Geopolitik Makin Panas, Imbal Hasil SUN Kian Menanjak
Imbal haril SUN diperkirakan akan mengalami peningkatan pada pekan ini. Hal itu didorong oleh situasi geopolitik yang semakin memanas. - Halaman all
(InvestorID) 22/07/24 04:00 11647886
JAKARTA, investor.id – Imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan mengalami peningkatan pada pekan ini. Hal itu didorong oleh situasi geopolitik yang semakin memanas.
Analis Pendapatan Tetap PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin memperkirakan yield SUN tenor 10 tahun akan bergerak dalam rentang 6,8%-7,2%. "Situasi geopolitik sepertinya menjadi lebih panas, yang mana saya lihat akan memunculkan lebih banyak spekulasi di pekan ini," jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (21/7/2024).
Nasrudin melanjutkan, pada pekan lalu yield SUN 10 tahun merangkak naik dari 6,944% pada 12 Juli 2024 menjadi 6,950% pada 19 Juli 2024. Meski pergerakanya masih sesuai dengan prediksi yakni 6,8-7,2%, yield sempat turun hingga level 6,2% sejalan dengan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menyiratkan sikap dovish lantaran inflasi hampir menyetuh target di level 2%.
Menurutnya, Sikap dovish The Fed meningkatkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga, yang kemungkinan juga akan diikuti oleh Bank Indonesia (BI). Pemangkasan suku bunga ini diharapkan menjadi katalis bagi prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja emiten. Hal inilah yang mendorong investor asing keluar dari pasar surat utang dan membukukan beli bersih sebesar Rp 1,91 triliun di pasar saham, setelah beberapa waktu terakhir pasar saham terkoreksi karena kekhawatiran tentang dampak suku bunga tinggi terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik.
Ahmad tetap mempertahankan rentang prediksi untuk yield SUN 10 tahun di 6,8%-7,2% pada pekan ini. Dengan kecenderungan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya di 6,944%. "Saya memperkirakan yield akan sedikit naik dan kembali bergerak di sekitar 7% di pekan depan," jelas Nasrudin.
Konflik Geopolitik
Kedepan, lanjutnya, konflik geopolitik yang makin memanas akan menjadi perhatian investor. Kabar terbaru menyebutkan bahwa serangan udara dari Israel kepada awak militer Yaman, Houthi membuat situasi diantara kedua belah pihak makin membara. Selain itu, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China juga memanas seiring dengan meningkatnya intensi pelatihan militer yang dilakukan oleh angkatan militer Taiwan.
Selain itu, pasar sedang menantikan data-data perekonomian seperti inflasi PCE dan data pertumbuhan ekonomi AS. Disis lain, keputusan bank sentral Kanada dan rilis HCOB Manufacturing PMI Flash Jerman juga akan dinantikan oleh pasar. Mengingat Jerman merupakan negara dengan perekonomian terbesar di kawasan Zona Euro.
"Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, yield SUN diperkirakan akan sedikit naik dan kembali bergerak di sekitar 7% pada pekan ini. Pasar akan terus memantau perkembangan geopolitik dan data ekonomi untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya," pungkas Ahmad.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #surat-utang-negara #sun #konflik-geopolitik #yield-sun #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/367669/geopolitik-makin-panas-imbal-hasil-sun-kian-menanjak