Penipuan Lowongan Kerja di Duren Sawit, Karyawan Disebut Tak Pernah Interaksi dengan Warga Sekitar

Penipuan Lowongan Kerja di Duren Sawit, Karyawan Disebut Tak Pernah Interaksi dengan Warga Sekitar

Sependapat dengan Banar, saksi lain bernama Zaky (55) juga mengakui jika karyawan di ruko bernomor 1H itu sangat tertutup. Halaman all

(Kompas.com) 17/07/24 18:02 11090886

JAKARTA, KOMPAS.com - Para karyawan perusahaan bodong yang diduga melakukan penipuan di ruko kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, disebut tidak boleh bersosialisasi dengan warga setempat.

Seorang saksi bernama Banar (40) mengaku, ia tidak pernah melihat karyawan di ruko tersebut berinteraksi dengan warga sekitar.

"Kayaknya karyawan-karyawannya itu pada enggak boleh bersosialisasi," kata dia saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (16/7/2024).

"Jadi, misalnya ya, ada yang mau beli bakso, nanti ada office boy (OB) yang keluar. Itu makanan dibawa ke dalam. Orangnya enggak boleh keluar," lanjutnya.

Sependapat dengan Banar, saksi lain bernama Zaky (55) juga mengakui jika karyawan di ruko bernomor 1H itu sangat tertutup.

Pria yang berprofesi sebagai sekuriti di kawasan ruko tersebut mengatakan, dirinya tidak pernah mengobrol atau berinteraksi dengan karyawan ruko itu.

"Kita masing-masing saja sih, enggak pernah mau ikut campur juga. Soalnya dari awal sudah tertutup," ungkapnya.

Bahkan, kata Zaky, setiap ada yang selesai melakukan proses wawancara di ruko tersebut, pelamar tidak diperbolehkan untuk makan, minum, atau hanya sekadar duduk-duduk di warung terdekat.

"Meja ini pernah sampai digebrak sama sekuritinya gara-gara ada pelamar yang mau duduk-duduk sambil minum. Terus diusir enggak boleh minum di sini" imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang beredar di Instagram dan TikTok memperlihatkan seorang pelamar kerja mengaku diminta membayar sejumlah uang ketika mengikuti proses wawancara kerja di sebuah perusahaan di Duren Sawit.

Saksi bernama Banar mengungkapkan, korban dimintai uang dengan jumlah yang beragam saat proses wawancara, mulai dari ratusan ribu hingga lebih dari Rp 1 juta.

"Sampai ada yang cuma punya duit Rp 20.000 itu tetap diminta, kan sudah kacau banget," ucapnya.

Sampai saat ini, polisi mengaku belum menerima laporan terkait kasus penipuan lowongan kerja tersebut. Saat dilakukan pengecekan, ruko yang diduga menjadi markas penipuan tersebut sudah kosong.

"Terkait dengan kasus yang viral itu, langkah yang dilakukan Polres Metro Jakarta Timur adalah melakukan pengecekan di TKP," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (15/7/2024).

"Dan, didapat bahwa ruko yang dimaksud sampai saat ini kosong, tidak berisi," ujar dia.

Kendati demikian, polisi tetap akan menindaklanjuti kasus ini apabila ada laporan dari korban atau orang-orang yang merasa dirugikan.

"Tapi untuk kelanjutannya belum dapat kita tindaklanjuti, karena belum ada laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan sampai saat ini," ucap Nicolas.

Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dengan modus operandi penipuan secara online. Apalagi, sudah banyak kasus serupa yang dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur.

"Untuk itu, kami harap ada partisipasi seluruh warga masyarakat di wilayah Polres Metro Jakarta Timur, khususunya, untuk menyampaikan informasi dengan segera apabila ada modus-modus, ada perilaku-perilaku warga yang seperti," imbau Nicolas.

#interview-bodong-duren-sawit #penipuan-kerja-duren-sawit

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/17/18023381/penipuan-lowongan-kerja-di-duren-sawit-karyawan-disebut-tak-pernah