JF3 Ungkap Kiat dan Tantangan Indonesia Menembus Industri Fashion Dunia

JF3 Ungkap Kiat dan Tantangan Indonesia Menembus Industri Fashion Dunia

Fashion Indonesia selalu digadang-gadang siap menembus industri fashion dunia atau bagi fashion muslim siap menjadi pusat fashion muslim dunia. Namun faktanya justru tak semudah itu. JF3 mengupas kiat

(InvestorID) 27/07/24 22:50 12343620

JAKARTA, investor.id – Fashion Indonesia selalu digadang-gadang siap menembus industri fashion dunia atau bagi fashion muslim siap menjadi pusat fashion muslim dunia. Namun faktanya justru tak semudah itu. JF3 mengupas kiat dan tantangan bagaimana mimpi itu bisa terwujud.

“Jujur, industri fashion kita selama 20 tahun ini jalan di tempat. Kami menginisiasi Pintu Incubator untuk terkoneksi ekosistem fashion di Paris,” ungkap Advisor JF3 dan co-inisiator PINTU Incubator, Thresia Mareta dalam diskusi JF3 Talk Vol. 3 di Auditorium Institut Francais Indonesia (IFI), Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Lewat PINTU Incubator yang bekerja sama dengan Institut Francais Indonesia, Kedutaan Besar Prancis, dan Paris Trade Show, Thresia melihat bagaimana industri fashion di Prancis bekerja dengan standar yang diakui secara internasional.

“Kami jadi membandingkan, apa yang dilakukan di sini, dengan apa yang mereka lakukan di sana. Faktanya masih sangat jauh. Namun, itu bukan berarti kita enggak bisa. Artinya kita perlu melakukan sesuatu," ungkap Thresia

Direktur Premiere Classe, Paris Trade Show, Sylvie Pourrat, mengungkapkan kiat bagaimana desainer bisa masuk ke ekosistem fashion dunia di Paris. “Paris merupakan tempat untuk fashion internasional. Tapi desainer harus siap dengan koleksinya sebelum masuk ke Paris,” tegas Sylvie Pourrat.

Dia memaparkan, ketika 25 tahun lalu ia baru memulai pekerjaannya, banyak desainer berbagai negara datang ke Paris. Desainer datang dari Tokyo, Amerika, Maroko, dan negara lainnya. Ketimbang menghabiskan uang di Paris, Sylvie menyarankan, sebaiknya lebih dulu mengembangkan pasar lokal agar siap ketika ingin melebarkan pasar ke global.

Deputi Bidang Pemasaran, Kemenparekraf RI Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar di industri fashion. “Dari 17 bidang ekonomi kreatif, fashion menempati nomor satu dengan kontribusi sebesar 50%. Nomor dua adalah kuliner,” kata Ni Made Ayu di JF3 Talk.

Lebih lanjut Ni Made Ayu mengatakan, kekuatan Indonesia didasarkan pada budaya. “Jika melihat kain dari seluruh Indonesia itu sangat melimpah dan beragam. Jadi menurut saya, dengan kreativitas, inovasi, teknologi, kita bisa berinovasi dan berkreasi,” ujar Ni Made Ayu.

Namun tak hanya itu, pesan Ni Made Ayu, untuk bisa tembus pasar fashion dunia, Indonesia perlu berkolaborasi dan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan internasional.

“Agar tahu tren dan kebutuhan pasar seperti apa. Karena mungkin menurut saya yang saya pakai sekarang, yaitu batik asal Pekalongan, cantik, tapi di mata masyarakat global mungkin tidak, karena tidak paham. Jadi ini adalah sesuatu yang tidak hanya perlu kita kembangkan, tapi juga promosikan. Dan kami di Kemenparekraf, promosi digital seperti media sosial itu sangat penting," papar Ni Made Ayu.

PINTU Incubator

Saran Ni Made Ayu agar berkolaborasi dengan pemangku kepentingan internasional itu lah yang selama 3 tahun ini dilakukan PINTU Incubator.

PINTU Incubator adalah sebuah upaya kolaborasi antara JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Perancis, melalui Institut Français d\'Indonesie (IFI). “Salah satu  program di JF3 yang kami namakan PINTU Incubator, saat ini telah terbukti berhasil membuka banyak kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan pasar mereka hingga ke tingkat global,” ujar Soegianto Nagaria.

Tahun ini PINTU Incubator  berlanjut memasuki tahun ketiga. Lebih dari 300 brand lokal melakukan registrasi, dan telah terpilih sebanyak 7 brand hasil kurasi yang akan mengikuti proses inkubasi . Proses ini melibatkan mentor dari para profesional di Indonesia, dan akan melibatkan ahli fashion, juga pelaku bisnis mode dari Prancis.

Salah satu Peserta PINTU Incubator, Apakabar, tahun ini mendapatkan beasiswa 6 bulan untuk mendapatkan pendidikan di Ecole Duperre, sekolah mode paling bergengsi di Paris.

Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pekan-mode #jf3 #jf3-fashion-festival-2024 #pintu-incubator #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/lifestyle/368344/jf3-ungkap-kiat-dan-tantangan-indonesia-menembus-industri-fashion-dunia