Laba Reasuransi Ambles, Imbas Pencadangan Besar-Besaran
Pencadangan klaim besar-besaran berdampak laba ambles cukup dalam untuk reasuransi. Kinerja keuangan masih ditopang hasil investasi. - Halaman all
(InvestorID) 22/07/24 20:02 11700177
JAKARTA, investor.id – Laba bersih reasuransi konvensional ambles 29,48% secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2024. Salah satu penyebabnya adalah pencadangan klaim yang masih tinggi, meski mulai bergerak menurun.
Mengacu statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih reasuransi mencapai Rp 342,47 miliar pada Mei 2024. Angka itu turun 29,48% dibandingkan Mei 2023 yang sebesar Rp 485,61 miliar.
Kenaikan pencadangan klaim menjadi sebesar Rp 334,11 miliar adalah salah satu faktor laba belum dapat diakumulasi secara optimal. Pencadangan klaim ini tercatat naik 530,31% (yoy) pada Mei 2024, sebagai salah satu upaya pengelolaan risiko dari pihak reasuransi.
Adapun pencadangan besar-besaran itu sebenarnya telah terjadi sejak awal tahun. Nilainya masih relatif tinggi, namun tekanannya cenderung mulai mereda jika dibandingkan kenaikan pencadangan klaim posisi April 2024 yang sebesar Rp 461,90 miliar.
Di samping itu, produksi premi reasuransi nasional terbilang cukup positif dengan perolehan Rp 12,76 triliun. Nominal pendapatan premi itu tumbuh dalam kisaran tinggi yakni sebesar 20,49% (yoy) sampai Mei 2024.
Selain produksi premi meningkat, industri reasuransi juga mulai menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan risiko. Tercermin dari klaim bruto yang tercatat turun tipis 1,81% (yoy) menjadi Rp 4,64 triliun.
Dengan kinerja demikian, sayangnya hasil underwriting masih tercatat turun cukup dalam sebesar 67,68% (yoy) menjadi Rp 179,58 miliar pada Mei 2024. Padahal dalam periode sama tahun sebelumnya, hasil underwriting sempat mencapai Rp 555,71 miliar.
Sisi profitabilitas reasuransi saat ini lebih banyak ditopang dari hasil investasi yang terbang 58,33% (yoy) menjadi sebesar Rp 531,56 miliar. Reasuransi sendiri punya total aset investasi mencapai Rp 20,18 triliun, dimana penempatan khususnya pada surat berharga negara (SBN), deposito berjangka, dan reksa dana.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #reasuransi #laba-reasuransi #klaim-reasuransi #asuransi #premi-reasuransi #hasil-investasi #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/finance/367754/laba-reasuransi-ambles-imbas-pencadangan-besarbesaran