Modus Penipuan Lowongan di Duren Sawit: Korban Dimintai Uang untuk Seragam dan Penyaluran Kerja
Saat proses wawancara, para korban dimintai sejumlah uang yang disebut untuk pembayaran seragam atau penyaluran kerja ke perusahaan lain. Halaman all
(Kompas.com) 17/07/24 17:06 11086538
JAKARTA, KOMPAS.com- Penipuan lowongan kerja oleh perusahaan bodong yang semula bermarkas di sebuah ruko di Duren Sawit, Jakarta Timur, memiliki modus yang hampir selalu sama.
Saat proses wawancara, para korban dimintai sejumlah uang yang disebut untuk pembayaran seragam atau penyaluran kerja ke perusahaan lain.
"Katanya sih, PT-nya itu ada bermacam-macam. Cuma sebelum wawancara korban pasti dimintai uang dengan alasan untuk membayar seragam atau pendaftaran ke PT yang lain, jadi semacam penyaluran kerja gitulah," ungkap seorang saksi bernama Zaky (55) saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (16/7/2024).
Zaky mengatakan, uang yang diminta pelaku ke korban jumlahnya beragam.
"Yang nominalnya paling tinggi itu yang diminta sampai Rp 1,7 juta," kata dia.
Menurut pengakuan salah seorang korban kepada Zaky, mulanya korban sudah mentransfer uang ke pihak perusahaan senilai Rp 1,2 juta.
Namun, korban diminta untuk mengirimkan uang tambahan sebesar Rp 500.000 dengan alasan untuk keperluan membayar seragam.
"Setelah transfer itu, korban kemudian disuruh ke Kalideres karena katanya ditunggu lamarannya di sana," ujar Zaky.
"Sesampainya di Kalideres, dia cerita kalau enggak ketemu sama orang yang dijanjikan untuk menyerahkan lamaran itu," lanjut pria yang berprofesi sebagai sekuriti di ruko tersebut.
Saksi lainnya, Banar (40), menambahkan, setiap korban dimintai uang dengan jumlah yang beragam. Bahkan, ada yang nominalnya puluhan ribu rupiah.
"Sampai ada yang cuma punya duit Rp 20.000 itu tetap diminta, kan sudah kacau banget," ucapnya sambil terheran-heran.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang beredar memperlihatkan adanya dugaan penipuan wawancara kerja.
Dalam video yang tersebar di Instagram dan TikTok, seorang pelamar kerja mengaku diminta membayar sejumlah uang ketika mengikuti proses wawancara kerja di sebuah perusahaan di Duren Sawit.
Terkait ini, seorang perempuan asal Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, berinisial PS (24) mengaku kehilangan uang sebesar Rp 1,7 juta setelah mengikuti proses wawancara kerja di perusahaan yang mengatasnamakan diri sebagai PT MLI.
PS tak sendirian saat mengikuti proses wawancara. Saat itu, Rabu (3/7/2024), sekitar belasan orang hadir mengikuti wawancara kerja.
"Waktu saya sesi ketiga, itu ada 14 orang jumlahnya," ujar dia kepada Kompas.com, Minggu (14/7/2024).
Saat proses wawancara, PS diiming-imingi gaji Rp 5,1 juta per bulan dengan tambahan uang makan Rp 100.000 setiap minggu jika dirinya diterima.