Peringati Peristiwa Kudatuli, Kantor DPP PDI-P Dipenuhi Spanduk Dukungan untuk Megawati

Peringati Peristiwa Kudatuli, Kantor DPP PDI-P Dipenuhi Spanduk Dukungan untuk Megawati

Pengamatan Kompas.com di lokasi, terdapat sekitar sembilan spanduk yang terpasang di gerbang DPP PDI-P. Halaman all

(Kompas.com) 26/07/24 14:11 12185155

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah spanduk berisi dukungan untuk Ketua Umum PDI-PMegawati Soekarnoputri memenuhi pintu gerbang kantor DPP partai berlambang banteng tersebut di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2024).

Pengamatan Kompas.com di lokasi, terdapat sekitar sembilan spanduk yang terpasang di gerbang DPP PDI-P.

Spanduk-spanduk berwarna hitam dan merah ini bertuliskan “Wahai penguasa jangan ganggu Megawati Soekarnoputri”, “Utamakan kepentingan organisasi, singkirkan ambisi pribadi”; “Megawati Soekarnoputri simbol reformasi Indonesia” dan “Tragedi 27 Juli 1996 belum selesai”.

Sementara itu, tertulis juga “Megawati Soekarnoputri, Yes” ; “Kongres! Nggak lah Yow”; “Mega yes, congres no”; “Kongres lagi, Kongres lagi, tak usyah yaa”; “Diam itu emas bukan berarti takut”.

Terlihat juga bendera Partai Demokrasi Indonesia yang lama persis di bawah bendera merah putih dan bendera PDI-P.

Dua spanduk hitam raksasa pun digantung di bagian depan kantor DPP. Spanduk ini bertuliskan “#tidaklupa, #kamitidaklupa, Kudatuli”.

Sejumlah massa sudah terlihat berkumpul di depan kantor DPP PDI-P. Salah satunya Sahrul Batubara (58).

Jauh-jauh dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sahrul dan 60 orangnya akan ikut long march dari Kantor DPP PDI-P menuju Komnas HAM di Jalan Latuharhary, Menteng.

“Ini untuk memperingati mengenang kejadian PDIP (Kudatuli),” ujar Sahrul saat dimintai keterangan, Jumat.

Sahrul mengaku dirinya baru bergabung dengan PDI-P setelah peristiwa Kudatuli terjadi. Namun, loyalitasnya terbukti kokoh karena sudah bersama dengan partai berlogo banteng ini selama tiga periode.

Peringatan ini juga diikuti oleh beberapa organisasi di tingkat masyarakat. Salah satunya, Gerakan Nasional Tani Indonesia (GNTI).

Salah satu anggotanya, Megafani (65) mengaku ikut long march ini sebagai bentuk solidaritas untuk memperingati peristiwa yang menimpa partainya.

Fani sendiri merupakan anggota PDI. Dia bergabung pada tahun 1985. Tapi, setelah perpecahan terjadi, Fani memilih untuk masuk basis pendukung Megawati.

Massa akan melakukan long march dari Kantor DPP PDI-P di Jalan Diponegoro, Menteng, Cikini, menuju Kantor Komnas HAM yang berada di Jalan Latuharhary, Menteng.

Berdasarkan informasi yang didapat Kompas.com, aksi ini dijadwalkan mulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa Kudatuli

Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 terjadi karena ada perebutan kantor DPP PDI antara massa dari kubu Megawati Soekarnoputri dengan massa dari kubu Soerjadi.

Insiden yang menewaskan 5 orang dan menyebabkan 149 orang luka-luka serta 23 orang dinyatakan hilang disebut sebagai Peristiwa Kudatuli, atau akronim dari Kerusuhan dua puluh tujuh Juli.

Kudatuli terjadi di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat.

Kerusuhan bermula dari perebutan kantor DPP PDI antara massa dari kubu Megawati Soekarnoputri dengan massa dari kubu Soerjadi.

Pada saat itu, PDI tengah didera dualisme kepemimpinan yang diawali dari terpilihnya Megawati sebagai ketua umum (ketum) berdasarkan kongres luar biasa (KLB) di Surabaya.

Namun, beberapa saat setelahnya Soerjadi juga menyatakan dirinya terpilih menjadi ketum partai berlambang banteng itu berdasarkan KLB Medan.

Saat kerusuhan terjadi, massa yang terlibat bentrok melakukan aksi pelemparan dan kekerasan yang berujung pada jatuhnya korban luka dan tewas.

#pdi-p #kudatuli #megawati-soekarnoputri #peristiwa-kudatuli

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/26/14110071/peringati-peristiwa-kudatuli-kantor-dpp-pdi-p-dipenuhi-spanduk-dukungan