Biskita Trans Depok Diresmikan, Menhub Prediksi 2.000 Mobil dan Motor Berkurang di Jalan
BISKITA ini akan melayani para penumpang yang menuju dan berangkat dari LRT Harjamukti dengan rute trayek menuju Terminal Depok dan sebaliknya. Halaman all
(Kompas.com) 14/07/24 19:13 10767330
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan bus dengan skema layanan buy the service (BTS) bernama BISKITA Trans Depok di Stasiun Light Rail Transit (LRT) Harjamukti, Depok, Minggu (14/7/2024).
Budi mengatakan, BISKITA ini akan melayani para penumpang yang menuju dan berangkat dari LRT Harjamukti dengan rute trayek menuju Terminal Depok dan sebaliknya.
Ia memprediksi, kehadiran Biskita Trans Depok tersebut dapat mengurangi sekitar 2.000 mobil dan motor yang bergerak di jalan.
"Jika sepanjang hari ada 2.000 orang yang dapat terlayani melalui BISKITA, maka artinya paling tidak sebanyak 2.000 motor atau mobil pribadi tidak bergerak di jalan. Selain berbiaya murah, hal ini juga dapat mengurangi polusi dan kemacetan," kata Budi dalam keterangan tertulis, Minggu.
Budi mengatakan, Biskita Trans Depok akan beroperasi selama 16 jam dari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB dan dapat dinikmati secara gratis selama 6 bulan pertama.
Ia mengatakan, akan ada total 48 titik perhentian dengan total jarak lintasan 34 kilometer.
"Saat ini terdapat 14 unit kendaraan yang siap beroperasi serta 1 unit kendaraan cadangan dengan target sebanyak 7 ritase per unit. Selama 6 bulan di awal beroperasi, layanan ini dapat dinikmati secara gratis," ujarnya.
Menhub mengatakan, layanan BTS adalah skema pemberian subsidi berupa pembelian layanan dari perusahaan angkutan umum untuk penyelenggaraan angkutan penumpang umum di kawasan perkotaan kepada masyarakat.
Layanan ini, kata dia, diberikan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan kepada operator yang akhirnya dinikmati masyarakat.
Menurut Menhub, saat ini tercatat sudah ada 11 kota yang telah mengalokasikan APBD-nya untuk layanan BTS, yakni Padang, Pekanbaru, Gorontalo, Batam, Tangerang, Semarang, Surabaya, Bali, Surakarta, Jambi, dan Banjarmasin.
Ia mengapresiasi kota-kota yang sudah mulai melakukan pembiayaan yaitu membayar BTS dengan APBD sendiri.
"Seperti Padang dan Surakarta, mereka bukanlah kota-kota yang memiliki APBD tinggi, tetapi mereka menyadari bahwa APBD harus turut serta. Ini penting demi konektivitas angkutan umum yang lebih baik. Apa yang kita lakukan sekarang adalah stimulus atau percontohan agar antarmoda berjalan dan masyarakat terlayani dengan baik," tuturnya.
"Ke depan, semoga semakin banyak Pemda melakukannya. Saya yakin Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang mampu untuk mengalokasikan sebagian APBD, tidak perlu banyak," ucap dia.