9.000 Mahasiswa Baru UI Ikut Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Mulai Kuliah
Pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kebutuhan mahasiswa baru terkait kesehatannya dalam rangka melaksanakan perkuliahan.
(MedCom) 26/07/24 14:10 12187623
Jakarta: Universitas Indonesia (UI) menggelar pemeriksaan kesehatan kepada 9.000 mahasiswa baru program D3/D4 dan S1 Tahun Akademik 2024/2025 di Klinik Satelit, Kampus Depok, Jawa Barat. Pemeriksaan digelar pada 22 Juli hingga 2 Agustus 2024 dengan kuota 1.000 pasien per hari tanpa dipungut biaya.Kepala Klinik Satelit UI, Dhanasari Vidiawati Sanyoto, menyebut pemeriksaan kesehatan merupakan langkah penting. Ini untuk memastikan kebutuhan mahasiswa baru terkait kesehatannya dalam rangka melaksanakan perkuliahan.
“Pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit agar mahasiswa dapat dipenuhi kebutuhannya dalam menempuh masa studi, secara aman dan sehat," kata Dhanasari dalam keterangan tertulis yang dikelaurkan UI, Jumat, 26 Juli 2024.
Dia mencontohkan mahasiswa baru yang terdeteksi terkena TB paru akan diproses untuk memperoleh pengobatan selama 7 bulan. Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa juga diharapkan terhindar dari penyakit kronis, seperti stroke, darah tinggi, dan diabetes.
"Sehingga sejak muda faktor risikonya perlu ditata laksana dengan baik,” ujar dia.
Pemeriksaan kesehatan meliputi serangkaian tes, termasuk pemeriksaan fisik umum, tes kesehatan mental, tes darah, tes gizi, pemeriksaan pendengaran, pemeriksaan mata, dan tes kebugaran. Pemeriksaan menggunakan peralatan medis canggih dan standar untuk memastikan akurasi dan kenyamanan pasien.
Bagi mahasiswa yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, Klinik Satelit akan memberikan kartu Pembatasan Aktivitas Fisik (PAF) selama pelaksanaan kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK).
Koordinator Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian Klinik Satelit UI, Trevino Aristarkus Pakasi, menjelaskan untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan, setiap mahasiswa harus mengunduh dua aplikasi pendukung, yakni DoctorTool dan Hear WHO. Aplikasi DoctorTool digunakan untuk mengisi kuisioner kesehatan dan reservasi jadwal, sedangkan aplikasi Hear WHO dibutuhkan untuk skrining kesehatan pendengaran.
Dalam tahapan pemeriksaan, mahasiswa mengisi riwayat kesehatan pribadi, keluarga, dan mental, serta kebutuhan khusus pada formulir kesehatan. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan fisik dan antropometri meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, pernapasan) serta pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang dan pinggul.
Hasil pemeriksaan yang terekam dalam data medis elektronik akan menjadi acuan dokter untuk merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti lab darah, rontgen, hematologi, konsultasi psikolog, atau pemeriksaan kesehatan lain sesuai kebutuhan.
“Kami berkomitmen menjaga kesehatan mahasiswa baru agar mereka mencapai prestasi optimal. Jika ditemukan masalah kesehatan, pasti akan ditindaklanjuti dan dipertimbangkan apakah perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak," tutur Trevino.
Namun, kata dia, ada beberapa masalah kesehatan yang dapat langsung diskrining, seperti kesehatan mental, paru-paru, dan masalah laboratorium. Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan fisik karena gangguan kesehatan mental dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan lainnya.
Febi, mahasiswa Program Studi Sastra Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan, mengakui pentingnya program tersebut bagi mahasiswa baru. Menurutnya, pemeriksaaan kesehatan ini untuk mengetahui kondisi kesehatan mahasiswa agar UI dapat menyediakan fasilitas kesehatan yang sesuai.
"Jadwal pemeriksaan yang dapat ditentukan melalui janji temu sangat membantu mahasiswa baru yang memiliki jadwal kegiatan padat. Dengan begitu, kami hanya perlu datang sesuai jadwal yang ditentukan, sehingga tidak perlu antre hingga mengular," kata Febi.
Dia juga mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas. Mereka memberikan arahan jelas di setiap sesi, ramah, dan melakukan pemeriksaan dengan efektif.
"Ini tentu memberi kami rasa tenang selama proses pemeriksaan,” ujar Febi.
Program pemeriksaan kesehatan ini juga melibatkan beberapa unit lain, yakni Direktorat Operasi dan Pemeliharaan Fasilitas (DOPF), Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI), serta Direktorat Kemahasiswaan. Kolaborasi unit-unit ini menunjukkan komitmen UI dalam memastikan kesejahteraan dan kesiapan para mahasiswa dalam menempuh pendidikan.
Mahasiswa baru diharapkan dapat menjalani masa studi dengan lancar dan sukses dengan kesehatan yang terjaga.
| Baca juga: Top! Mahasiswa UI Borong Penghargaan di Forum Farmasi se-Asia Pasifik |
(REN)
#universitas-indonesia #maba-ui #mahasiswa-baru-ui #pemeriksaan-kesehatan #klinik-satelit-ui