Sejarah Stasiun Klaten, Jalur Kereta Pertama Peninggalan Belanda
Stasiun Klaten pertama kali dibuka pada 9 Juli 1871 dan masih terus melayani penumpang hingga saat ini. Bagaimana sejarahnya? Simak ulasannya di sini.
(Kompas.com) 18/07/24 12:25 11176862
KOMPAS.com - Stasiun Klaten, yang secara geografis terletak di Tonggalan, Klaten Tengah, Jawa Tengah, ini merupakan bangunan peninggalan Belanda yang masih difungsikan hingga saat ini.
Dikutip dari laman resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Klaten termasuk salah satu bagian dari jalur kereta api pertama yang menghubungkan Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta/Jogja).
Stasiun kereta api kelas satu ini berada di ketinggian +151 meter di atas permukaan laut, yang masuk dalam wilayah pengelolaan KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta.
Lantas, bagaimana sejarah Stasiun Klaten?
Sejarah Stasiun Klaten
Menilik sejarahnya, Stasiun Klaten pertama kali dibuka pada 9 Juli 1871 oleh perusahaan kereta api swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschaapijj (NISM) dengan nama Station Klatten, bersamaan dengan pembukaan jalur Ceper-Klaten.
Artinya, bangunan Stasiun Klaten telah berusia lebih dari 1,5 abad, yang masih kokoh berdiri sampai saat ini.
Pembangunan Stasiun Klaten didasari oleh semakin berkembangnya perekonomian wilayah ini, teruma di bidang industri perkebunan yaitu gula.
Masa itu, gula menjadi komoditas ekspor yang sangat penting bagi Hindia Belanda, terutama pasar negara Eropa. Bahkan, Hindia Belanda termasuk salah satu daerah pengekspor gula terbesar di dunia.
Awal dibuka, bangunan stasiun ini masih sederhana dengan atap model pelana, bukaan pintu besar dengan jendela krapyak.
Di sisi peron stasiun ada teritisan atap panjang, serta bangunan toilet dibangun terpisah di sisi timur stasiun.
Saat awal dioperasikan, Stasiun Klaten melayani enam perhentian kereta api yakni dua perjalanan pulang-pergi Solo-Yogyakarta dan satu perjalanan pulang-pergi Semarang-Yogyakarta.
Dahulu perjalanan dari Klaten ke Solo membutuhkan waktu sekitar 45 menit, sedangkan perjalanan dari Klaten ke Yogyakarta ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit.
Pada awal abad ke-19, NISM memugar stasiun-stasiun di jalur Semarang-Solo-Yogyakarta, termasuk Stasiun Klaten yang direnovasi sekitar tahun 1903.
Dalam renovasi yang dilakukan, bangunan stasiun dibuat memanjang dengan fasad tengah yang lebih tinggi. Overkaping juga ditambahkan di sisi peron, dan dibangun gudang di sisi timur stasiun.
Renovasi kembali dilakukan pada tahun 1990, di mana atap bangunan tengah stasiun yang semula berbentuk pelana diubah menjadi atap prisma, dan beberapa ruang ditata ulang dengan fungsi baru.
#pt-kai #klaten #sejarah #stasiun-klaten #sejarah-stasiun-klaten #kapan-pertama-kali-stasiun-klaten-dibuka