Sederet Alat Sensor Terpasang di Jembatan Suramadu, Ada GPS hingga WIM

Sederet Alat Sensor Terpasang di Jembatan Suramadu, Ada GPS hingga WIM

Jembatan Suramadu juga dilengkapi berbagai alat sensor yang memiliki fungsi tersendiri. Halaman all

(Kompas.com) 28/07/24 07:00 12385456

KOMPAS.com - Jembatan Suramadu merupakan salah satu infrastruktur konektivitas yang ikonik di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Jembatan sepanjang 5,4 kilometer itu menjadi akses penghubung wilayah antara Pulau Jawa dengan Pulau Madura yang terpisah oleh Selat Madura.

Sebagai infrastruktur konektivitas yang penting, ternyata Jembatan Suramadu juga dilengkapi berbagai alat sensor yang memiliki fungsi tersendiri.


Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Kementerian PUPR pada Kamis (25/7/2024), berikut sensor-sensor yang digunakan pada Jembatan Suramadu:

1. Sensor Angin

Tujuannya untuk mendapatkan data kecepatan dan arah angin.

Kemudian memberikan informasi kepada pengguna jembatan apabila kecepatan angin melebihi batas aman yang diperbolehkan untuk melintas.

2. GPS (Global Positioning)

GPS Rover digunakan untuk memonitor gerakan jembatan tiga dimensi (digunakan bersama dengan sensor accelerometer). Kemudian GPS reference digunakan untuk referensi (base station).

3. Electromagnetic Sensor

Sensor tersebut dipasang sebanyak 24 buah di cable stayed jembatan, atau 12 buah untuk setiap sisi jembatan.

Tujuannya memantau stress secara real time di kabel sesuai dengan dinamika beban jembatan yang selalu berubah.

4. Accelerometer

Tujuannya mendapatkan data getaran yang terjadi pada jembatan, khususnya pada elemen pylon dan deck jembatan.

Data yang diukur merupakan data reaksi terhadap beban jembatan.

5. Displacement Transducer

Sensor tersebut dipasang 4 buah di girder pada pertemuan main span dan approachspan, serta 4 buah dipasang pada pertemuan pylon dan girder.

Tujuannya mendapatkan pergerakan dari konstruksi pylon dan steel box girder jembatan.

6. Tiltmeter

Bi-axial tiltmeter yang sebanyak 12 buah dipasang di pylon jembatan.

Tujuannya mengetahui dan mengukur rotasi dari sebuah elemen jembatan berkenaan dengan suatu angka datum yang diwakili oleh gaya gravitasi.

Kemudian memonitor deviasi atau simpangan vertikal pada bangunan struktur vertikal (pylon dan pier).

Selain itu, mengukur secara real time defleksi dua bidang secara orthogonal (bidang vertikal dan bidang horizontal).

7. Air Temperature and Relative Humidity (ATRH)

Alat sensor ini digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban udara sekitar (ambient).

8. Fiber Optic Sensor - Sensor Temperatur

Steel Thermometer sebanyak 26 buah dipasang di steel main beam. Lalu, Concrete Thermometer sebanyak 10 buah dipasang di pylon, 12 buah di deck jembatan, dan 14 buah di approach bridge.

Tujuannya mengetahui perbedaan temperatur dari bagian yang diukur bagian beton (structure concrete temperature sensor) dan steel box girder (structural steel temperature sensor).

9. Fiber Optic Sensor - Sensor Strain Gauge

Alat tersebut digunakan untuk mengetahui ukuran dari jumlah deformasi dari sebuah elemen struktur yang berpengaruh akibat gaya-gaya (beban mati dan hidup).

Selain itu, mengukur pengaruh stress di permukaan, serta mengukur beban jembatan sebagai bagian dari verifikasi desain dan monitoring beban jembatan.

10. Weight in Motion (WIM)

WIM dipasang di jalan akses masuk dari arah Madura dan Surabaya.

Tujuannya memantau beban kendaraan yang akan masuk ke jembatan.

Selain itu, untuk kepentingan traffic management, di mana kendaraan dengan berat yang melebihi batasnya tidak boleh memasuki jembatan.

11. Closed-circuit television (CCTV)

CCTV sebanyak 4 buah dipasang di pylon, 4 buah di deck jembatan, dan 2 buah di dekat WIM sensor.

Tujuannya untuk memantau kepadatan arus lalu lintas dan lingkungan di jembatan.

#sensor #jembatan #jembatan-suramadu

https://www.kompas.com/properti/read/2024/07/28/070000121/sederet-alat-sensor-terpasang-di-jembatan-suramadu-ada-gps-hingga-wim