Peneliti Berhasil Menerjemahkan Sejumlah Naskah Kuno di Palembang - kumparan.com
Tim ahli yang merupakan peneliti dari Badan Perpustakaan Nasional RI, berhasil menerjemahkan sejumlah naskah kuno di Palembang. #publisherstory #urbanid
(Kumparan.com) 28/07/24 17:21 12434356
Tim Pusat Preservasi dan Alih Media Bahan Perpustakaan Nasional berhasil menerjemahkan sejumlah naskah kuno di Palembang.
Tim yang terdiri dari 8 orang tersebut bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan para budayawan Palembang melakukan penelitian selama 5 hari.
Kepala Pusat Preservasi dan Alih Media Bahan Perpustakaan Nasional RI, Made Ayu Wirayati, mengatakan Kota Palembang memang sudah menjadi target mereka menjadi salah satu lokasi untuk melakukan penelitian, khususnya terkait naskah-naskah kuno.
"Ada beberapa item yang kami kerjakan bersama dengan budayawan dan penerjemah Dinas Kebudayaan setempat," katanya.
Menurutnya, sejumlah naskah kuno yang berhasil diterjemahkan di antaranya; mengenai silsilah, turun temurun keluarga, dan obat-obatan. Sejumlah naskah kuno tersebut usianya sudah lebih dari 50 tahun.
Made Ayu Wirayati menjelaskan terdapat 99 judul atau seri naskah kuno yang telah diterjemahkan, pembuatan kotak penyimpanan 22 judul, amplop 33 judul, jilid ulang 6 judul dan konservasi 8 judul.
"Yang paling dominan adalah naskah yang berisi pengasih, dia, keagamaan, dan silsilah," katanya.
Tak hanya itu, tim juga berhasil memperbaiki sketsa Masjid Agung Palembang milik Cik Jun. Di mana sketsa tersebut sebelumnya sudah mengalami kerapuhan.
"Jadi sketsa bersejarah itu berhasil diselamatkan melalui konservasi dan diutuhkan kembali," katanya.
Adapun sejumlah naskah kuno yang telah berhasil melalui proses konservasi ini akan dikembalikan lagi kepada para pemiliknya. Tim juga memberikan kotak pelindung agar naskah-naskah itu aman dari asam dan bertahan hingga ratusan tahun.
"Tim juga melakukan proses digitalisasi sehingga salinannya bisa disimpan di Dinas Arsip Kota Palembang dan nasional. Dengan demikian dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat," katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, Herly Kurniawan, mengatakan konservasi ini melibatkan perbaikan dan pemeliharaan fisik untuk memastikan isi dan bentuk fisik naskah kuno tetap terpelihara dengan baik.
"Proses konservasi ini sangat penting terutama untuk naskah-naskah yang sudah mengalami kerusakan agar dapat bertahan lebih lama dan tetap bisa dibaca," katanya.