Orang-Orang Kaya China Mulai Pindahkan Aset dari Singapura, Ada Apa?
Orang-orang kaya asal China memutuskan untuk memindahkan aset mereka dari Singapura ke Hong Kong.
(IDX-Channel) 16/07/24 12:11 10952957
IDXChannel - Orang-orang kaya asal China memutuskan untuk memindahkan aset mereka dari Singapura ke Hong Kong. Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya Hong Kong yang memberikan karpet merah untuk crazy rich sementara Singapura mulai mengawasi dana-dana ilegal.
Dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/7/2024), perusahaan New World Wealth dan Henley & Partners memperkirakan ada sekitar 200 jutawan yang akan pindah ke Hong Kong pada tahun ini berkat kebijakan relaksasi pajak family office dan kemudahan visa.
Sementara Singapura saat ini tengah mengawasi potensi dana pencucian uang senilai USD2,2 miliar atau Rp32 triliun yang membuat family office dan kekayaan orang-orang kaya masuk radar pemerintah.
Saat pandemi Covid-19 tahun 2020, banyak orang kaya yang masuk ke Singapura karena Hong Kong menerapkan aturan karantina yang ketat. Kini, banyak pelaku usaha yang kembali melirik Hong Kong karena kondisi bisnisnya mulai membaik di tengah langkah Singapura memperketat aturan pencucian uang.
Sepanjang tahun lalu, dana kelolaan investasi di Hong Kong menembus 31 triliun dolar Hong Kong, tumbuh 2,1 persen didorong oleh kinerja positif private banking dan manajemen aset. Dana asing meningkat tiga kali lipat di 2023 menjadi 390 miliar dolar Hong Hong.
Berdasarkan keterangan bankir yang enggan disebutkan namanya, langkah Singapura memperketat aturan pencucian uang membuat beberapa bank mulai mengatur ulang aturan know-your-costumer (KYC). Orang-orang kaya China di Singapura pun ikut menjadi sasaran.
Pada April 2024, bank sentral Singapura meluncurkan sebuah platform digital yang memungkinkan pertukaran data para pelanggan dalam rangka memerangi praktik pencucian uang. Sejak saat itu, orang-orang kaya China mulai khawatir dan meminta agar aset mereka dipindahkan.
"Bagi banyak miliarder China Daratan, karena mereka tidak menyukai intervensi dari pemerintah atau pemerintah memeriksa kekayaan pribadi mereka, maka atas dasar itulah mereka ingin memindahkan aset mereka keluar dari China," kata Profesor Keuangan di University of Hong Kong, Zhiwu Chen.
"Jika Singapura makan melakukan pemeriksaan yang banyak dan ketat seperti (pemerintah) China Daratan, lalu kenapa mereka kemudian harus ke sana (Singapura)?," katanya.
Chen mengaku tahu beberapa miliarder yang sudah bersiap untuk memindahkan family office mereka ke Hong Kong dari Singapura. Saat ini, bisnis private bank di Hong Kong tengah tumbuh dan kondisi sebaliknya terjadi di Singapura yang melambat. Hal ini mengindikasikan semakin sedikit dana asing yang masuk ke Singapura.
(RFI)