Tak Lapor Polisi, Korban Dugaan Penipuan Lamaran Kerja Takut Perusahaan Punya "Backing"-an
Korban penipuan lowongan kerja di Duren Sawit, PS, ragu untuk melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi karena takut perusahaan punya backing-an. Halaman all
(Kompas.com) 15/07/24 15:33 10857204
JAKARTA, KOMPAS.com - Korban penipuan lowongan kerja di Duren Sawit, PS (24), ragu untuk melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi karena takut perusahaan punya backing-an.
Dia mengaku, dirinya sempat terpikir untuk melaporkan penipuan tersebut ke polisi, namun ia mengurungkan niatnya.
"Saya sempat mikir mau laporin, cuma mungkin mikir lagi, kira-kira itu kantornya ada backing-an enggak ya," ujar dia kepada Kompas.com, Senin (15/7/2024).
PS adalah seorang ibu rumah tangga asal Pondok Ranggon, Jakarta Timur yang tertipu modus lamaran pekerjaan. Dia dimintai uang sebesar Rp 1,7 juta saat melakukan wawancara di ruko itu.
Seusai ditipu pada Rabu (3/7/2024), dia berniat melaporkan hal tersebut ke polisi, namun setelah melihat kolom komentar Instagram terkait kasus serupa, ia menahan diri.
"Soalnya baca lewat komentar Instagram, ada banyak kantor yang bodong, tapi tetap merajalela, enggak ketangkap polisi," kata dia.
Dia akhirnya lebih memilih merelakan uang Rp 1,7 juta miliknya hilang begitu saja.
"Saya bingung bilang ke suami gimana, takut ngomong sama suami," ujar dia.
Untuk diketahui, sebuah video viral di media sosial menjelaskan pelamar kerja yang protes kepada pihak keamanan kantor karena diminta membayar sejumlah uang untuk dapat bekerja, Jumat (12/7/2024).
Dalam video tersebut, dijelaskan para pelamar kerja diharuskan membayar sebesar Rp 1,7 juta untuk memulai kerja.
#interview-bodong-duren-sawit #penipuan-kerja-duren-sawit #penipuan-bermodus-pencarian-kerja-di-duren-sawit #polisi-dibacok-saat-bubarkan-tawuran-di-duren-sawit