Kepada PWNU DKI Jakarta, Nahdliyin Peserta Pertemuan Presiden Israel Mengaku Malah Tekor?
Nahdliyin yang bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog atas nama pribadi
(Republika) 16/07/24 20:19 10988408
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lima aktivis NU yang berkunjung ke Israel diduga mendapatkan keuntungan besar dari pemerintah Israel. Namun, menurut Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma\'arif aktivis NU yang berkunjung ke Israel itu justru mengaku kepada dirinya, mereka harus merogok kocek sendiri.
Kiai Samsul mengaku tidak mengetahui NGO yang mengajak mereka ke Israel. Dia juga tidak mengetahui penyandang dana mereka pergi ke sana. Namun berdasarkan cerita salah satu aktivis yang ke sana, kata dia, justru mereka malah tombok.
"Saya telepon ya bahkan malah sebaliknya katanya sebagian modal sendiri. Jadi mungkin dia ingin mengatakan ada tuduhan orang oh ini dapat keuntungan besar dong, apalagi Israel, tapi ternyata menurut cerita itu dia sebagian malah tombok," ujar Kiai Samsul saat ditemui usai konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).
Menurut Kiai Samsul, Zionis Israel memang memiliki berbagai macam cara untuk mendapatkan simpati dunia. Karena itu, mereka juga mengincar orang-orang NU untuk diajak berkolaborasi. Padahal, yang diajak tersebut bukan atas nama organisasi NU.
"Namanya zionis dengan berbagai macam cara untuk mendapatkan simpatisan. Salah satunya memang ya yang cukup anu lah, mungkin NU dianggap organisasi besar. Mereka kan gak tahu ini pengurus atau bukan, ini siapa," ucap Kiai Samsul.
Seperti diketahui, salah satu aktivis NU yang berangkat ke Israel, Zainul Maarif termasuk salah satu pengurus Lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta. Kiai Samsul pun memohon maaf kepada masyarakat Indonesia atas adanya kunjungan salah satu anggotanya tersebut ke Israel.
"Tentu sebagaimana tadi disampaikan Gus Yahya saya secara pribadi minta maaf dan memintakan maaf kalau anak buah saya yang melakukan tindakan tak berkenan pada hati masyarakat yang sekarang tidak tepat waktu," kata Kiai Samsul.
Secara pribadi, dia pun telah bertanya langsung kepada Zainul Maarif terkait pertemuannya bersama Presiden Israel. Menurut Kiai Samsul, anak buahnya tersebut berangkat ke sana atas inisiatif pribadi.
"Saya secara pribadi sudah tanya, tapi jawabannya Zen berangkat inisiatif pribadi ada yang ajak untuk kepentingan penelitian," jelas Kiai Samsul.
Sebanyak lima Nahdliyin...
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan pertemuan lima orang warga NU (nahdliyin) dengan Presiden Israel Isaac Herzog tidak mewakili PBNU sebagai organisasi.
"Kami sudah mendapatkan konfirmasi dengan lembaga-lembaga terkait di bawah PBNU bahwa lembaga-lembaga yang personelnya berangkat itu sama sekali tidak tahu menahu, tidak ada mandat kelembagaan. Sehingga yang dilakukan oleh anak-anak tempo hari itu adalah tanggung jawab pribadi dan tidak terkait dengan lembaga," tegas Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Gus Yahya, sapaan akrabnya, menekankan berbagai kebijakan yang sifatnya hubungan kerja sama dengan lembaga lain baik dalam lingkup nasional maupun internasional harus melalui PBNU pusat.
Ia menambahkan ketetapan tersebut merupakan ketetapan yang sudah lama diterapkan, bahkan sejak periode kepengurusan sebelumnya.
"Bahkan, kalau ada pengurus daerah yang mengundang pejabat nasional harus lewat PBNU. Maka semua yang tidak lewat kelembagaan, organisasi tidak akan mengambil tanggung jawab," ujarnya.
Secara prinsip, kata Gus Yahya, PBNU telah menyerukan kepada seluruh warga dan kadernya bahwa pihaknya tidak akan mengadakan kerja sama apapun yang tidak bertujuan untuk membantu rakyat Palestina.
#intelektual-muda-nahdliyin #intelektual-muda #intelektual-muda-intelektual-muda-nahdliyin #nahdliyin-temui-israel #cendikiawan-nahdliyin #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #nahdlatul-ulama #kunjung