Soal Konsep Sewa Rumah Rakyat, Begini Tanggapan Apersi
Lewat RTO, masyarakat bisa menyewa rumah terlebih dahulu untuk kemudian menjadi pemilik dengan sejumlah syarat dan ketentuan. Halaman all
(Kompas.com) 25/07/24 12:00 12046455
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dihadapkan dengan masalah backlog rumah yang mencapai 9,9 juta.
Direktur Utama PT Jababeka (Persero) Tbk Setyono Djuandi (SD) Darmono berpendapat, pemerintah salah konsep dalam menangani masalah ini.
Alih-alih mendorong masyarakat untuk membeli rumah, pendiri perusahaan properti raksasa tanah air ini mengusulkan agar pemerintah membangun rumah rakyat untuk disewakan.
"Jadi rakyat kita yang masih belum mampu beli rumah, sudah mampu untuk sewa. Jadi yang diperlukan oleh rakyat kita itu adalah Hak Pakai, bukan Hak Milik. Nah pemerintah approach-nya adalah selalu dijual kepada yang belum punya kemampuan," ucapnya dalam media gathering di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Di sisi lain, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah berpendapat bahwa bila masyarakat seterusnya menyewa, maka bisa dikatakan tidak ada perbaikan ekonomi dan kesejahteraan.
"Kalau sewa seumur hidup berarti tidak ada perbaikan ekonomi, perbaikan kesejahteraan," katanya saat ditemui dalam Rakernas Apersi 2024 di Hotel Pullman Central Park, Grogol, Jakarta Barat pada Selasa (23/7/2024).
Sebagai solusi, Junaidi mengusulkan konsep rent to own(RTO) untuk semakin digencarkan guna mengurangi backlog rumah.
Lewat RTO, masyarakat bisa menyewa rumah terlebih dahulu untuk kemudian menjadi pemilik dengan sejumlah syarat dan ketentuan.
"RTO itu sebenarnya mengatasi masyarakat yang non-bankable. Sewa dulu, kalau lancar sampai pada periodenya, lunas, (menjadi) miliknya," tuntas Junaidi.