Sering Terabaikan, Ini 12 Cara Mencapai Work Life Balance

Sering Terabaikan, Ini 12 Cara Mencapai Work Life Balance

Mencari tahu cara mencapai work life balance atau keseimbangan pekerjaan dan kehidupan adalah hal penting yang kerap luput dipikirkan.

(Kompas.com) 22/07/24 15:05 11674036

KOMPAS.com - Mencari tahu cara mencapai work life balance atau keseimbangan pekerjaan dan kehidupan adalah hal penting yang kerap luput dipikirkan.

Memang tidak ada rumus pasti untuk work life balance karena solusinya akan berbeda-beda pada setiap individu.

Jadi, penting bagi kita untuk mencobanya dan menemukan formulasi yang tepat.

Hal terpenting adalah melakukan perubahan kecil untuk mengurangi beban dan tekanan demi mencapai keseimbangan dalam waktu singkat.

Berikut sejumlah cara mencapai work life balance seperti dilansir dari Verywell Mind dan Better Up.

Cara mencapai work life balance

1. Buat perencanaan

Menciptakan work life balance dalam hidup dimulai dengan mencari tahu apa yang menyebabkan masalah sejak awal.

Apakah jam kerja kita terlalu panjang? Atau apakah kewajiban pekerjaan membuat kita tidak punya waktu luang? Apakah kita merasa tidak punya kendali atas jadwal kehidupan?

Buatlah rencana yang dipersonalisasi tentang bagaimana kita akan menangani keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sehingga kita bisa menemukan strategi mana yang efektif.

Pastiman membuat pembagian antara pekerjaan dan kehidupan di luar pekerjaan. Hal ini penting untuk mengaburkan batas anyata kehidupan pribadi dan profesional.

2. Atur strategi produktivitas

Gunakan teknik produktivitas seperti timer untuk bekerja dalam waktu yang didedikasikan dan lebih fokus.

Blokir semua gangguan lainnya pada waktu tersebut sehingga kita bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

3. Manfaatkan teknologi

Gunakan aplikasi untuk memblokir situs web yang mengganggu selama waktu kerja atau membantu mengalokasikan waktu kerja sekaligus memininalisasi gangguan.

4. Meluangkan waktu makan bersama rekan kerja

Bahkan jika bekerja dari rumah, kita perlu meluangkan pergi makan siang atau sekadar ngopi bareng kolega.

Perubahan suasana akan menyegarkan dan tentu saja akan mengingatkan kita untuk makan sesuatu di sela pekerjaan.

5. Luangkan waktu istirahat

Pastikan tetap meluangkan waktu jeda atau beristirahat.

Tak masalah untuk merencanakan waktu pergi pribadi atau berlibur demi memelihara kesejahteraan diri.

6. Latihan kesadaran

Latihan kesadaran akan membantu menghindarkan kita dari ketidakseimbangan.

Dengan mempraktikkan teknik mindfulness, seperti meditasi atau kesadaran pernapasan, kita bisa melatih diri agar lebih selaras dalam hal emosi dan sensasi fisik.

7. Temukan hobi di luar pekerjaan

Freepik Ilustrasi hobi membaca.

Jika memiliki sesuatu yang ingin dilakukan setelah bekerja, akan lebih mudah untuk memutuskan sambungan dari pekerjaan atau mengakhiri hari pada waktu yang ditentukan.

Hobi juga akan meningkatkan energi dan vitalitas kita. Ketika kita membiarkan kreativitas diri terasah, kita bisa menjadikan diri lebih segar dan kembali siap bekerja pada waktunya.

8. Berkomunikasi dengan atasan langsung

Work life balance yang buruk seringkali diperparah oleh ketakutan bahwa kita selalu tidak cukup baik.

Berbicaralah dengan atasan untuk membantu kita menyusun prioritas.

Jika benar-benar ada terlalu banyak yang harus dilakukan, mungkin saatnya untuk berbicara tentang mempekerjakan bantuan tambahan atau membagikan tugas-tugas tertentu pada orang lain.

9. Jangan bekerja di luar jam kerja

Hal ini mungkin terdengar jelas dan sederhana, tetapi praktiknya cukup sulit dilakukan.

Ketika jam kerja selesai, pastikan kita selesai dengan segala hal yang berkaitan dengan kantor.

Itu termasuk tidak memeriksa email kantor, melihat notifikasi pesan terkait pekerjaan, atau bahkan mencicil pekerjaan karena alasan tanggung.

Jika kita membiarkannya, bahkan untuk tugas sederhana sekalipun, maka hal itu akan mengganggu waktu pribadi.

Kebiasaan ini jika dibiarkan berlangsung dalam waktu lama dapat memicu tekanan dan stres yang justru bisa mengalihkan perhatian kita sepenuhnya dari benar-benar santai atau sepenuhnya hadir selama jam kerja.

10. Ketahui tanda-tanda kelelahan

Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang kacau bisa membuat kita kelelahan fisik dan mental.

Kelelahan ini lebih dari sekadar lelah dan tidak termotivasi, melainkan mencapai kondisi di mana kita merasa sangat lelah dan hampa sehingga hampir tidak bisa menghadapi kehidupan sehari-hari, apalagi peduli dengan pekerjaan.

Pastikan menyadari tanda-tandanya dan mencari bantuan jika dibutuhkan.

11. Berkonsultasi dengan profesional

Jika sudah merasa kewalahan, terjebak, atau tidak tahu harus mulai dari mana untuk mencoba lebih baik, cobalah mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor.

Kepada mereka, kita bisa mengajukan pertanyaan yang tepat dan membantu mengidentifikasi perubahan mana yang perlu dilakukan untuk memberikan dampak terbesar terhadap kehidupan kita.

12. Mempertimbangkan untuk berganti pekerjaan

Terakhir, jika semua upaya rasanya sudah dilakukan tetapi kesejahteraan mental masih belum didapatkan dan kita masih kewalahan menghadapi tuntutan harian, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan langkah yang lebih serius, yakni berhenti dan mencari pekerjaan baru.

Luangkan waktu untuk melihat posisi lain di bidang yang sedang dijalani atau bahkan jika ingin berpindah bidang. Cobalah pelajari apakah tempat potensial tersebut memungkinkan kita mencapai work life balance yang lebih baik.

Menemukan pekerjaan yang benar-benar kita sukai bisa menjadi cara yang bagus untuk merasa lebih positif tentang keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan di luar pekerjaan.

#work-life-balance #cara-mencapai-work-life-balance #cara-mendapatkan-work-life-balance

https://lifestyle.kompas.com/read/2024/07/22/150500420/sering-terabaikan-ini-12-cara-mencapai-work-life-balance