Penghasilan Tak Menentu, Jukir Liar Roxy Mas Harap Bisa Segera Dapat Pekerjaan Tetap
Tomi (35) berharap bisa segera mendapat pekerjaan tetap agar bisa berhenti menjaga parkir liar di depan Roxy Mas, Halaman all
(Kompas.com) 24/07/24 18:51 11955138
JAKARTA, KOMPAS.com - Tomi (35) berharap bisa segera mendapat pekerjaan tetap agar bisa berhenti menjaga parkir liar di depan Roxy Mas, Gambir, Jakarta Pusat.
"Kalau ada kerjaan ya kerja. Kerja apa gitu, PPSU lah," ujar Tomi saat ditemui di seberang Roxy Mas, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2024).
Selama bekerja menjadi juru parkir (jukir), Tomi mengaku tidak punya penghasilan yang tetap. Padahal, dia menjaga lokasi parkir sejak pukul 09.00 WIB hingga Roxy Mas tutup pada pukul 22.00 WIB.
"Enggak tentu (penghasilannya). Rp 80.000 kalau lagi ramai. Kalau lagi sepi paling Rp 50.000," jelas dia.
Ayah satu orang anak ini mengaku tidak pilih-pilih soal pekerjaan. Dia hanya berharap bisa segera mendapat pekerjaan yang tetap.
"Ya (kerja) apa aja sih, yang cepat (dapat) aja gitu. Yang penting ada," lanjut dia.
Sebagai jukir, Tomi punya jatah libur selang-seling dengan temannya. Sistem yang mereka sepakati adalah satu hari kerja dan di hari berikutnya libur.
Tapi, ayah satu anak ini mengaku tidak betah berada di rumah. Dia lebih memilih untuk pergi bekerja meski sedang libur sekalipun.
"(Saat libur) kadang bantu orang, apaan gitu. Kalau ada kerjaan, bongkaran (rumah) atau apa gitu," imbuh Tomi.
Dia mengaku sering ikut temannya membuang puing bekas bangunan. Setelah bekerja seharian, dia diberi jatah Rp 50.000.
Tomi merupakan tulang punggung keluarga. Istrinya fokus menjaga anak mereka yang tahun ini berusia lima tahun.
Setiap harinya, Tomi rela pulang pergi naik Transjakarta dari kontrakannya di Cengkareng, Jakarta Barat ke Roxy Mas demi menghemat biaya.
Sebelum menjadi jukir, tepatnya di tahun 2016-2019, Tomi sempat bekerja di salah satu perusahaan penyedia CCTV di Cengkareng, Jakarta Barat.
Selama tiga tahun, dia bolak-balik Bandara Soekarno-Hatta untuk memasang dan merapikan kabel CCTV di sana. Saat itu, setiap bulannya Tomi digaji Rp 3 juta.
Sayangnya, kontrak kerja Tomi habis pada Oktober 2019 dan tidak diperpanjang lagi. Akhirnya, dia pun diajak oleh sepupunya untuk membantu menjaga parkiran di Roxy Mas.
Tomi mengaku khawatir mendengar adanya wacana penataan pelintasan kereta api di wilayah Roxy Mas. Jika hal tersebut terjadi, dia khawatir lahan parkirnya yang biasa di kolong flyover terpaksa digeser ke Jalan Subur Raya. Lokasi ini tentu lebih sempit dari yang biasanya.
Dia mengaku sempat dipanggil ke kantor Kecamatan Gambir bersama beberapa jukir dan pedagang kaki lima di sekitaran Roxy Mas. Tapi, hasil pertemuan itu tidak membuahkan hasil bagi Tomi dan para jukir.
"Untuk parkiran belum ada solusinya," imbuh Tomi.