Ketum PBNU Sangkal Pembentukan Pansus Rebut PKB, Gus Yahya: Itu Usulan Sekjen

Ketum PBNU Sangkal Pembentukan Pansus Rebut PKB, Gus Yahya: Itu Usulan Sekjen

'Pansus itu kan usulannya sekjen, dan keputusannya bukan membentuk pansus, bukan,' kata Gus Yahya. Halaman all

(Kompas.com) 28/07/24 14:33 12418277

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf membantah pihaknya membentuk panitia khusus (pansus) untuk merebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Yahya menyebut istilah pansus merupakan istilah Sekjen PBNU Saifullah Yusuf.

"Pertama, saya perlu klarifikasi ya, pansus itu kan usulannya sekjen, dan keputusannya bukan membentuk pansus, bukan. Nanti saya ulangi lagi, saya tegaskan lagi, bukan untuk pansus," ujar Yahya dalam jumpa pers di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (28/7/2024).

Yahya menjelaskan, dalam rapat pleno PBNU hari ini, yang diputuskan adalah mereka memberi mandat kepada dua orang, yakni Wakil Rais Aam PBNU Anwar Iskandar dan Waketum PBNU Amin Said Husni.

Yahya menyebut Anwar Iskandar dan Amin Said Husni akan melakukan pendalaman terkait masalah antara PBNU dan PKB ini.

Lalu, kedua orang itu akan memberikan rekomendasi kepada PBNU mengenai langkah-langkah yang perlu diambil.

Yahya mengatakan Anwar Iskandar dan Amin Said Husni akan berkomunikasi terus dengan dirinya selaku Ketum PBNU.

Yahya meyakini Anwar dan Amin sama-sama memahami betapa urgent-nya masalah ini, sehingga perlu cepat diselesaikan.

"Yang penting sekarang bahwa mandat sudah diberikan penuh kepada Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Amin Said Husni untuk melakukan pendalaman terhadap masalah-masalah ini," tuturnya.

Kemudian, Yahya menjelaskan PBNU menolak klaim eksklusif PKB terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Dia mengakui banyak warga NU yang menjadi konstituen PKB. Akan tetapi, banyak pula warga NU yang tersebar di partai lain.

"Maka yang kami tolak adalah klaim eksklusif PKB terhadap NU. Itu yang kami enggak bisa, enggak bisa, ya nanti gimana warga yang ada di Golkar, Gerindra, dan lain-lain, itu warga NU juga. Masa mau enggak kita akui? Kan kita enggak bisa paksa juga mereka untuk ikut PKB gitu," kata Yahya.

"Jadi PKB tidak punya klaim eksklusif atas NU gitu. Sehingga ya enggak bisa juga misalnya PKB menyalah-nyalahkan keputusan kelembagaan yang dibuat oleh NU," sambungnya.

Sementara itu, Yahya mengingatkan PKB didirikan oleh struktur PBNU yang resmi beserta surat keputusannya.

Dia mengaku belum tahu apakah PBNU ingin mengembalikan PKB ke organ NU atau tidak.

"Apakah nanti mau dikembalikan jadi organnya NU misalnya ya, kita belum tahu gitu soal aspirasi. Soal komunikasi dan lain sebagainya toh ya, ini masih sangat awal sekali, kita lihat nanti gitu," kata Yahya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memiliki rencana untuk merebut kembali Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke PBNU yang dianggap sebagai pemilik sah PKB.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf menyebutkan bahwa PBNU berencana membentuk tim lima atau panitia khusus untuk merealisasikan wacana tersebut.

“PBNU sedang berdiskusi. Jika diperlukan, pembentukan tim lima akan segera dilakukan. Langkah ini setelah melihat pernyataan elite-elite PKB yang ahistoris. Ada tanda-tanda mereka akan membawa lari dari sejarah berdirinya PKB,” kata Saifullah dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).

Gus Ipul, sapaan akrabnnya, menjelaskan bahwa tim lima yang sedang digagas ini akan menyerupai tim yang dibentuk oleh PBNU pada awal masa reformasi untuk mendirikan PKB.

Gus Ipul mengungkapkan alasan PBNU ingin merebut kembali PKB. Menurut dia, elite PKB saat ini banyak membuat pernyataan yang melenceng dari fatsun awal berdirinya PKB.

Bahkan, ia menuding ada upaya yang nyata dan sistematis yang dilakukan elite PKB untuk menjauhkan PKB dari struktural NU.

#pbnu-rebut-pkb #tim-lima-pbnu-rebut-pkb #pbnu-bentuk-pansus-rebut-pkb #pansus-rebut-pkb #pkb-melenceng

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/28/14332721/ketum-pbnu-sangkal-pembentukan-pansus-rebut-pkb-gus-yahya-itu-usulan-sekjen