Profil eFishery, Dapat Pinjaman Bank hingga Pendanaan Rp3 Triliun Sebelum PHK
eFishery mengumumkan PHK. Perusahaan sempat mendapat pinjaman dari sejumlah bank hingga pendanaan seri D sebelum akhirnya melakukan PHK.
(Bisnis.Com) 26/07/24 14:51 12186609
Bisnis.com, JAKARTA — eFishery sempat mendapat pinjaman dari sejumlah perbankan seperti OCBC, DBS hingga mengantongi pendanaan seri D senilai Rp3 triliun dari sejumlah modal ventura ternama sebelum akhirnya memutuskan melakukan perampingan.
Perubahan strategi perusahaan kemudian membuat perusahaan memutuskan untuk melakukan restrukturisasi.
Berikut profil eFishery yang didirikan oleh Gibran Huzaifah 10 tahun lalu.
Perjalanan eFishery bermula pada Oktober 2013 yang diinisiasi oleh para pendiri. Setahun berikutnya, perusahaan melakukan tahap pengembangan awal, termasuk penelitian dan uji prototipe eFeeder, dengan hanya 3 pendiri.
Berjalannya waktu, eFishery memulai dari sebuah rumah sewaan pada 2015. Di sana, eFishery tumbuh dan mendirikan kantor pusat serta gudang pertamanya untuk memperluas produksi dan penjualan.
Pada 2016, eFishery mulai memproduksi massal eFeeder dan secara resmi meluncurkan produk ini untuk semua Pembudidaya Ikan di Indonesia. eFeeder merupakan alat pemberi makan ikan dan udang otomatis yang dapat dikontrol dan disesuaikan melalui ponsel.
“eFeeder terbukti efektif mempercepat panen, menjaga kualitas air, mengoptimalkan FCR, dan menghasilkan panen yang merata,” demikian yang dikutip pada Jumat (26/7/2024).
Selanjutnya, pada 2017, eFishery meluncurkan eFeeder Shrimp untuk mendukung Petambak Udang dalam proses distribusi pakan, melengkapi jajaran eFeeder yang tersedia untuk penggunaan komersial.
Tak berhenti di sana, eFishery terus melakukan ekspansi dengan mendirikan unit bisnis baru, yaitu eFresh pada 2018. Unit bisnis ini diharapkan bisa memberikan distribusi produk ikan air tawar.
Pada 2019, eFishery meluncurkan program Kabayan untuk membantu Pembudidaya Ikan mendapatkan akses ke institusi finansial yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perusahaan yang berkantor pusat di Kota Bandung itu kemudian mendirikan eFisheryPoint pertama pada 2020, dan terus berkembang hingga mencapai 280 Kota/Kabupaten di Indonesia.
Lebih lanjut, eFishery memperbaharui usaha bisnisnya menjadi tiga area fokus utama, di antaranya distribusi ikan, udang, dan produk perikanan.
Dua tahun lalu atau pada 2022, eFishery memperkenalkan eFarm dan eFeeder 5 serta telah tumbuh dengan tim lebih dari 2.000 eFisherians yang berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.
Masih mengacu unggahan blog di laman resminya, eFishery mengklaim sebagai perusahaan Aquaculture Intelligence pertama yang mengembangkan inovasi di bidang Akuakultur.
“Sebagai salah satu industri yang tumbuh paling cepat, Akuakultur dapat memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan keamanan pangan global,” ungkapnya.
Pinjaman DBS
Pada tahun Oktober 2022, eFishery mendapat pinjaman dari Bank DBS sebesar Rp500 miliar, yang digunakan untuk memperluas portofolio pinjaman eFishery.
Diketahui, eFishery turut menggelontorkan pinjaman kepada para peternak tambak untuk membantu mereka tumbuh. Kesepakatan pinjaman ini juga menjadi yang pertama didapatkan eFishery dari bank.
Pinjaman OCBC
Co-Founder & Chief Executive Officer eFishery, Gibran Huzaifah mengatakan, dana Rp500 miliar itu akan dimanfaatkan oleh eFishery untuk sejumlah keperluan. "Kami akan hubungkan pembudidaya ikan ke pasar yang lebih luas, termasuk ke pasar ekspor," ujarnya.
eFishery sendiri mempunyai fasilitas pinjaman modal kerja untuk pembudidaya lewat program Kabayan. Total hampir 20.000pembudidaya yang sudah mendapatkan penyaluran pinjaman tersebut.
Pinjaman OCBC
9 February 2023, eFishery mendapatkan pinjaman bilateral dari OCBC NISP senilai Rp250 miliar sebagai modal.
Dana segar ini akan dipakai untuk membiayai kebutuhan modal kerja dalam mendukung pertumbuhan penjualan dalam negeri dan peningkatan ekspor.
Kerja sama ini merupakan lanjutan setelah tahun lalu, kedua perusahaan memulai kerja sama yang dituangkan dalam pemberian dukungan pembiayaan kepada pembudidaya eFishery melalui program KTA Cashbiz OCBC NISP yang disalurkan oleh layanan Kabayan eFishery.
Pendanaan Seri D Rp3 Triliun
Setelah meraih pendanaan dari sejumlah perbankan, pada 7 Juli 2024 eFishery yang bergerak di sektor akuakultur mengamankan pendanaan Seri D senilai 200 juta USD (sekitar Rp3 triliun).
Rencananya, pendanaan tersebut digunakan untuk mengakselerasi target perusahaan dalam mengembangkan komunitas pembudidaya di Indonesia dan meningkatkan transaksi di eFishery.
Putaran pendanaan seri D ini dipimpin oleh 42XFund, yang didukung oleh Association Wang Association, responsive Ability, 500Globals (perusahaan modal ventura multitahap), serta beberapa investor baru lainnya.
Investor awal eFishery seperti Northstar, Temasek, dan Softbank juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini. Selain itu, ada pula Goldman Sachs yang secara eksklusif bertindak sebagai penasihat pendanaan.
Juli 2024 PHK
Setelah meraih pendanaan seri D, setahun berselang eFishery melakukan PHK untuk jumlah yang tidak disebutkan.
Vice President of Public Affairs eFishery Muhammad Chairil mengatakan bahwa keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang sangat matang berdasarkan restrukturisasi dan perubahan strategi bisnis perusahaan. “Dan eFishery memahami dampaknya terhadap para individu,” kata Chairil dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (26/7/2024).
#efishery #kredit #efishery #perbankan #efishery-ocbc #efishery-dbs #perbankan #efishery-unikorn #efishery-phk #n-a