Tiba-tiba, Golkar Sodorkan Jusuf Hamka Dampingi Kaesang pada Pilkada Jakarta
Golkar kini mendorong pengusaha Jusuf Hamka menjadi cawagub Jakarta mendampingi Kaesang Pangarep Halaman all
(Kompas.com) 14/07/24 07:53 10718795
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar mendadak menyodorkan pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka untuk menjadi bakal calon wakil gubernur Jakarta pada Pilkada 2024 mendampingi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.
Nama Jusuf muncul secara tiba-tiba karena sebelumnya Golkar mempertimbangkan Ridwan Kamil, Erwin Aksa, dan Ahmed Zaki Iskandar untuk maju pada Pilkada Jakarta 2024.
"Untuk mendukung tadi Mas Kaesang, seandainya beliau memilih Jakarta, saya siapkan kader Golkar yang sudah malang melintang di infrastruktur, yaitu Babah Alun (Jusuf Hamka)," ujar Airlangga dalam jumpa pers, usai bertemu Kaesang di DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis (11/7/2024).
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus menuturkan, partainya menyodorkan Jusuf Hamka sebagai cawagub Jakarta karena dinilai mampu mengatasi masalah macet dan banjir di Jakarta.
"Ini (Kaesang) anak muda, ada Babah Alun (Jusuf Hamka) yang pakar di infrastruktur. Dan permasalahan di Jakarta kan pasti macet. Nah beliau sudah punya konsep masalah itu, terkait dengan infrastruktur lain, bagaimana mengatasi banjir, beliau sudah tahu," ujar Lodewijk.
Lodewijk menyebutkan, perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi alasan pengusungan Jusuf Hamka. Sebab, ketika Jakarta sudah bukan ibu kota lagi maka Jakarta menjadi kota bisnis.
"Maka pendekatan membangun Jakarta, bagaimana menjadikan Jakarta ini sebagai pusat bisnisnya di Indonesia. Bukan berarti setelah pindah terus Jakarta seakan-akan ketinggalan, tidak," kata dia.
Tak punya logistik
Jusuf Hamka mengungkapkan, wacana ia diusung menjadi cawagub Jakarta baru mengemuka pada Kamis lalu sebelum Airlangga menerima Kaesang dan rombongan pengurus PSI.
Politikus Partai Golkar itu menuturkan, Airlangga sempat mengajaknya berdiskusi soal solusi untuk mengatasi beragam masalah di Jakarta.
Menurut dia, warga Jakarta membutuhkan subsidi untuk sejumlah sektor penting, antara lain, transportasi, pendidikan, dan kesehatan.
"Warga Jakarta kalau perlu APBD, banyak. Subsidi transportasi gratis, kesehatan gratis, enggak ada lagi iuran BPJS,sekolah gratis, ini keluarga kita, rakyat kita, saya bilang begtu, cerita sampai segitu," kata Jusuf menirukan ucapannya ke Airlangga, Sabtu (13/7/2024) kemarin.
Selain itu, Jusuf juga mengusulkan penambahan jalan guna mengatasi persoalan kemacetan di Jakarta.
"Saya bilang kalau mau mengatasi kemacetan ini masalah nyali. Nyali apa? Berani apa enggak. Karena kalau mau mengatasi kemacetan mobilnya diproduksi bertambah, jalannya enggak produksi bertambah. Enggak seimbang," kata dia.
Jusuf pun kaget ketika ia diperkenalkan oleh Airlangga ke PSI sebagai kader Golkar yang disiapkan untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi Kaesang.
Jusuf heran karena ia merasa tidak punya logistik untuk bertarung pada pilkada. Namun, ia menegaskan bahwa perintah partai harus dijalankan.
"Saya bilang kalau ini perintah, tetap saya jalankan. Nah, kalau rakyat membutuhkan logistik saya, saya enggak pernah menjanjikan logistik buat rakyat. Saya menjanjikan kesejahteraan kalian pasti akan lebih baik," kata Jusuf.
Jusuf pun tak masalah menjadi pendamping bagi Kaesang yang usianya lebih muda.
Menurut Jusuf, keberadaannya justru bisa mendorong Kaesang untuk lebih baik lagi.
"Tut Wuri Handayani (dari belakang memberikan dorongan)," kata dia.
PSI bilang belum sepakat
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menyatakan partainya belum sepakat dengan Partai Golkar untuk menduetkan Kaesang dan Jusuf Hamka pada Pilkada Jakarta 2024.
Menurutnya, tidak ada kesepakan antara PSI dan Partai Golkar terkait Pilkada Jakarta 2024 ketika Kaesang bertemu Airlangga Hartarto pada Kamis lalu.
“Dalam pertemuan, belum ada kesepakatan final di antara kedua partai untuk bersama mengusung Mas Kaesang dan Pak Jusuf Hamka. Ide itu memang disampaikan Golkar dalam pertemuan, namun tidak ada kesepakatan terkait usulan itu,” ujar Andy dalam keterangannya, Jumat (12/7/2024).
Andy menjelaskan, secara umum, pertemuan antara PSI dan Golkar membahas perihal kerja sama dengan Golkar di pilkada beberapa daerah serta kerja sama strategis terkait pembentukan fraksi di daerah dan kerja sama pendidikan politik di antara kedua partai.
Ia mengatakan, Kaesang juga belum memutuskan apakah akan bertarung pada pilkada atau tidak.
"Kami tidak akan terburu-buru dan akan mencermati situasi politik dan mendengar suara masyarakat terkait hal ini,” kata Andy.
Rebut hati Jokowi
Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta Jamiluddin Ritonga menilai, langkah Golkar menduetkan Kaesang dengan Jusuf Hamka adalah upaya Airlangga untuk merebut hati Presiden Joko Widodo, ayah Kaesang.
Menurut dia, Airlangga terkesan ingin menunjukkan bahwa dirinya paling terdepan dalam mengusung keluarga Jokowi.
"Hal seperti itu juga ditunjukkan Airlangga saat ingin mengusung Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution. Airlangga terkesan langsung menunjukkan respect-nya bila berkaitan dengan keluarga Jokowi," kata Jamiluddin.
Ia berpandangan, sikap tersebut membuat Airlangga mendahulukan keluarga Jokowi ketimbang kader-kader Golkar. Padahal, partai berlambang pohon beringin itu punya kader yang layak dicalonkan sebagai gubernur.
"Jadi, Airlangga terkesan mendahulukan keluarga Jokowi daripada kadernya. Padahal keluarga Jokowi tidak ada yang menjadi kader Golkar. Hal ini tentu ironi," ujar Jamiluddin.
Di samping itu, Jamiluddin juga menilai Golkar ceroboh karena menempatkan Kaesang di posisi calon gubernur Jakarta.
Menurut Jamiluddin, Kaesang belum punya kompetensi untuk menangani masalah-masalah kompleks yang akan ia hadapi apabila memimpin Jakarta kelak.
Sementara, Jusuf Jusuf yang punya latar belakang sebagai pengusaha sukses dengan banyak pengalaman dan prestasi semestinya tidak dijadikan cawagub oleh Golkar.
"Karena itu, keinginan Airlangga Hartarto menjadikan Jusuf Hamka sebagai cawagubnya Kaesang, tentu sangat kontralogika. Tidak jelas logika apa yang digunakan Airlangga dalam mewacanakan duet Kaesang-Jusuf Hamka," kata Jamiluddin.
#golkar #jusuf-hamka #airlangga-hartarto #kaesang-dan-jusuf-hamka-pilkada-jakarta #jusuf-hamka-cawagub-jakarta #jusuf-hamka-pilkada-jakarta #jusuf-hamka-pilkada