Alasan Erick Thohir Gabung BUMN Karya: Sering Rebutan Tender
Dengan penggabungan BUMN Karya maka masing-masing perusahaan infrastruktur pelat merah akan memiliki fokus bisnisnya. Halaman all
(Kompas.com) 19/07/24 05:30 11260788
JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan alasan dilakukannya penggabungan antara BUMN Karya. Salah satunya, karena sering terjadi perebutan tender antar-BUMN Karya.
Adapun Kementerian BUMN berencana mengintegrasikan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan PT Hutama Karya (Persero), serta PT PP (Persero) Tbk dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Menurut Arya, rebutan tender sering terjadi pada proyek-proyek pemerintah, di mana pada akhirnya setiap BUMN Karya \'banting harga\' untuk bisa memenangkan tender tersebut.
"Supaya jangan lagi adu-adu tender, habis-habisan. Mereka (BUMN Karya) itu banting-banting harga yang buat mereka rugi. Itu juga yang membuat industri konstruksi ini enggak sehat," ujarnya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Arya bilang, dengan penggabungan BUMN Karya maka masing-masing perusahaan infrastruktur pelat merah akan memiliki fokus bisnisnya.
Dengan adanya spesifikasi bisnis yang digarap masing-masing BUMN Karya, maka tidak akan lagi terjadi persaingan yang merugikan BUMN Karya.
"Semua tahapan yang kita lakukan akan membuat masing-masing (BUMN Karya) punya spesifikasi dan spesialisasi," kata Arya.
"Antar BUMN banting-bantingan harga, itu enggak sehat. Makanya kita mau sehatkan mereka, dengan cara seperti ini (penggabungan)," lanjutnya.
Terkait proses konsolidasi BUMN Karya, Arya bilang, saat ini masih dalam pembahasan antara Kementerian BUMN dengan Kementerian PUPR.
Ia pun memastikan, untuk integrasi Waskita Karya dengan Hutama Karya akan rampung tahun ini. Nantinya, Waskita Karya bakal jadi anak usaha Hutama Karya.
Dalam proses integrasi ini, dilakukan audit secara menyeluruh terhadap kedua BUMN Karya tersebut. Audit ini termasuk pula soal aset yang dimiliki masing-masing BUMN.
"Targetnya selesai tahun ini," tutup Arya.
Sebagai informasi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal melebur 7 BUMN karya menjadi hanya 3 perusahaan. Peleburan atau konsolidasi pun sedang diproses.
"Karya sudah konsolidasi, dalam tahap proses menggabungkan 7 karya menjadi 3 perusahaan karya," ujarnya dalam dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Ia menuturkan, Nindya Karya dan Brantas Abipraya akan dilebur ke Adhi Karya. Kemudian Wijaya Karya atau Wika akan dilebur ke PT PP, serta Waskita Karya dilebur ke Hutama Karya atau HK.