KPU Tangsel Mulai Susun DPHP dan Sinkronisasi Data Hasil Coklit Pilkada 2024
KPU Tangsel memastikan proses coklit yang berlangsung sejak 24 Juni 2024 hingga 24 Juli 2024 sudah selesai 100 persen. Halaman all
(Kompas.com) 26/07/24 16:28 12195221
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) dan melakukan sinkronisasi data hasil pencocokan dan penelitian (coklit) Pilkada 2024.
Komisioner KPU Tangsel Divisi Perencanaan Data dan Informasi (rendatin), Widya Victoria mengatakan, penyusunan akan dilakukan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi DPHP.
"Sesuai Keputusan KPU 799 Tahun 2024, selanjutnya akan ada rapat pleno terbuka rekapitulasi DPHP di tingkat PPS dan PPK," ujar Widya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/7/2024).
KPU Tangsel memastikan proses coklit yang berlangsung sejak 24 Juni 2024 hingga 24 Juli 2024 sudah selesai 100 persen.
"Coklit sudah rampung 100 persen ke Tangsel, kemarin terakhir masa kerja Pantarlih datang menyampaikan laporan ke PPS," kata dia.
Adapun data pemilih yang diterima oleh KPU selama proses coklit, yaitu 1.052.963 pemilih.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 30.000 orang dari data Pemilu 2024 sebelumnya, yakni sebanyak 1.023.638 pemilih.
"Sejumlah data pemilih yang diterima totalnya 1.052.963, tentunya didata juga pemilih baru," kata dia.
Namun, KPU Tanagsel masih perlu melakukan pemutakhiran lagi karena diduga akan ada pengurangan data pemilih jelang hari pemungutan suara nanti.
"Belum tentu karena ada pemutakhiran. Dicermati dari hasil coklit, ada pengurangan karena meninggal, pindah domisili, anggota TNI/Polri, WNA," imbuhnya.
Selama proses coklit, ada sejumlah kendala yang dialami oleh para Pantarlih di lapangan. Salah satunya, yaitu banyaknya masyarakat yang tinggal di perumahan.
Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka, mengingat perumahan elit adalah tempat tinggal yang memiliki banyak aturan ketat bagi orang baru.
"Kalau untuk perkampungan-perkampungan cukup dimudahkan. Hanya khusus PR (tugas) di Tangsel itu karena banyaknya cluster-cluster bisa dibilang elit," kata dia.
Sabagi contoh di Kecamatan Pondok Aren, di sana ada dua kelurahan, yakni Pondok Karya dan Pondok Jaya, yang terdiri dari perumahan elit.
"Karena memang kendalanya di situ tantangannya, ada perumahan-perumahan elit yang sulit masuk karena berbagai alasan tapi sejauh ini on progres juga," jelasnya.
Namun, hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk para Pantarlih. Apalagi TPS di dua kelurahan itu tidak banyak, seperti di Pondok Jaya yang hanya 16 TPS.
"Itu tantanganlah, sebenarnya bukan masalah, tapi tantangan," tutupnya.