Terminal Tanjung Priok yang Identik Kriminalitas, Dulu Penodongan kini Marak Penjabretan
Terminal Tanjung Priok di tengah bayang-bayang aksi kejahatan. Dari penodongan, kini marak penjambretan. Halaman all
(Kompas.com) 24/07/24 19:20 11955122
JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, sampai saat ini disebut belum lepas dari bayang-bayang aksi kriminalitas dan premanisme.
Bandit-bandit disebut masih berkeliaran hingga aksi kejahatan jalanan yang dialami masyarakat masih sering terjadi di tempat pemberhentian transportasi publik di Jakarta Utara ini.
"Betul, Tanjung Priok ini identik sekali dengan masalah kriminal," ujar Kepala Terminal Tanjung Priok Muzofar Surya Alam, Selasa (23/7/2024).
Penjambretan
Aksi kriminal yang masih sering terjadi di Terminal Tanjung Priok adalah tindak penjambretan.
Para pelaku biasanya menggunakan sepeda motor saat merampas barang bawaan penumpang.
"Penjambretan yang sering dilakukan dengan sepeda motor, kalau penodongan s
sudah enggak ada," kata Muzofar.
Bahkan, tindak kriminal itu di Terminal Tanjung Priok biasanya meningkat menjelang hari besar yakni momen Idul Fitri, Natal, dan sebagainya.
"Kadang musiman, terutama saat event-event hari besar, nah itu mereka mulai marak penjambretan," ujar Muzofar.
Muzofar mengatakan, pihaknya telah meminimalisasi aksi tindak kejahatan di Terminal Tanjung Priok dengan berkoordinasi bersama aparat kepolisian.
"Cuma kita berbenah diri, sedikit demi sedikit bekerja sama dengan jajaran kepolisian, baik Polsek Tanjung Priok maupun dengan Polres Tanjung Priok," kata Muzofar.
Petugas pernah dibacok
Muzofar mengaku, lebih memilih koordinasi dengan polisi mengenai penanganan aksi kejahatan di Terminal Tanjung Priok guna mengurangi resiko kepadanya dan anak buahnya.
Sebab, kata Muzofar, anggotanya pernah berupaya menangkap pelaku tindak kriminal, tetapi malah terluka.
"Kalau menangkap justru kita berbahaya, pernah anggota saya secara reflek ikut menangkap malah dia menjadi korban, kena tebas," ucap Muzofar.
Sejak kejadian itu, pihak pengelola Terminal Tanjung Priok, selalu menahan diri menangkap pelaku tindak kriminal. Apalagi, pengelola jumlahnya sangat terbatas.
Maraknya kejahatan itu menghantui seorang wanita bernama Fitri (28) yang tak lain merupakan penumpang angkutan JakLingko di Terminal Tanjung Priok.
Fitri mengaku takut dan khawatir ketika mengantre untuk menunggu armada di terminal.
"Ya, cemas banget apa lagi daerah Priok termasuk rawan banget aksi kejahatan, banyak jambret di sini," ucap Fitri.
Apalagi arena mengantre JakLingko di Terminal Tanjung Priok sendiri berada di bagian pojok dan minim penerangan.
Selain itu, area mengantre ini juga hanya beratapkan langit. Tak ada tempat duduk untuk para penumpang JakLingko menunggu.
Oleh karenanya, para penumpang harus waspada menjaga barang bawaan masing-masing agar tidak menjadi sasaran para penjahat.
"Ini makanya tas saya di kedepanin mulu, saya peluk," terang Fitri.
(Reporter : Shinta Dwi Ayu | Editor : Fitria Chusna Farisa)
#antrean-jaklingko-di-terminal-tanjung-priok #terminal-tanjung-priok #jakarta-utara