilai aset bisnis nikel dan fluktuasi nilai tukar,” ungkap RHB Sekuritas.
Dengan berbagai pertimbangan, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Antam (ANTM) dengan target harga Rp 1.800. Estimasi yield dividen 2025 mencapai 4%.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Menilik Kinerja Konstituen Indeks Kompas100 di tengah Lesu Pasar
Faktor ekonomi makro & kebijakan moneter mempengaruhi kinerja konstituen dalam indeks Kompas100, terutama dalam menekan permintaan dan daya beli. [1,381] url asal
#dana-asing #bursa-efek-indonesia #net-sell #rekomendasi-saham #rekomendasi-saham-hari-ini #net-sell-asing #indeks-kompas100 #oktavianus-audi #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan - Investasi ) 10/11/24 15:32
v/17987436/
Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja indeks Kompas100 tercatat masih tertekan setelah rilis laporan kinerja emiten di kuartal III 2024. Mengutip laman Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks Kompas100 kinerjanya sudah merosot 4,42% sejak awal tahun alias secara year to date (YtD).
Di sisi lain, kondisi pasar memang tengah lesu. Salah satunya tercermin dari masih derasnya aliran dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia.
Melansir RTI, dana asing sudah keluar dari bursa sebanyak Rp 6,04 triliun dan Rp 8,58 triliun YtD di pasar reguler. Sejumlah emiten konstituen Kompas100 juga tampak dilego besar-besaran oleh asing dalam sebulan terakhir.
Dari sektor perbankan, ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang dilepas asing paling banyak dalam sebulan terakhir, yaitu Rp 4,3 triliun. Lalu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dilepas asing Rp 1,6 triliun dalam sebulan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dilego asing Rp 1,2 triliun, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dijual asing Rp 138,5 miliar.
Di luar sektor perbankan, ada PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang dijual asing Rp 268,7 miliar dalam sebulan, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dilego asing Rp 193,4 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dilepas asing Rp 174,8 miliar. Kemudian, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dijual asing Rp 110,4 miliar dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dilepas asing Rp 103,3 miliar dalam sebulan terakhir.
VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi melihat, terkoreksinya indeks Kompas100 tak terlepas dari respons kinerja konstituennya di kuartal III 2024 yang di bawah ekspektasi pasar.
“Selain itu, kontraksi kinerja indeks Kompas100 juga didorong aksi jual asing terhadap para konstituen,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (10/10).
Misalnya saja, laba bersih dari TLKM turun 30,4% secara tahunan alias year on year (YoY) di kuartal III 2024 dan dilepas asing Rp 1,8 triliun YtD.
Lalu, PT Astra International Tbk (ASII) yang pertumbuhan laba bersih hanya naik 0,63% YoY di kuartal III 2024 dengan net foreign sell Rp 2,75 triliun YtD. Pertumbuhan laba BBRI sebesar 2,44% YoY di kuartal III dan net foreign sell Rp 26,9 triliun YtD.
Kemudian, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan laba 28,2% YoY dan dijual asing Rp 465 miliar YtD. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) laba bersihnya turun 26,9% YoY dan dilepas asing Rp 509 miliar YtD.
Menurut Audi, faktor ekonomi makro dan kebijakan moneter mempengaruhi kinerja konstituen dalam indeks Kompas100, terutama dalam menekan permintaan dan daya beli, baik dalam negeri maupun global.
“Sehingga sektor kategori cyclical, seperti keuangan, industri, dan infrastruktur cenderung tertekan dan menekan ekspansi emiten,” paparnya.
Meski demikian, pemangkasan suku bunga yang dilakukan sejumlah bank sentral, termasuk Bank Indonesia (BI) akan menjadi sentimen positif untuk pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Sehingga, potensi emiten untuk kembali menggeliat terbuka kembali dengan didorong normalisasi cost of fund yang dapat meningkatkan permintaan dan ekspansi dari perusahaan.
Di sisi lain, pasca terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) memberikan spekulasi negatif di pasar saat ini. Sebab, kebijakan Trump dikhawatirkan meningkatkan tensi perdagangan internasional, khususnya dengan China.
Sehingga, pasar juga mengantisipasi jika pemangkasan suku bunga tidak sesuai dengan perkiraan atau bahkan butuh waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
“Ini akan berdampak negatif untuk pasar saham, termasuk Indonesia,” ungkapnya.
Audi meyakini, kinerja indeks Kompas100 masih akan kembali mengalami penguatan hingga akhir 2024 seiring dengan beberapa sentimen di atas dan juga potensi dari kocok ulang portofolio investor menjelang window dressing.
Dalam 10 tahun terakhir, Audi melihat tren kinerja pasar di bulan November memang berpeluang mengalami penguatan hanya sebesar 30%, tetapi di bulan Desember sebesar 78%.
“Jika berdasarkan analisis teknikal, kami melihat peluang penutupan indeks Kompas100 di akhir 2024 pada rentang level 1.180-1.200 dan untuk IHSG pada level 7.700-7.800,” tuturnya.
Selain sektor keuangan, Audi melihat kinerja sektor bahan baku dan konsumer masih akan menarik. Dari sektor keuangan, Audi merekomendasikan beli untuk BBCA, BMRI, dan BRIS dengan target harga masing-masing Rp 11.150 per saham, Rp 7.200 per saham, dan Rp 3.140 per saham.
Di luar sektor keuangan, Audi merekomendasikan buy untuk ICBP dengan target harga Rp 14.00 per saham. Rekomendasi trading buy diberikan untuk ADMR, EMTK, dan CMRY dengan target harga masing-masing Rp 1.520 per saham, Rp 575 per saham, dan Rp 6.000 per saham.
Founder Stocknow.id Hendra Wardana melihat, penyebab utama penurunan kinerja indeks Kompas100 adalah hasil laporan keuangan emiten di kuartal III 2024 yang kurang sesuai ekspektasi.
“Terutama, dari emiten di sektor komoditas dan energi yang tertekan oleh fluktuasi harga global serta ketidakpastian makroekonomi,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Sabtu (9/11).
Jika dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tekanan untuk indeks Kompas100 lebih berat. Asal tahu saja, IHSG ditutup menguat pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu.
Pada hari Jumat (8/11) kemarin, IHSG menguat 43,33 poin atau 0,60% ke level 7.287,19. Namun, melansir RTI, IHSG turun 2,91% sepanjang pekan lalu.
Menurut Hendra, kinerja IHSG mendapatkan dukungan dari sektor keuangan yang relatif kuat.
“Sementara, sektor teknologi dan properti menjadi pemberat utama bagi Kompas100 akibat pengaruh suku bunga tinggi yang melemahkan daya beli konsumen dan menurunkan aktivitas pembiayaan,” paparnya.
Prospek kinerja emiten Kompas100 di kuartal terakhir 2024 diperkirakan akan lebih positif dengan beberapa katalis yang mendukung.
Sektor keuangan, teknologi, dan konsumer diprediksi memimpin kinerja indeks ini. Emiten seperti PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) di sektor media berpotensi mendapat dorongan dari peningkatan belanja iklan, sementara sektor perbankan juga akan diuntungkan oleh stabilitas suku bunga.
Namun, sektor energi dan bahan dasar, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sektor pertambangan, mungkin akan menekan kinerja indeks Kompas100 jika harga komoditas global seperti nikel tidak pulih signifikan.
“Potensi pemulihan konsumsi domestik juga membawa sentimen positif bagi sektor konsumer, terutama untuk PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di bidang pangan,” tuturnya.
Hendra memproyeksikan, IHSG akan berada di kisaran level 7.550-7.700 di akhir tahun 2024. IHSG pun diproyeksikan lebih stabil dibandingkan Kompas100, karena lebih terdiversifikasi sektor emitennya. Sementara, kinerja Kompas100 lebih terkonsentrasi pada emiten besar yang sensitif terhadap perubahan makroekonomi.
Kinerja IHSG di kuartal IV 2024 diperkirakan mendapatkan dorongan dari sektor keuangan dan konsumer, terutama menjelang akhir tahun ketika belanja konsumen meningkat.
”Sementara itu, sektor teknologi dan energi berpotensi menjadi tantangan bagi indeks Kompas100 di tengah volatilitas harga komoditas dan tekanan eksternal,” ungkap dia.
Selain sektor keuangan, sektor konsumer tetap menjadi pilihan utama di kuartal IV, baik untuk Kompas100 maupun pasar modal secara keseluruhan.
Emiten seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di sektor energi tetap menarik berkat kebijakan energi domestik yang stabil. Lalu, JPFA di sektor pangan juga menarik lantaran menunjukkan potensi pertumbuhan kinerja akibat permintaan konsumsi yang terus meningkat.
“Sektor konsumer dan energi secara keseluruhan diprediksi mendukung penguatan IHSG hingga akhir tahun,” katanya.
Hendra pun merekomendasikan beli untuk SCMA, ANTM, PGAS, dan JPFA dengan target harga masing-masing Rp 150 per saham, Rp 1.760 per saham, Rp 1.670 per saham, dan 1.875 per saham.
“Dengan melihat target IHSG yang berada di kisaran 7.550-7.700 hingga akhir tahun, investor dapat memanfaatkan potensi upside dari emiten-emiten dalam Kompas100 yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan menarik,” ungkap Hendra.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama melihat, pelemahan kinerja indeks Kompas100 dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terkait dengan potensi kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS alias Trump Triumph.
Kebijakan proteksionisme di bawah kepemimpinan Trump nantinya akan menyebabkan sentimen negatif di pasar global. Misalnya, terkait wacana kenaikan tarif impor atas produk-produk China.
“Selain dari efek Trump, penurunan consumer price index (CPI) Tanah Air juga melemahkan kinerja konstituen Kompas100. Deflasi ini terjadi selama lima bulan berturut-turut. Kinerja PMI Indonesia juga terkontraksi selama empat bulan berturut-turut,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (10/11).
Untuk prospek emiten konstituen Kompas100 di sisa tahun 2024, kinerjanya akan cukup terdorong dengan adanya Pilkada 2024 pada 27 November nanti. Lalu, pada akhir tahun 2024, kinerja para emiten juga akan terbantu dengan adanya hari libur Natal dan Tahun Baru.
“Pilkada 2024 dan Natal akan meningkatkan pengeluaran pemerintah dan sekaligus menstimulus konsumsi domestik,” ungkapnya.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari The Fed yang kemungkinan masih akan menetapkan pelonggaran kebijakan moneter di akhir Desember 2024.
Prospek Kinerja United Tractors (UNTR) Hingga Akhir 2024 Beserta Rekomendasi Sahamnya
Pendapatan UNTR tumbuh 2% secara tahunan atau year on year (YoY) dari Rp 97,59 triliun menjadi Rp 99,55 triliun sampai dengan September 2024. [1,075] url asal
#united-tractors #pt-united-tractors-tbk-untr #rekomendasi-saham #rekomendasi-saham-hari-ini #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #market-amp-rekomendasi
(Kontan - Investasi ) 10/11/24 14:11
v/17979202/
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) mencetak pertumbuhan kinerja hingga periode kuartal III-2024. Pendapatan UNTR tumbuh 2% secara tahunan atau year on year (YoY) dari Rp 97,59 triliun menjadi Rp 99,55 triliun sampai dengan September 2024.
Sedangkan laba bersih naik tipis 1,62% YoY dari sebelumnya Rp 15,34 triliun menjadi Rp 15,59 triliun. Performa UNTR terutama didorong oleh peningkatan kinerja dari segmen kontraktor penambangan serta pertambangan emas dan mineral lainnya.
Adapun, unit usaha UNTR di bidang kontraktor penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (Pama) dan anak usahanya. Sampai dengan kuartal III-2024, pendapatan PAMA Grup naik 11,50% YoY dari Rp 39,1 triliun ke level Rp 43,6 triliun.
Sementara itu, pendapatan unit usaha pertambangan emas dan mineral lainnya melonjak sekitar 57% menjadi Rp 6,7 triliun. Terutama disebabkan oleh peningkatan harga jual rata-rata emas sebesar 20,53% dari US$ 1.933 per ons menjadi US$ 2.330 per ons.
Kenaikan dari kedua segmen tersebut lebih besar ketimbang penurunan kinerja segmen mesin konstruksi dan pertambangan batubara. Hingga September 2024, pendapatan mesin konstruksi turun 7,66% YoY dari Rp 28,7 triliun ke Rp 26,5 triliun.
Sedangkan pendapatan dari segmen pertambangan batubara menyusut 14,16% YoY dari Rp 24 triliun menjadi Rp 20,6 triliun. Performa ini sejalan dengan penurunan rata-rata harga jual batubara.
Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis belum membeberkan secara rinci estimasi kinerja keuangan UNTR sampai tutup tahun 2024, di tengah perkembangan kondisi pasar komoditas saat ini. Sara hanya menegaskan, UNTR tidak mengubah asumsi harga komoditas maupun target kinerja operasional dan penjualan pada tahun 2024.
"Tidak ada revisi target. Kami tidak mengubah asumsi harga komoditas, sehingga diharapkan sampai akhir tahun masih berjalan sesuai rencana," kata Sara saat dihubungi oleh Kontan.co.id, Jumat (8/11).
UNTR masih mengejar penjualan alat berat pada level 4.300 - 4.500 unit. Sampai dengan September 2024, volume penjualan alat berat Komatsu berada di angka 3.321 unit atau merosot 23,91% YoY dari posisi 4.365 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, penjualan produk merek lainnya yaitu Scania terutama dari truk, turun dari 605 unit menjadi 298 unit. Kemudian penjualan produk UD Trucks turun dari 249 unit menjadi 156 unit. Kondisi ini disebabkan oleh penurunan permintaan terutama di sektor pertambangan.
Sara bilang, UNTR telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja di sisa tahun ini. Di antaranya dengan pengiriman unit dan suku cadang alat berat yang sudah dipesan sesuai jadwal. Begitu juga untuk pekerjaan perbaikan mesin.
Berlanjut ke segmen kontraktor penambangan, UNTR masih mengejar target produksi pada level 144 juta - 145 juta ton dan 1,2 miliar bank cubic meter (bcm). Dalam periode sembilan bulan 2024, UNTR melalui PAMA Group mencatat peningkatan volume pemindahan tanah sekitar 9% menjadi 921 juta bcm dengan volume produksi batubara untuk para klien sekitar 17% menjadi 111 juta ton.
Di segmen pertambangan batubara, UNTR masih mengejar target penjualan sebesar 12 juta ton-13 juta ton pada tahun 2024. Melalui PT Tuah Turangga Agung, hingga September 2024 UNTR mencetak volume penjualan batubara sebesar 8,1 juta ton, termasuk 2,4 juta ton batubara metalurgi.
Sedangkan total volume penjualan batubara termasuk batubara pihak ketiga naik sekitar 19% YoY menjadi 10,2 juta ton. Beralih ke segmen emas, UNTR masih membidik volume penjualan emas di level 230.000 - 235.000 ons, melalui PT Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang emas Martabe dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR).
Sampai dengan September 2024, total penjualan setara emas dari tambang Martabe meningkat 12,24% YoY dari 147.000 ons menjadi 165.000 ons. Sementara itu, SJR sudah memulai produksi pada kuartal II-2024 dan diharapkan bisa mulai mencatatkan penjualan emas pada kuartal IV-2024.
Pada segmen nikel, UNTR membidik produksi 1,9 juta wet metric ton (wmt), terdiri dari 1,2 juta wmt limonite dan 700.000 wmt saprolite. Melalui PT Stargate Pasific Resources, UNTR telah mencatat penjualan bijih nikel sebesar 1.369.000 wmt hingga kuartal III-2024, terdiri dari 770.000 wmt limonit dan 599.000 wmt saprolit.
Sara melanjutkan, UNTR telah menggelontorkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 9,6 triliun sampai September 2024. Mayoritas digunakan untuk pembelian alat berat di segmen kontraktor tambang untuk menggantikan alat yang sudah usang.
Kemudian untuk perbaikan atau pengembangan infrastruktur di tambang emas dan nikel. Adapun, UNTR menyiapkan capex sekitar US$ 1 miliar untuk tahun 2024. Hanya sebagai gambaran saja, jumlah itu setara dengan Rp 15,67 triliun jika dikonversi memakai kurs Rp 15.670 per dolar Amerika Serikat.
Sedangkan untuk proyeksi kinerja tahun 2025, Sara mengatakan bahwa UNTR masih dalam proses konsolidasi dan finalisasi. Sara bilang, pada tahun depan UNTR pun masih membuka peluang untuk melakukan ekspansi melalui strategi anorganik atau akuisisi.
"Fokus tetap pada operational excellence atas bisnis yang sudah ada dan mencari peluang bisnis di bidang non-batubara baik mineral maupun energi," tandas Sara.
Rekomendasi Saham
Analis Stocknow.id Abdul Haq Alfaruqy melihat peluang bagi UNTR untuk memaksimalkan kinerja pada segmen mesin konstruksi di sisa tahun ini. Sedangkan untuk segmen batubara lebih berpeluang stabil lantaran harga rata-rata komoditas batubara diprediksi masih bergerak di rentang US$ 135 - US$ 140 per ton.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dalam riset yang dirilis 5 November 2024 mengerek estimasi laba bersih pada tahun 2024-2026 sebesar 9% - 15%, dengan mempertimbangkan tiga asumsi. Pertama, penjualan alat berat Komatsu mencapai 4.480 unit pada setahun penuh 2024. Namun bisa mencapai pertumbuhan 5% pada tahun 2025 dan 2026.
Kedua, volume produksi dari PAMA Group stabil dengan kenaikan 12% secara tahunan, tetapi dengan margin kotor yang lebih tinggi sebesar 15%-17%. Ketiga, volume penjualan tambang batubara pada tahun 2024 mencapai 12,9 juta ton dan ada pertumbuhan 5% pada tahun depan.
Dengan asumi tersebut, Erindra pun tetap menyematkan rekomendasi buy pada saham UNTR dengan mengerek target harga dari sebelumnya Rp 29.200 menjadi Rp 31.000. Analis RHB Sekuritas Indonesia Fauzan Djamal dan Muhammad Wafi dalam riset 31 Oktober 2024 juga menyarankan buy saham UNTR dengan kenaikan target harga dari sebelumnya Rp 32.000 menjadi Rp 35.000.
Sedangkan pada posisi saat ini, Abdul Haq menyarankan untuk mencermati peluang buy on weakness UNTR pada level harga Rp 26.400 per saham, untuk target harga Rp 28.000 per saham-Rp 28.700 per saham, dengan stop loss di Rp 25.250. Adapun pada perdagangan Jumat (8/11), harga UNTR naik 0,83% ke posisi Rp 27.450 per saham.
Harga Saham Lagi Turun, Mending Jual atau Beli?
Begini pertimbangan jual dan beli saat harga saahm sedang turun. [340] url asal
#harga-saham #pasar-modal #pasar-saham #tips-investasi
(MedCom) 10/11/24 13:55
v/17981685/
Jakarta: Harga saham lagi turun, nih, dan pasti bikin kamu mikir, "Mending jual atau beli, ya?" Gak heran sih, soalnya pasar saham kan memang sering naik turun, kadang bikin bingung.Tapi, meski harga lagi turun, bisa jadi ini kesempatan buat beli saham dengan harga lebih murah. Tapi, di sisi lain, ada juga rasa khawatir kalau harga bakal turun lebih dalam lagi.
Jadi, penting banget buat mikir dulu, jangan buru-buru ambil keputusan.
Nah, melansir laman Bursa Efek Indonesia, diperlukan strategi untuk mempermudah kamu dalam mengambil Keputusan. Apakah harus jual atau beli Ketika harga saham lagi turun.
Strategi menghadapi penurunan harga saham
Tetap tenang saat harga saham turun
Jangan buru-buru panik kalau harga saham di portofoliomu menurun. Mengambil keputusan gegabah, seperti menjual semua saham yang turun, bisa berujung pada kerugian lebih besar. Usahakan tetap tenang dan pikirkan langkah yang rasional.Evaluasi kondisi keuangan perusahaan
Sebelum mengambil keputusan untuk menjual atau menahan saham, cek dulu kondisi keuangan perusahaan tersebut. Kalau prospeknya masih cerah dan keuangan sehat, bisa jadi lebih baik mempertahankan saham daripada menjualnya dengan harga rendah.| Baca juga: Kenapa Banyak Investor Pemula yang Kena Rugi? Ini Jawabannya |
Peluang membeli saham undervalued
Penurunan harga saham bisa menjadi kesempatan untuk membeli saham yang harganya sudah turun, asal perusahaan tersebut punya prospek bisnis jangka panjang yang baik. Ini bisa jadi peluang untuk meraup keuntungan saat harga kembali naik.Siap dengan kemungkinan kerugian
Dalam investasi, kadang perlu menerima kenyataan kerugian. Jika situasinya tidak bisa diperbaiki dan saham terus merosot, keputusan untuk cut loss atau menjual saham di harga rendah mungkin adalah pilihan yang tepat agar kerugian tidak semakin besar.Dengan memahami strategi-strategi ini, kamu bisa lebih siap menghadapi situasi ketika harga saham turun. Ingat, keputusan untuk menjual atau membeli perlu diambil secara bijak, berdasarkan analisis yang matang dan tidak hanya didorong oleh emosi.
Pasar saham memang sering bikin was-was, tapi juga banyak peluang kalau kamu bisa mengelola risiko dengan baik. Jadi, tetap tenang, pertimbangkan semuanya dengan matang, dan ambil langkah yang paling sesuai buat keuanganmu. (Nanda Sabrina Khumairoh)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ANN)
BI : Modal Asing Senilai Rp 10,23 Triliun Lari dari Pasar Keuangan Domestik
Modal asing senilai Rp 10,23 triliun keluar dari pasar keuangan dalam periode 4-7 November 2024. Mayoritas modal asing keluar melalui SBN - Halaman all [346] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #modal-asing #capital-outflow #bank-indonesia #sbn #srbi #pasar-saham #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 10/11/24 13:35
v/17976508/
JAKARTA,investor.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa modal asing senilai Rp 10,23 triliun keluar dari pasar keuangan dalam periode 4-7 November 2024. Mayoritas modal asing keluar melalui surat berharga negara (SBN) dalam periode tersebut.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan aliran modal asing keluar melalui SBN sebesar Rp 4,66 triliun, melalui pasar saham sebesar,p pasar saham sebesar Rp 2,29 triliun dan melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 3,28 triliun.
“Berdasarkan data transaksi 4 – 7 November 2024, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 10,23 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp 2,29 triliun di pasar saham, Rp 4,66 triliun di pasar SBN, dan Rp 3,28 triliun di SRBI,” terang Ramdan dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (10/11/2024).
Baa Juga : Jelang Pergantian Presiden, Modal Asing Kabur Rp 1,09 Triliun
Secara kumulatif dari 1 Januari sampai dengan 4 November 2024 transaksi yang terjadi adalah nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 38,51 triliun di pasar saham, Rp 38,86 triliun di pasar SBN dan Rp 192,99 triliun di SRBI. Pada semester-II 2024, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 38,17 triliun di pasar saham, Rp 72,82 triliun di pasar SBN dan Rp 62,65 triliun di SRBI.
Level yield surat utang Amerika Serikat atau US Treasury Note tenor 10 tahun turun ke level 4,326% pada Kamis (7/11/2024). Nilai premi risiko investasi (credit default swap) Indonesia 5 tahun turun menjadi 67,59 basis poin pada Kamis (7/11/2024) dibandingkan posisi pada Jumat (1/11/2024) yang sebesar 71,58 basis poin. Sementara itu, data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan posisi nilai tukar rupiah adalah Rp 15.671 per dolar AS pada Jumat (8/10/2024).
“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” tutur Ramdan.
Editor: Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@ymail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Simak Proyeksi IHSG untuk Senin (11/11) usai Melemah 2,91% pada Pekan Lalu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 43,33 poin atau 0,60% ke level 7.287,19 di akhir perdagangan Jumat (8/11). [491] url asal
#ihsg #rekomendasi-saham #technical-rebound #inverted-hammer #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #market-amp-rekomendasi
(Kontan - Investasi ) 10/11/24 13:33
v/17979132/
Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 43,33 poin atau 0,60% ke level 7.287,19 di akhir perdagangan Jumat (8/11). Namun, melansir RTI, IHSG turun 2,91% dalam sepekan.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis melihat, IHSG sempat technical rebound lebih dari 1% ke 7.350 di awal perdagangan hari Jumat lalu. Sayangnya, IHSG ditutup dengan membentuk pola inverted hammer pada level 7287,19.
“Pergerakan tersebut mengindikasikan bahwa IHSG belum mampu keluar dari tekanan jual,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (8/11).
Pada awal perdagangan pekan depan, sentimen baru relatif masih minim. Pelaku pasar masih mencoba mencari bottom level pasca serangkaian peristiwa yang menekan keyakinan pasar.
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi melambat ke 4,95% secara tahunan alias year on year (yoy) di kuartal III 2024.
Sementara, dari eksternal, kemenangan Donald Trump dalam Pemilu Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran prospek ekonomi global dengan kebijakan proteksionisme.
Tekanan jangka pendek untuk IHSG juga berasal dari spekulasi stimulus fiskal tambahan dari Pemerintah China di akhir pekan lalu. Sebagai informasi, IHSG cenderung tertekan setiap kali China mengumumkan stimulus ekonomi.
“Pengumuman semacam ini selalu dikaitkan dengan kecenderungan aliran keluar dana asing dari pasar modal Indonesia,” paparnya.
Selain itu, sesuai perkiraan, FOMC dan statement Gubernur The Fed Jerome Powell meredam tekanan jual, namun tidak ada euphoria berlebihan. Nilai tukar rupiah masih lanjutkan penguatan ke Rp 15.665 per dolar AS sampai Jumat (8/11) sore.
Alrich memproyeksikan, IHSG pada perdagangan Senin (9/11) esok akan berada di level resistance 7.430 dan support 7.200, dengan pivot di level 7.330.
Saham-saham yang dapat diperhatikan investor antara lain ADMR, INCO, SSIA, ICBP, PNLF, ARTO, dan EMTK.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, penurunan kinerja IHSG pada pekan lalu dipengaruhi oleh beberapa hal.
Pertama, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Kebijakan proteksionisme untuk perkembangan ekonomi domestik AS diperkirakan akan berimbas ke emerging market, sehingga memicu adanya aliran keluar dana asing dari IHSG.
“Di sisi lain, The Fed telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) ke angka 4,75%,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (8/11).
Kedua, rilis data makro ekonomi Indonesia, yang mana produk domestik bruto (PDB) Indonesia relatif melandai ke angka 4,95% yoy per kuartal III 2024.
“Terakhir, pergerakan harga komoditas minyak yang menguat setelah OPEC mengumumkan akan menahan produksi hingga Desember 2024,” katanya.
Untuk Senin, Herditya memperkirakan, pergerakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan area support di level 7.243 dan resistance di level 7.314.
Sentimen pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yaitu, pergerakan harga komoditas yang diperkirakan masih cenderung melemah, nilai tukar Rupiah yang rawan kembali melemah; serta investor juga masih menanti akan realisasi kebijakan pemerintahan baru AS.
“Untuk saham, investor dapat mencermati BBRI dengan target harga Rp 4.680 - Rp 4.850 per saham, HRUM Rp 1.225 - Rp 1.270 per saham, dan GOTO Rp 67 - Rp 71 per saham,” ungkapnya.
Setelah Lo Kheng Hong, Giliran Haiyanto
Setelah investor kawakan Lo Kheng Hong, giliran Haiyanto muncul belanja saham pada awal November 2024. [40] url asal
#lo-kheng-hong #saham #saham-lo-kheng-hong #haiyanto #abmm #saham-abmm #idx-abmm #haiyanto #modernland #mdln #idx-mdln #saham-mdln #properti #intiland-development #dild #saham-dild #idx-dild
(Bisnis.Com) 10/11/24 12:42
v/17976332/
Bisnis.com, JAKARTA — Investor individu dengan kepemilikan jumbo di sejumlah emiten, Haiyanto, muncul berbelanja saham pada awal November 2024.
Tidak jauh berbeda dengan Lo Kheng Hong, Haiyanto merupakan investor individu yang memegang saham sejumlah emiten dengan kepemilikan di atas 5%.
Kenapa Banyak Investor Pemula yang Kena Rugi? Ini Jawabannya
Begini penjelasan mengapa investor pemula sering kali rugi. [263] url asal
#investor #investor-pemula #investor-saham #investasi #tips-investasi
(MedCom - Ekonomi) 10/11/24 09:08
v/17965415/
Jakarta: Pernah nggak, kita merasa seolah-olah sudah ngerti banget soal tapi ujung-ujungnya malah kena rugi?Bukan cuma soal kurang pengalaman, tapi juga tentang Dunning-Kruger Effect. Mungkin kamu pernah dengar istilah ini?
Intinya, orang dengan pengetahuan yang minim justru merasa paling tahu-terlalu percaya diri, sampai nggak sadar kalau masih banyak yang belum dipahami.
Mengutip Pintas Saham, ada tahapan-tahapan yang biasanya kita lalui dalam perjalanan sebagai investor, dan mungkin kamu sedang berada di salah satunya:
1. Peak of Ignorance
Di sini, kita sering merasa seperti sudah menguasai segalanya. “Ah, gampang ini!” pikir kita. Padahal, justru ini fase berbahaya.Banyak investor pemula yang terjun tanpa bekal cukup dan akhirnya rugi. Saya pun pernah ada di titik ini.
| Baca juga: Ini dia 10 Kesalahan Investasi yang Sering Dilakukan Investor |
2. Awareness of Ignorance
Begitu mulai rugi, kita jadi sadar investasi itu nggak semudah kelihatannya. Ini momen penting. Di sini, kita mulai ngerti bahwa masih banyak yang perlu dipelajari.Jujur saja, menyadari kekurangan kita itu nggak gampang. Tapi percayalah, ini langkah awal untuk jadi lebih baik.
3. Reflection and Learning
Setelah melewati beberapa kegagalan, kita mulai belajar dari kesalahan. Di sini, saya pribadi mulai lebih bijak dalam mengambil keputusan investasi. Tapi kita juga harus hati-hati jangan sampai jadi sombong lagi.4. Becoming a Mentor and Continuing to Learn
Di tahap ini, kita sudah cukup paham dan mulai bisa berbagi ilmu ke orang lain. Tapi yang terpenting, kita nggak berhenti belajar.Di dunia investasi, perjalanan belajar kita nggak pernah berhenti. Yuk lebih banyak belajar lagi agar tidak amsyong.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ANN)
Akan ada Rebalancing Indeks MSCI Pada November 2024, Simak Rekomendasi Sahamnya
MSCI akan melakukan rebalancing untuk indeks saham Global Standard Index, Small Cap Index dan Micro Cap Index. [668] url asal
#msci #rekomendasi-saham #avia-avian #rebalancing-portofolio #surya-citra-media #msci-indonesia-small-cap #bank-btpn-syariah #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #market-amp-rek
(Kontan - Investasi ) 10/11/24 07:27
v/17951325/
Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Morgan Stanley Capital International (MSCI) melakukan evaluasi untuk indeks saham Global Standard Index, Small Cap Index dan Micro Cap Index. Dalam rebalancing kali ini, ada tiga saham di Bursa Efek Indonesia yang mengalami rotasi.
Saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) masuk ke dalam indeks MSCI Indonesia Small Cap. Sementara, saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) keluar dari indeks tersebut.
Rebalancing ini akan berlaku pada penutupan perdagangan 25 November 2024, atau berlaku efektif per 26 November 2024. Dalam evaluasi kali ini, perubahan hanya terjadi pada MSCI Indonesia Small Cap.
Sedangkan, MSCI Indonesia Global Standard dan Micro Cap tidak mengalami perubahan dari emiten yang keluar dan masuk. Evaluasi indeks MSCI berikutnya akan dilakukan pada Februari 2025. Tanggal pengumuman dijadwalkan pada 11 Februari dan tanggal efektif pada 3 Maret 2025.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat, faktor likuiditas yang naik dan kinerja fundamental perseroan yang membaik bisa membuat suatu saham ditarik masuk ke indeks MSCI.
“Masuknya emiten ke MSCI juga akan berdampak positif ke pergerakan sahamnya. Karena, banyak investor institusi, terutama asing, yang akan beli saat masuk indeks dan menjual saham emiten tersebut saat dikeluarkan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (7/11).
Melansir RTI, saham AVIA naik 4,34% pada perdagangan Kamis (7/11) ke Rp 505 per saham. Meskipun keluar dari indeks MSCI, saham SCMA berhasil naik 1,59% pada perdagangan Kamis (7/11) ke Rp 128 per saham.
Sementara, saham BTPS mengalami penurunan 2,86% pada perdagangan Kamis (7/11) ke Rp 1.020 per saham.
Founder Stocknow.id Hendra Wardana melihat, rebalancing indeks MSCI Indonesia Small Cap kali ini membawa perubahan signifikan dengan masuknya PT Avia Avian Tbk (AVIA) dan keluarnya PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).
Sentimen dari rebalancing ini cukup berpengaruh, terutama karena perubahan komposisi indeks MSCI sering kali menarik perhatian investor asing.
Masuknya AVIA dalam indeks dapat memberikan dorongan positif jangka pendek, karena saham yang masuk MSCI seringkali menjadi target investasi dana asing yang mengikuti indeks tersebut.
“Sebaliknya, keluarnya BTPS dan SCMA dari MSCI bisa menciptakan tekanan jual jangka pendek karena investor yang berorientasi pada indeks mungkin mengurangi kepemilikan mereka,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (7/11).
Dampak dari evaluasi indeks terhadap kinerja keuangan emiten sebenarnya lebih terbatas, namun terhadap kinerja saham bisa cukup terlihat.
AVIA, yang kini masuk dalam MSCI Indonesia Small Cap, berpotensi mendapatkan arus modal asing yang lebih besar, yang bisa mendorong harga sahamnya.
Sementara itu, BTPS dan SCMA mungkin akan mengalami sedikit tekanan dari sisi likuiditas saham. Meskipun kinerja keuangan emiten ini tetap akan bergantung pada fundamental bisnis masing-masing.
Melihat prospek ke depan, kinerja AVIA, BTPS, dan SCMA di kuartal IV dan tahun 2025 berpotensi tumbuh, namun juga menghadapi tantangan.
Untuk AVIA, potensi kenaikan kinerja bisa didorong oleh peningkatan permintaan cat dan produk terkait konstruksi, terutama jika sektor properti terus tumbuh.
“Tantangan bagi AVIA mungkin berasal dari fluktuasi harga bahan baku dan kondisi makroekonomi yang dapat mempengaruhi daya beli,” paparnya.
Untuk BTPS, meskipun keluar dari MSCI, masih memiliki prospek positif di sektor perbankan syariah, dengan potensi peningkatan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Namun, potensi suku bunga yang tidak mengalami penurunan dalam jangka waktu dekat atau kebijakan makro yang ketat dapat menjadi tantangan.
Di sisi lain, SCMA menghadapi persaingan ketat di industri media. Kinerja SCMA bisa terdorong oleh peningkatan belanja iklan, namun tergantung juga pada inovasi konten digital yang dihadirkan perusahaan.
Hendra pun merekomendasikan beli untuk AVIA dengan target harga Rp 570 per saham. Sentimennya adalah masuknya saham produsen emiten cat Avian ini ke indeks MSCI mampu menarik arus modal asing.
BTPS juga menarik untuk dibeli saat mengalami koreksi hingga level Rp 1.000 per saham, dengan target harga di Rp 1.100 per saham.
“Ini mengingat potensi pertumbuhan di sektor perbankan syariah,” tuturnya.
Sedangkan, meskipun sudah keluar dari indeks MSCI, SCMA masih menarik untuk dibeli dengan target harga Rp 150 per saham, lantaran prospek kenaikan iklan dan konten digital yang kuat.
Top 5 News BisnisIndonesia.id: Emiten Jumbo Pemberat IHSG hingga Saham Cuan Pekan Kemenangan Trump
Emiten jumbo pemberat IHSG hingga saham yang untung dipekan kemenangan Donald Trump menjadi berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id. [1,138] url asal
(Bisnis.Com - Market) 10/11/24 07:00
v/17951457/
Bisnis.com, JAKARTA—Kumpulan 45 emiten berkapitalisasi jumbo masih tersungkur. Perusahaan yang tergabung menjadi Indeks LQ45 itu mencatatkan kinerja lesu sepanjang tahun berjalan.
Emiten jumbo pemberat IHSG hingga saham yang untung dipekan kemenangan Donald Trump menjadi berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Minggu (10/11/2024). Berikut selengkapnya:
1. Emiten Berkapitalisasi Jumbo Masih Tersungkur
https://bisnisindonesia.id/article/emiten-berkapitalisasi-jumbo-masih-tersungkur
Dilihat dari konstituennya, PT Telkom Indonesia Persero (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi pemberat kinerja indeks.
Mengutip bisnis.com berdasarkan data Bloomberg, indeks LQ45 turun 0,32% pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (8/11/2024) ke level 884,14.
LQ45 juga melemah 3,12% dalam sepekan perdagangan terakhir dan melemah 5,87% dalam sebulan perdagangan. Indeks juga masih berkutat di zona merah, turun 8,9% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD).
Sejumlah saham konstituen indeks LQ45 menjadi pemberat dan pendorong kinerja lesu indeks sepanjang tahun berjalan. Saham TLKM misalnya memang tengah berkinerja jeblok pada tahun ini. Harganya turun 25,59% YtD.
Pada penutupan perdagangan kemarin, saham TLKM turun 0,36% ke level Rp2.750 per lembar. Harga TLKM juga turun 1,08% dalam sepekan perdagangan.
Kemudian, BBRI menjadi pemberat LQ45 seiring dengan kinerja harga saham yang turun 16,82% YtD. Pada penutupan perdagangan kemarin, BBRI pun turun 0,66% ke level Rp4.520 per lembar.
Selain itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi pemberat indeks LQ45 seiring dengan kinerja penurunan harga saham 6,96% YtD.
Lalu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) turun 26,74% YtD dan PT Barito Pasifik Tbk (BRPT) turun 29,15% YtD.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan lesunya kinerja indeks LQ45 tahun ini memang dipengaruhi oleh kinerja saham bank jumbo seperti BBRI yang masih tertekan. Selain itu, saham-saham big caps seperti TLKM juga masih turun.
2. Mengintip Progres Baru Rencana Pembangunan Jalan Tol Puncak
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai mempersiapkan proses lelang proyek jalan tol Puncak. Saat ini, proses dari rencana pembangunan jalan tol Puncak yakni ini pematangan studi kelayakan atau feasibility study.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum Triono Junoasmono mengatakan proses pengembangan studi kelayakan itu ditargetkan dapat rampung pada 2025.
“Lagi kajian feasibility study, kajiannya selesai tahun depan,” ujarnya, Jumat (8/11/2024).
Apabila proses tersebut telah rampung dan dinilai memenuhi prasyarat, maka proyek tersebut bakal mulai langsung dilelang.
"Setelah itu [feasibility study selesai] dilelang,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, pemerintah memang telah sejak lama mencanangkan pembangunan Tol Puncak di mana, jalan tol tersebut diprediksi akan terbentang sepanjang 52 km dan terbagi menjadi 5 seksi.
Tol Puncak akan terkoneksi dengan tol eksisting yakni Tol Bocimi yang akan disambungkan ke Cianjur. Estimasi biaya konstruksi rencana pembangunan jalan Tol Caringin – Puncak – Cianjur sebesar Rp24,37 triliun.
Adapun pembangunan Jalan Tol Caringin – Puncak – Cianjur mulanya merupakan prakarsa badan usaha yang dilakukan oleh PT Matrasarana Arsitama fan Swoosh Capital CFT.
3.Kala Pemerintah Rela Hapuskan Biaya Pajak Demi Harga Rumah MBR Turun
Berbagai cara tengah dilakukan pemerintah untuk merealisasikan program Presiden Prabowo Subianto yakni membangun 3 juta rumah per tahun. Artinya, dalam lima tahun mendatang akan ada 15 juta unit rumah yang terbangun.
Pekerjaan membangun 3 juta rumah per tahun ini bukan hal yang mudah. Terlebih, pada tahun depan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) hanya mendapatkan pagu anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) senilai Rp5,078 triliun yang turun drastis dari pagu anggaran tahun ini di mana pembangunan perumahan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tercatat Rp14,68 triliun. Oleh karena itu, pemerintah pun harus memutar otak merealisasikan program prioritas unggulan tersebut.
Adapun program 3 juta rumah tersebut terdiri dari 2 juta di perdesaan dan 1 juta perkotaan. Selain membangun rumah, pemerintah juga memastikan hunian tersebut terserap dan mudah dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan selama tiga minggu menjabat sebagai menteri, pihaknya tengah melakukan pemetaan masalah, dukungan, dan juga peluang dalam mencapai target perumahan tersebut. Berbagai inovasi dilakukan agar proyek 3 juta rumah per tahun ini dapat terbangun di tengah keterbatasan anggaran.
4.Antrean Dividen Interim Emiten Hingga Akhir Tahun
https://bisnisindonesia.id/article/antrean-dividen-interim-emiten-hingga-akhir-tahun
Beberapa emiten mulai mengumumkan rencana pembagian dividen interim jelang akhir tahun. Investor bisa melirik perusahaan tersebut untuk mendulang cuan.
Terbaru adalah PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk. (KMDS). Emiten produsen sirup Monin itu akan membagikan dividen interim senilai Rp15 per saham kepada para investor.
Direktur Utama KMDS Hengky Wijaya mengatakan usul pelaksanaan pembagian dividen interim telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris pada 4 November 2024.
"Direksi perseroan dengan ini membagikan dividen interim tahun buku September 2024," katanya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Sabtu (9/11/2024)
Perinciannya, jumlah dividen yang dibagikan sebesar Rp12 miliar atau setara dengan Rp15 dividen per lembar saham. Tanggal pembayarannya pada 29 November.
Kemudian, ada produsen laptop merek Axioo, PT Tera Data Indonusa Tbk. Emiten dengan kode saham AXIO itu berencana membagikan dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp29,20 miliar atau setara dengan Rp5 per saham.
Corporate Secretary Tera Data Indonusa Luhur Budiman mengatakan dewan komisaris telah menyetujui keputusan direksi pada 5 November 2024 untuk membagi dan membayar dividen interim buku 2023 sebesar Rp29,20 miliar.
"Dividen interim adalah senilai Rp5 per saham untuk tahun buku per 30 September 2024," tulis Budiman dalam keterbukaan informasi kemarin, Jumat (8/11/2024). ‘
5.Saham Untung dan Buntung di Pekan Kemenangan Donald Trump
Pasar saham Indonesia merespons negatif kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Meski begitu, ada beberapa saham mendulang untung dan buntung.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan/IHSG turun 2,91% dalam sepekan perdagangan atau sejak 4 November 2024 hingga 8 November 2024.
Indeks komposit mencatatkan level terendah sepanjang perdagangan pekan ini di level 7.243,86, dan level tertinggi di 7.529,7.
Seiring dengan penurunan IHSG, kapitalisasi pasar saham Indonesia turun 2,86% dalam sepekan menjadi Rp12.241 triliun.
Nilai transaksi yang diperdagangkan selama sepekan mencapai Rp58,42 triliun. Volume transaksi 107,68 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi 6,52 juta kali.
Di tengah kinerja lesu IHSG, masih terdapat sejumlah saham yang berkinerja moncer dan masuk ke dalam top gainers. Salah satunya adalah PT Fortune Mate Indonesia Tbk. (FMII) milik Tjandra Mindharta Gozali yang terbang 139,04%.
Pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (8/11/2024), saham FMII juga naik 25% ke level Rp545 per lembar. Emiten real estate ini mencatatkan peningkatan harga 119,76% dalam sebulan perdagangan dan naik 70,31% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD).
Selain FMII, deretan saham yang masuk ke dalam top gainers lainnya adalah PT Perdana Bangun Pusaka Tbk. (KONI) yang melesat 56,72%.
Harga saham PT Golden Flower Tbk. (POLU) juga naik 46,19%, PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) naik 34,78%, dan PT Jakarta International Hotels & Develop Tbk. (JIHD) naik 24,74%.
Kapitalisasi Pasar Tesla Tembus 1 Triliun Dollar AS Usai Trump Menang
Saham Tesla melonjak tajam setelah Trump terpilih, kapitalisasi pasar tembus 1 triliun dollar AS. Apa dampaknya bagi industri kendaraan listrik? Halaman all [511] url asal
#kapitalisasi-pasar #saham #tesla #donald-trump
(Kompas.com) 09/11/24 16:52
v/17906790/
KOMPAS.com - SahamTesla mengalami lonjakan tajam setelah Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).
Pada Jumat (9/11), perusahaan mobil listrik milik Elon Musk ini berhasil mencatatkan nilai pasar di atas 1 triliun dollar AS.
Dilansir dari Reuters pada Sabtu (9/11/2024), peningkatan nilai saham Tesla terjadi seiring banyaknya investor yang berspekulasi positif bahwa perusahaan-perusahaan milik Elon Musk akan mendapatkan perlakuan yang menguntungkan di bawah kepemimpinan presiden terpilih Donald Trump, yang mendapatkan dukungan luas selama kampanye pemilihan.
Harga saham Tesla tercatat melonjak 8,2 persen menjadi 321,22 dollar AS pada perdagangan Jumat (8/11), sehingga membawa valuasi perusahaan melewati angka triliun dollar untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun terakhir.
Rekor Pertumbuhan Saham Tesla
Kenaikan saham Tesla pekan ini mencapai 29 persen, menambah lebih dari 230 miliar dollar AS pada kapitalisasi pasar perusahaan.
Ini menjadi pencapaian saham terbaik Tesla sejak Januari 2023.
Menurut Garrett Nelson, analis ekuitas senior di CFRA Research, Tesla dan CEO Elon Musk dapat menjadi salah satu pemenang terbesar dari hasil pemilu.
Ia juga memprediksi bahwa kemenangan Trump akan mempercepat persetujuan regulasi terkait teknologi mengemudi otonom Tesla, yang selama ini menghadapi kendala regulasi.
Musk Berpotensi Pengaruhi Regulasi Kendaraan Otonom
Elon Musk diketahui telah lama berfokus pada pengembangan teknologi kendaraan self-driving.
Musk bahkan membatalkan rencana untuk memproduksi mobil ekonomis dengan harga di bawah 30.000 dollar AS.
Regulator yang lambat dan hambatan regulasi telah menjadi tantangan dalam upaya Tesla mengkomersialkan teknologi ini.
Namun, dengan kemenangan Trump, Musk berpeluang untuk mendorong peraturan yang lebih menguntungkan bagi kendaraan otonom.
"Jika Musk dapat meyakinkan Trump untuk menetapkan aturan kendaraan otonom secara federal, itu akan baik untuk industri otomotif, karena banyak perusahaan ingin ada satu set aturan yang berlaku di seluruh negara, bukan aturan yang bervariasi antar negara bagian," ujar David Whiston, analis ekuitas di Morningstar.
Tesla Masih Jadi Pemimpin di Pasar Mobil Listrik
Tesla, yang selama bertahun-tahun menjadi produsen mobil paling berharga di dunia, berhasil mempertahankan posisinya meski kompetitor dari Toyota Motor Jepang, BYD China, dan lainnya ketinggalan jauh.
Saham Tesla kini diperdagangkan 93,47 kali lipat dari estimasi laba 12 bulan ke depan, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan besar lainnya, seperti Nvidia 38,57 kali,Microsoft: 30,77 kali, dan Ford 6,29 kali.
Dengan pencapaian ini, Tesla semakin solid sebagai pemain utama di industri kendaraan listrik global, dengan Elon Musk tetap menjadi sosok yang memimpin inovasi di perusahaan tersebut.