Rekor, Warga Korsel Lulusan Kuliah Tidak Bekerja Mencapai 4,06 Juta
Jumlah warga Korea Selatan (Korsel) lulusan kuliah yang tak mempunyai pekerjaan atau berusaha mencari pekerjaan mencetak rekor di Juni 2024.
(IDX-Channel) 23/07/24 16:02 11805853
IDX Channel - Jumlah warga Korea Selatan (Korsel) lulusan kuliah yang tak mempunyai pekerjaan atau berusaha mencari pekerjaan mencetak rekor di Juni 2024. Angkanya mencapai 4,06 juta orang.
Dikutip dari The Korea Herald, Selasa (23/7/2024), jutaan warga Korsel tersebut dikategorikan sebagai kelompok yang tidak aktif secara ekonomi. Mereka adalah warga negara berusia 15 tahun ke atas yang tidak dapat atau tidak mau bekerja. Mereka ini termasuk mahasiswa, ibu rumah tangga, mereka yang tengah menyiapkan ujian PNS, dan orang-orang yang berhenti bekerja.
Jumlah kelompok ini naik sekitar 72 ribu dari periode yang sama tahun lalu dan merupakan yang tertinggi sejak pemerintah merilis data tersebut sejak 1999. Angka ini bahkan mengalahkan rekor yang pernah terjadi sebelumnya pada 2021 saat pandemi Covid yang untuk pertama kalinya menyentuh angka empat juta.
Pada 2022, jumlah kelompok ini turun kemudian kembali naik dua tahun setelahnya. Sementara itu, rasio lulusan kuliah dalam populasi yang tak bekerja juga menyentuh rekor 25,1 persen. Artinya, satu dari empat warga Korsel yang tidak bekerja adalah lulusan kuliah.
Berdasarkan laporan CNA News Asia, sebagian besar mereka yang tak bekerja karena pasar tenaga kerja di Korsel sangat ketat di mana perusahaan tak membuka cukup lowongan pekerjaan.
Han Sung Ju, perempuan berusia 28 tahun tak kunjung mendapatkan pekerjaan meski dia lulusan universitas ternama di Seoul dengan gelar master. Dia mengikuti magang hingga tiga kali usai lulus, namun lamarannya ke 100 perusahaan tak berbalas.
"Pasar tenaga kerja sangat keras dalam beberapa tahun terakhir, bahkan situasinya makin menantang dengan penurunan kondisi ekonomi. Perusahaan menghentikan pembukaan lowongan kerja, terutama untuk posisi yang berpengalaman," katanya.
Selain itu, banyak warga Korsel yang ingin bekerja di perusahaan besar supaya bisa memperoleh gaji besar pula. Di Korsel, gap gaji antara perusahaan besar dan usaha menengah kecil amat timpang.
"Awalnya saya mengincar posisi bergaji 50 juta won (per tahun), tapi sangat jarang kecuali perusahaan besar yang bisa menawarkan gaji seperti itu. Jadi saat ini saya melamar posisi dengan gaji di atas 40 juta won saja, tapi saya juga melamar posisi dengan gaji di bawah itu," tuturnya.
Saat ini, 50 juta won setara Rp585 juta per tahun atau Rp48,75 juta sebulan. Upah minimum Korsel per Januari 2024, 9.620 per jam dengan jam kerja sebulan antara 40-50 jam.
(RFI)