HM Sampoerna (HMSP) juga Kena Downgrade , Tak Hanya Gudang Garam (GGRM)

HM Sampoerna (HMSP) juga Kena Downgrade , Tak Hanya Gudang Garam (GGRM)

Tak hanya Gudang Garam (GGRM), rating HM Sampoerna (HMSP) juga diturunkan (downgrade). Simak juga target harga baru saham HMSP. - Halaman all

(InvestorID) 18/07/24 14:35 11190279

JAKARTA, investor.id – Tak hanya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), peringkat atau rating PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga diturunkan (downgrade), karena produsen rokok tier 1 masih menghadapi tantangan berat tahun ini.

BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan, kenaikan harga rokok terus membebani pertumbuhan volume penjualan. Berdasarkan survei, produk rokok HM Sampoerna mengalami penyesuaian harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 8,4% ytd pada Juli 2024 dibandingkan 6,1% ytd pada kuartal I-2024.

Kenaikan harga rokok tersebut diyakini sebagai upaya untuk mengurangi dampak dari tarif cukai yang lebih tinggi. Pada 2019-2024, tarif cukai telah meningkat dengan CAGR (compounded annual growth rate/CAGR) sebesar 16% untuk sigaret kretek mesin (SKM) dan 6% untuk sigaret kretek tangan (SKT). Bandingkan dengan kenaikan upah minimum sebesar 4,9% pada periode yang sama.

“Kami juga mengamati bahwa kenaikan harga rokok selama 5 tahun terakhir, ditambah dengan pelemahan daya beli, terus menyebabkan peningkatan penjualan rokok ilegal secara bertahap,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya.

Di sisi lain, pemerintah baru nantinya kemungkinan menargetkan belanja fiskal yang lebih tinggi. Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa perubahan peraturan cukai 2025 tidak akan menguntungkan perusahaan rokok, terutama tier 1.

Sementara itu, hingga kuartal I-2024, HM Sampoerna mencatatkan volume penjualan sebanyak 20 miliar batang atau naik 1,6% yoy. Itu berarti pangsa pasar emiten berkode saham HMSP tersebut mencapai 27,5% dibandingkan 2023 yang sebesar 28,6% dan kuartal I-2023 sebesar 28,5%.

“Kami mempertahankan perkiraan pertumbuhan volume penjualan HMSP tahun ini, tetapi menurunkan proyeksi pertumbuhan volume pada 2025 menjadi 1,2% yoy dari sebelumnya 1,5% yoy,” ungkap Natalia.

Adapun dengan penurunan estimasi kenaikan ASP produk HMSP pada 2024 dan 2025 sebesar 10,8% dan 8,3% yoy dari sebelumnya 11,8% dan 8,2%, BRI Danareksa Sekuritas memprediksi pertumbuhan pendapatan HMSP pada 2024 dan 2025 masing-masing sebesar 11% dan 9,6% yoy.

Di tengah tekanan terhadap daya beli yang terus berlanjut, BRI Danareksa Sekuritas mengantisipasi peningkatan kontribusi produk-produk bernilai HMSP, yang dapat menyebabkan penurunan grossprofitmargin (GPM) 2024-2025 sebesar 20 bps menjadi 16,5% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 16,7%.

“Secara keseluruhan, kami memangkas perkiraan laba inti HMSP pada 2024 dan 2025 masing-masing sebesar 2,5% dan 0,5% menjadi Rp 8,2 triliun (tumbuh 1,5% yoy) dan Rp 8,9 triliun (naik 8,4% yoy),” sebut Natalia.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

BRI Danareksa Sekuritas menegaskan bahwa produsen rokok tier 1 seperti HMSP dan GGRM masih menghadapi sejumlah tantangan, karena penurunan perdagangan yang dipicu pelemahan daya beli masih berlangsung, serta adanya peraturan yang tidak menguntungkan.

Karena itu, BRI Danareksa Sekuritas menurunkan rating menjadi hold untuk saham HMSP. Target harga saham HMSP juga diturunkan menjadi Rp 730 dari sebelumnya Rp 1.100.

Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas juga menurunkan rating GGRM menjadi hold. Target harga saham GGRM dipangkas menjadi Rp 17.500 dari sebelumnya Rp 24.000.

Secara keseluruhan, estimasi laba bersih GGRM pada 2024 dan 2025 dipangkas masing-masing sebesar 42% dan 47% menjadi Rp 4 triliun (turun 25% yoy) dan Rp 4,1 triliun (naik 1,7% yoy). Asumsi pertumbuhan volume GGRM pada 2024-2025 diturunkan menjadi -13% dan -8% yoy dari sebelumnya -5% dan 0% yoy.

Prospek GGRM tetap menantang di tengah proyeksi lemahnya pertumbuhan volume, yang bisa saja menunda penyesuaian harga lebih lanjut dan mendorong pergeseran bauran produk menuju produk bernilai. Perseroan baru-baru ini mengumumkan tidak akan membagikan dividen dari laba bersih 2023, karena untuk modal kerja.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #hmsp #saham-hmsp #ggrm #hm-sampoerna #gudang-garam #laba-hm-sampoerna #laba-gudang-garam #rekomendasi-saham #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/367354/hm-sampoerna-hmsp-juga-kena-downgrade-tak-hanya-gudang-garam-ggrm