Utang Luar Negeri BI Naik Dua Kali Lipat, Tembus Rp 300 Triliun Halaman all
Posisi utang luar negeri (ULN) Bank Indonesia (BI) meningkat signifikan secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2024. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 17/07/24 13:57 11105638
JAKARTA, KOMPAS.com - Posisi utang luar negeri (ULN) Bank Indonesia (BI) meningkat signifikan secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2024.
Hal ini sebagaimana ditunjukan data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia edisi Juli 2024.
Berdasarkan data tersebut, posisi ULN BI mencapai 18,78 miliar dollar AS sampai dengan Mei 2024. Nilai itu setara sekitar Rp 304,24 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.200 per dollar AS.
PIXABAY/PUBLICDOMAINPICTURES Ilustrasi mata uang dollar AS.Lonjakan utang dinilai selaras dengan langkah BI menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada September 2023.
Instrumen surat berharga yang diterbitkan oleh BI itu banyak diburu oleh investor asing sejak pertama kali diluncurkan.
"Kenaikan ULN BI dikarenakan oleh meningkatnya kepemilikan asing di SRBI yang tenornya memang jangka pendek," ujar Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, kepada Kompas.com, Rabu (17/7/2024).
Meskipun posisi ULN meningkat signifikan, Josua menilai, BI masih bisa meminimalisir risiko kewajiban tersebut. Sebab, SRBI merupakan instrumen surat berharga dengan menggunakan underlying asset berupa surat berharga negara (SBN).
Josua menjelaskan, SBN yang dimiliki oleh BI memiliki karakteristik tenor dan imbal hasil yang lebih tinggi dari SRBI.
Dengan demikian, BI mampu menutupi imbal hasil SRBI yang diberikan kepada investor, lewat imbal hasil yang didapat dari SBN.
"Jadi yield SRBI yang cenderung tinggi ini bisa ditutupi oleh return dr SBN jangka panjang uang juga tinggi," katanya.
#utang-luar-negeri #bank-indonesia #srbi #sekuritas-rupiah-bank-indonesia-srbi