Gagal Bayar Segmen UMKM Bengkak, BRI Kocok Ulang Komposisi Portofolio Kredit

Gagal Bayar Segmen UMKM Bengkak, BRI Kocok Ulang Komposisi Portofolio Kredit

BRI terdampak signifikan atas kondisi membengkaknya gagal bayar di segmen UMKM. 

(Kontan) 25/07/24 10:29 12039636

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Sebagai salah satu bank yang fokus pada pembiayaan UMKM, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terdampak signifikan atas kondisi membengkaknya gagal bayar di segmen UMKM. Di mana, secara industri, Non Performing Loan (NPL) UMKM tengah menjadi sorotan.

Hingga periode semester I-2024, BRI mencatat NPL secara bank only naik 10 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 3,21%. Secara rinci, segmen kecil dan mikro menjadi yang paling tinggi kenaikannya masing-masing 76 bps dan 72 bps menjadi 5,05% dan 2,95%.

Sementara itu, BRI terbantu dengan membaiknya kualitas kredit untuk segmen korporasi. Sebab, ada perbaikan NPL korporasi yang cukup signifikan dari 4,83% menjadi sekitar 3,07%.

Dengan adanya pemburukan dan perbaikan di beberapa segmen tersebut tampaknya berdampak pada perubahan komposisi kredit yang dimiliki BRI.

Bank yang dekat dengan wong cilik ini justru mulai nyaman dengan segmen korporasi yang kontribusinya hingga separuh pertama 2024 menjadi 18%, naik dari periode sama tahun lalu yang berkontribusi sekitar 15,5%.

Di sisi lain, portofolio kredit BRI di segmen kecil dan mikro juga turut susut dalam hal kontribusi. Segmen kredit kecil turun dari 18,9% ke 17,4%, sementara segmen kredit mikro turun dari 48,1% ke 46,6%.

Direktur Utama BRI Sunarso membenarkan bahwa itu menjadi salah satu strategi yang diterapkan oleh bank pelat merah ini. Ia bilang bahwa jika memang sedang ada pemburukan kualitas di segmen tersebut, tak perlu dipaksakan untuk tumbuh.

“Jangan memaksakan diri untuk tumbuh di situ. Karena begitu kita kasih kredit, 3 bulan macet, kasih kredit, 6 bulan macet. itu jangan sampai terjadi dan kita harus tetap tumbuh di UMKM tapi sangat selektif,” ujar Sunarso, Kamis (25/7).

Sunarso bilang, dalam hal ini BRI telah memperketat kriteria risk acceptance dan portfolio guideline. Sementara, untuk portofolio kredit yang sudah menjadi aset bank, itu pun dipilah mana yang masih baik dan yang masih kadang bermasalah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk kredit-kredit bermasalah yang dimiliki BRI, maka akan dilakukan opsi restrukturisasi.

Ia bilang saat ini bank masih dapat melakukan restrukturisasi sesuai ketentuan umum yang berlaku dan selama ini memang dilakukan oleh bank.

“Kalau sudah tidak bisa direstrukturisasi ya terpaksa hapus buku, tapi di situlah pencadangan akan berbicara,” tandasnya.



#bank-bri #kredit-umkm #kredit-perbankan #risiko-kredit-perbankan #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank #n-a

https://keuangan.kontan.co.id/news/gagal-bayar-segmen-umkm-bengkak-bri-kocok-ulang-komposisi-portofolio-kredit