Kepsek Minta Guru Honorer yang Ikut Kontrak Kerja Individu Tak Diadu dengan Lulusan Baru
Kepala sekolah meminta agar guru honorer yang akan mengikuti KKI tidak diadu dengan lulusan baru karena kuotanya terbatas. Halaman all
(Kompas.com) 24/07/24 10:27 11911253
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala sekolah SMAN 112 Jakarta Barat, Mutia, menyampaikan permohonan terkait jatah formasi Kontrak Kerja Individu (KKI) yang dibuka untuk guru honorer kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Ia meminta, guru honorer yang akan mengikuti KKI tidak diadu dengan lulusan baru. Sebab, kuota KKI hanya 1.700, sementara guru honorer saat ini mencapai 4.000.
"Permohonan kami, 1.700 KKI yang akan diadakan di bulan Agustus, dari 4.000 (guru honorer). Kalau diadu (dengan) fresh graduate, yang lulus fresh graduate. Rasanya tidak adil, ini (guru honorer) sudah mengabdi," kata Mutia sebagai perwakilan kepala sekolah dalam rapat dengan Disdik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2024).
Mutia berharap, para guru honorer yang sudah mengabdi beberapa tahun di sekolah diprioritaskan untuk mengikuti KKI.
Kemudian, Mutia ingin keringanan konsekuensi kepala sekolah yang sudah telanjur merekrut guru honorer.
Ke depannya, Mutia dan para kepala sekolah se-Jakarta telah berjanji di hadapan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi bahwa tidak akan mengangkat guru honorer lagi.
"Kami sudah janji kemarin di depan Pj Gubernur, kami janji di depan Bapak, kami janji, \'bagi yang mengangkat lagi guru honorer, pecat\'. \'Siap\' (jawab guru dalam sumpah)," kata Mutia.
Sebelumnya diberitakan, jumlah guru honorer yang terkena cleansing di Jakarta berdasarkan catatan dari Dinas Pendidikan mencapai 141 orang.
Guru-guru tersebut telah dipanggil untuk dilakukan penataan administrasi saat pertemuan dengan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi di Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (20/7/2024).
Heru menegaskan, 4.000 guru honorer di DKI Jakarta direkomendasikan untuk mendapatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Ribuan guru honorer yang akan diprioritaskan mendapat Dapodik itu adalah mereka yang bekerja sebagai tenaga honorer pada 2017 hingga Desember 2023.
"Harus ada cut off date-nya, yaitu Desember 2023, itu (kita) dorong untuk dapat data dapodik," ucap Heru di Velodrome, Minggu.
Heru juga menyarankan agar para guru honorer di Jakarta mengikuti seleksi KKI sesuai dengan aturannya pada Agustus 2024.
Sementara 2.300 sisanya, bisa mengikuti program KKI di tahun 2025. Untuk mengikuti seleksi KKI, para guru honorer tidak diwajibkan memiliki Dapodik.
#guru-honorer-jakarta #cleansing-honor-guru-honorer #guru-honorer #cleansing-guru-honorer