Korban Penipuan Loker di Duren Sawit Dimintai Uang Puluhan Ribu hingga Jutaan Rupiah

Korban Penipuan Loker di Duren Sawit Dimintai Uang Puluhan Ribu hingga Jutaan Rupiah

Uang yang diminta para pelaku ke korban jumlahnya beragam. Paling tinggi nominalnya mencapai Rp 1,7 juta. Halaman all

(Kompas.com) 17/07/24 15:36 11081986

JAKARTA, KOMPAS.com - Korban penipuan lowongan kerja oleh perusahaan bodong yang semula bermarkas di ruko Duren Sawit, Jakarta Timur, disebut dimintai sejumlah uang saat melakukan proses wawancara kerja.

Uang yang diminta para pelaku ke korban jumlahnya beragam. Paling tinggi nominalnya mencapai Rp 1,7 juta.

"Yang nominalnya paling tinggi itu yang diminta sampai Rp 1,7 juta," kata Zaky (55), sekuriti di kawasan ruko tersebut kepada Kompas.com, Selasa (16/7/2024).

Zaky mengatakan, salah seorang korban pernah bercerita bahwa ia mentransfer uang Rp 1,2 juta ke perusahaan saat proses wawancara.

Namun, korban diminta untuk mengirimkan uang tambahan sebesar Rp 500.000 dengan alasan untuk keperluan seragam.

"Setelah transfer itu, korban kemudian disuruh ke Kalideres karena katanya ditunggu lamarannya di sana," ujar Zaky.

"Sesampainya di Kalideres, dia cerita kalau enggak ketemu sama orang yang dijanjikan untuk menyerahkan lamaran itu," sambungnya.

Adapun modus penipuan lowongan kerja ini hampir selalu sama. Saat proses wawancara, korban dimintai uang untuk pembayaran seragam atau penyaluran kerja ke perusahaan lain.

"Katanya sih, PT-nya itu ada bermacam-macam. Cuma sebelum wawancara korban pasti dimintai uang dengan alasan untuk membayar seragam atau pendaftaran ke PT yang lain, jadi semacam penyaluran kerja gitulah," tambahnya.

Sementara itu, saksi lain bernama Banar (40) mengungkapkan, korban dimintai uang dengan jumlah yang beragam saat proses wawancara. Bahkan ada yang nominalnya hanya puluhan ribu.

"Sampai ada yang cuma punya duit Rp 20.000 itu tetap diminta, kan sudah kacau banget," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang beredar memperlihatkan adanya dugaan penipuan wawancara kerja.

Dalam video yang tersebar di Instagram dan TikTok, seorang pelamar kerja mengaku diminta membayar sejumlah uang ketika mengikuti proses wawancara kerja di sebuah perusahaan di Duren Sawit.

Terkait ini, seorang perempuan asal Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, berinisial PS (24) mengaku kehilangan uang sebesar Rp 1,7 juta setelah mengikuti proses wawancara kerja di perusahaan yang mengatasnamakan diri sebagai PT MLI.

PS tak sendirian saat mengikuti proses wawancara. Saat itu, Rabu (3/7/2024), sekitar belasan orang hadir mengikuti wawancara kerja.

"Waktu saya sesi ketiga, itu ada 14 orang jumlahnya," ujar dia kepada Kompas.com, Minggu (14/7/2024).

Saat proses wawancara, PS diiming-imingi gaji Rp 5,1 juta per bulan dengan tambahan uang makan Rp 100.000 setiap minggu jika dirinya diterima.

#interview-bodong-duren-sawit #penipuan-kerja-duren-sawit #penipuan-bermodus-pencarian-kerja-di-duren-sawit

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/17/15363071/korban-penipuan-loker-di-duren-sawit-dimintai-uang-puluhan-ribu-hingga