Pimpinan Pansus Sebut LaNyalla Tak Pernah Hadir Rapat Bahas Tatib DPD, Padahal Bagian dari Anggota
Pimpinan Pansus Tata Tertib DPD, Hasan Basri menyebutkan bahwa Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti tidak pernah hadir dalam rapat. Halaman all
(Kompas.com) 16/07/24 19:38 10986764
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib DPD, Hasan Basri menyebutkan bahwa Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti tidak pernah hadir dalam rapat pansus membahas perubahan tata tertib.
Padahal, kata dia, LaNyalla juga tercatat sebagai anggota Pansus itu sendiri.
"Dan yang paling penting kita ingat bahwa ketua DPD RI itu Pak LaNyalla adalah anggota pansus, yang selama rapat-rapat pansus tidak pernah mengikuti. Ya itu kan lucu. Masuk nama tapi tidak pernah mengikuti," kata Hasan dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Hasan menjelaskan bahwa Pansus Tata Tertib DPD sudah bekerja selama enam bulan.
Namun, tidak satu pun LaNyalla hadir dalam rapat tersebut.
"Saya kebetulan pimpinan pansus tata tertib, memang kami bekerja enam bulan dan kita perpanjang tiga bulan, bahkan Ketua DPD RI itu sebagai anggota Pansus tatib, silakan lihat SK-nya," jelas Ketua Komite III DPD ini.
KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA Ketua Komite III DPD RI, Hasan Basri dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2024) tentang ricuh sidang paripurna DPD.Lebih jauh, Hasan menilai persoalan perubahan tatib DPD itu seolah disetujui satu pihak, yaitu LaNyalla beserta pendukungnya.
Hal ini dilihat dari hasil pansus yang langsung diserahkan kepada pimpinan DPD, tanpa melalui prosedur persetujuan anggota DPD lainnya.
"Hasil pansus itu kok ditarik ke pimpinan, itu melanggar tata tertib Nomor 1 tahun 2022. Seharusnya itu tatib itu disusun dibuat kemudian ada caranya, apakah Anda sahkan dengan catatan, atau Anda tolak dengan catatan, bukan diserahkan kepada pimpinan DPD RI. Sebenarnya itu persoalannya," heran Hasan.
Oleh karena itu, dirinya menduga diubahnya tata tertib DPD untuk periode 2024-2029 agar LaNyalla kembali terpilih menjadi Ketua DPD.
"Itu kita duga sengaja dibuat seperti itu oleh mereka ingin mengesahkan tatib, karena sebelumnya mereka (LaNyalla) sudah deklarasi (sebagai) calon pimpinan yang sebenarnya deklarasi ini pun melanggar tata tertib," kata dia.
Untuk diketahui, pada 23 Juni 2024, sebanyak 90 anggota DPD RI sepakat untuk mendeklarasikan La Nyalla kembali menjadi Ketua DPD RI.
Dukungan pun diberikan sepaket dengan Nono Sampono, Elviana, dan Tamsil Linrung.
Belakangan, sidang paripurna DPD RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat pekan lalu berlangsung ricuh.
Para senator berbondong mendatangi meja pimpinan DPD RI dan berusaha menyerobot palu La Nyalla Mahmud Mattaliti.
Dari tayangan di Kompas TV, keributan terjadi karena La Nyalla kekeuh ingin mengesahkan tata tertib DPD RI untuk periode 2024-2029 dalam rapat paripurna tersebut.
Persoalannya, tata tertib itu mengakomodasi paket pimpinan DPD RI periode mendatang.