Hasil Survei: Penantang Anies yang Potensial Hanya Dua, Kaesang tak Dilirik Warga Jakarta
Hampir 40 persen warga Jakarta memilih Anies dalam simulasi terbuka.
(Republika) 26/07/24 05:05 12138023
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Hasil survei terkini dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Anies Baswedan menempati elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon gubernur (cagub) Jakarta. Dalam survei tersebut juga menunjukkan, hanya ada dua calon yang potensial menjadi penantang Anies, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ridwan Kamil.
“Hampir 40 persen, tepatnya 39,7 persen itu memilih Anies Baswedan,“ kata Peneliti Utama Indikator Burhanuddin Muhtadi, di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Berdasarkan simulasi terbuka (top of mind) itu, lanjut dia, Ahok meraih elektabilitas sebesar 23,8 persen. Sedangkan Ridwan Kamil meraih elektabilitas sebesar 13,1 persen. “Nama-nama yang lain kecil-kecil di bawah 1,5 persen,” ujarnya.
Dalam simulasi semi terbuka 40 nama calon, Anies juga meraih elektabilitas tertinggi sebesar 41,7 persen, lalu Ahok 27 persen, dan Ridwan Kamil 15,4 persen. Adapun nama-nama lain di luar ketiganya, kata Burhanuddin, elektabilitasnya cenderung kecil, yakni di bawah 2 persen, di antaranya Tri Rismaharini (1,7 persen), Erick Thohir (1,5 persen), Ahmad Sahroni (0,8 persen), Raffi Ahmad (0,8 persen), hingga Sri Mulyani Indrawati (0,8 persen).
“Kemungkinan munculnya kuda hitam di luar dari Ahok atau Ridwan Kamil sepertinya kecil karena waktu makin lama makin dekat ke pemilu sementara tidak mudah menaikkan elektabilitas di Jakarta,” ucapnya.
Selanjutnya dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Anies pun kembali menempati urutan teratas dengan raihan 43,8 persen, disusul Ahok 32,1 persen, dan Ridwan Kamil 18,9 persen. Namun, keunggulan elektabilitas ini belum memastikan Anies akan menang di kontestasi perebutan kursi Jakarta 1.
“Jadi Anies memang unggul cukup signifikan dibanding dua nama lain, tapi yang menarik keunggulan Anies ini tidak mencapai 50 persen,” katanya.
Survei yang dilakukan pada 18 hingga 26 Juni 2024 itu dilakukan dengan metode multistage random sampling yang diikuti sebanyak 800 responden. Wawancara dilakukan secara tatap muka, dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Kaesang Pangarep tak mempersoalkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang menyebut mayoritas pemilih PSI di Jakarta justru mendukung Anies dan Ahok untuk Pilkada 2024. “Enggak masalah. Ini kan hanya dinamika untuk di Pilkada khususnya di DKI Jakarta,” kata Kaesang.
Dia juga menilai, Anies dan Ahok sebagai tokoh yang layak memimpin Jakarta, terlebih keduanya punya rekam jejak yang baik selama memimpin Jakarta. Menurutnya, Anies dan Ahok sudah berbuat banyak untuk Jakarta. "Jadi, saya rasa beliau-beliau berdua ini memang sangatlah pantas kalau misalnya konstituen PSI memilih Pak Anies dan Pak Ahok,” kata Kaesang.
Terlepas dari itu, PSI belum menentukan sikapnya di Pilkada Jakarta. Partai berlambang bunga mawar itu juga sejauh ini belum mengumumkan tokoh-tokoh yang mereka dukung untuk maju di Pilkada Jakarta. Kaesang menyebut untuk daerah-daerah strategis, misalnya seperti Jakarta dan Jawa Tengah, PSI meminta publik sabar terkait pilihan mereka.
“27 Agustus sebentar lagi, nggak akan lama, satu bulan lagi,” kata adik Gibran Rakabuming Raka tersebut.
#pilkada-jakarta #hasil-survei-pilkada-jakarta #elektabilitas-cagub-jakarta #pilgub-jakarta-2024 #kaesang-cagub-jakarta #kaesang-cagub-jateng #pilkada-jateng #anies-baswedan #hasil-survei-indikator-pol