Pendapatan Pertamina Geothermal (PGEO) Turun, tapi Laba Naik

Pendapatan Pertamina Geothermal (PGEO) Turun, tapi Laba Naik

Pertamina Geothermal (PGEO) membukukan kenaikan laba tahun berjalan pada semester I-2024, sedangkan pendapatan turun. - Halaman all

(InvestorID) 26/07/24 20:27 12216722

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 96,27 juta pada semester I-2024, naik 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 92,77 juta.

Namun, pendapatan Pertamina Geothermal turun 1,4% menjadi US$ 203,7 juta dari US$ 206,7 juta. Laba bruto juga turun 6,6% menjadi US$ 115,5 juta dari US$ 123,7 juta.

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan Pertamina Geothermal semester I-2024 yang dipublikasikan pada Jumat (26/7/2024), laba usaha emiten berkode saham PGEO itu terkikis 0,6% menjadi US$ 149,5 juta dari US$ 150,4 juta.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/7), saham PGEO ditutup terkoreksi Rp 5 (0,39%) ke level Rp 1.265. PGEO bergerak pada kisaran harga Rp 1.260-1.285. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) mencapai Rp 52 triliun.

Sementara itu, untuk meningkatkan kinerja, PGEO berencana melangsungkan ekspansi anorganik melalui akuisisi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di dalam maupun luar negeri pada 2025, dengan total kapasitas 175 MW.

Namun, manajemen PGEO belum merinci aset PLTP yang akan diakuisisi dan besaran nilai transaksinya. “Keterbukaan informasi tersebut memberikan kepastian mengenai target kapasitas yang hendak diakuisisi PGEO pada tahun depan,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin dalam ulasannya.

Sebelumnya, PGEO tidak merinci timeline dan rencana target kapasitas yang akan diakuisisi nantinya. Adapun tambahan kapasitas sebanyak 175 MW setara dengan 26% dari total kapasitas PGEO yang mencapai 672 MW hingga kuartal I-2024.

Baru-baru ini, Direktur Utama PGEO Julfi Hadi mengatakan bahwa pihaknya masih mengkaji potensi panas bumi dari PT Sorik Marapi Geothermal Power yang sedang dikembangkan oleh KS Orka Renewables, sebelum memutuskan aksi korporasi apa yang akan diambil oleh perseroan. Saat ini, PLTP Sorik Marapi memiliki total kapasitas sebesar 149 MW.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa PGEO berencana mengakuisisi PT Sorik Marapi Geothermal Power dengan nilai transaksi mencapai US$ 1 miliar. PT Sorik Marapi Geothermal merupakan salah satu proyek geotermal terbesar yang sedang dikembangkan di Indonesia dengan kapasitas hingga 240 MW.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pgeo #saham-pgeo #pertamina-geothermal-energy #laba-pgeo #laporan-keuangan-pgeo #pgeo-akuisisi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/368264/pendapatan-pertamina-geothermal-pgeo-turun-tapi-laba-naik