Luhut Klaim Harga Tiket Pesawat RI Termahal Kedua di Dunia, Pengamat: Justru Lebih Murah Halaman all
Pengamat penerbangan mengungkapkan fakta sebaliknya bahwa harga tiket pesawat Indonesia lebih murah ketimbang negara lain. Halaman all
(Kompas.com) 16/07/24 05:00 10924828
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat penerbangan Gerry Soejatman membantah klaim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut harga tiket pesawat di Indonesia termahal kedua di dunia setelah Brasil.
Gerry pun mengungkapkan fakta sebaliknya bahwa harga tiket pesawat Indonesia lebih murah ketimbang negara lain.
"Kalau berdasarkan sample random terbatas tadi, iya (lebih murah harga tiket pesawat di Indonesia ketimbang negara lain)," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (15/7/2024).
Dia membandingkan harga tiket pesawat domestik di Indonesia dengan harga tiket domestik di sejumlah negara lain, seperti Brasil, Amerika Serikat (AS), Italia, dan Argentina.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, harga tiket pesawat di Indonesia tercatat paling mahal kedua di dunia.
Di tingkat global, tingginya harga tiket maskapai udara di Indonesia hanya kalah dari Brasil. Sementara di ASEAN, Indonesia adalah negara yang rata-rata harga tiket pesawatnya paling mahal.
"Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dan negara berpenduduk tinggi, harga tiket penerbangan Indonesia jadi yang termahal kedua setelah Brasil," kata Luhut dikutip dari akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Minggu (14/7/2024).
Menurut pandangan Luhut, mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia karena dampak melonjaknya aktivitas penerbangan setelah meredanya pandemi Covid-19.
"Harga tiket penerbangan yang cukup tinggi dikeluhkan oleh banyak orang akhir-akhir ini, penyebabnya karena aktivitas penerbangan global yang telah 90 persen pulih dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi," beber Luhut.
Berdasarkan data IATA, pada 2024 akan ada 4,7 miliar penumpang global atau 200 juta penumpang lebih banyak daripada 2019.