Harga Keramik Impor Berpotensi Naik

Harga Keramik Impor Berpotensi Naik

Keramik asal China akan dikenakan bea masuk anti dumping 199 persen. Halaman all

(Kompas.com) 16/07/24 19:20 10981987

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Indef, Andry Satrio Nugroho mengatakan, Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) berencana memberlakukan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) sebesar 199 persen untuk keramik asal China.

Andry mengatakan, hal tersebut akan berdampak terhadap konsumen lantaran pelaku usaha akan menaikkan harga keramik impor seiring dengan pemberlakuan aturan bea masuk tersebut.

"Konsumen semakin sedikit harga keramik makin mahal," kata Andry dalam diskusi di Jakarta, Selasa (16/7/2024).

Andry mengatakan, berdasarkan perhitungannya, rata-rata harga keramik jenis porcelain impor B1a ukuran 60x60 asal China di kisaran Rp 75.000 per meter persegi hingga Rp 80.000 per meter persegi.

Ia mengatakan, dengan diberlakukannya bea masuk, harga keramik akan melonjak menjadi Rp 150.000 per meter persegi hingga Rp 225.000 per meter persegi.

Sementara itu, harga keramik lokal dengan jenis sama berada di rentang Rp 70.000 per meter persegi hingga Rp 90.000 per meter persegi.

"Artinya ini cukup bersaing dengan produk impor," ujarnya.

Di samping itu, Andry mengatakan, akan ada expected inflation untuk harga keramik porcelain lokal setelah BMAD diterapkan.

Hal ini, kata dia, akan menyebabkan harga keramik porcelain lokal melonjak sekitar Rp 80.000 per meter persegi hingga Rp 120.000 per meter persegi.

Berdasarkan hal tersebut, ia meminta pemerintah berhati-hati sebelum menerapkan BMAD untuk keramik impor.

"Jangan sampai kita sudah mengeluarkan instrumen, pada akhirnya tidak kuat juga industri di dalam negeri," ucap dia.

#harga-keramik #harga-keramik-china #keramik-china #bea-masuk-anti-dumping-keramik

https://money.kompas.com/read/2024/07/16/192043126/harga-keramik-impor-berpotensi-naik