Ekonom: Harga Pertamax Series Layak Dinaikkan

Ekonom: Harga Pertamax Series Layak Dinaikkan

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai harga BBM nonsubsidi layak dinaikkan. - Halaman all

(InvestorID) 29/07/24 00:02 12460880

JAKARTA, Investor.id - Sudah saatnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi  Pertamina seperti Pertamax series dinaikkan. Sebab, BUMN migas tersebut sudah lama menahan harga Pertamax series, meski harga minyak dunia sempat melonjak tinggi akibat konflik Timur Tengah.

Padahal, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menuturkan, SPBU swasta sudah beberapa kali menaikkan harga BBM.

Tidak hanya itu, Tauhid juga menilai, kondisi saat ini masih sangat berat, termasuk  nilai tukar rupiah yang berada di Rp 16 ribu per dolar AS.

"Rupiah sudah melemah sekitar 5% sepanjang tahun ini, sehingga Pertamina layak menaikkan harga BBM nonsubsidi. Yang penting kenaikan tersebut tidak memberatkan masyarakat," kata Tauhid, Minggu (28/7/2024).

Tauhid menambahkan, komposisi terbesar dalam menentukan harga BBM adalah harga ICP karena merupakan bahan baku. Jadi, lanjut Tauhid, kalau harga ICP lebih tinggi dibandingkan nilai tukar rupiah, ini yang dominan menentukan harga BBM nonsubsidi.

"Kalau keduanya bergerak naik, ini mempercepat penyesuaian harga BBM," imbuh dia.  

Terkait kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina, sebelumnya juga disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto. Sugeng mengatakan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax cs memang mengikuti pergerakan harga di pasar. Dalam hal ini, perusahaan bisa menyesuaikan lebih fleksibel.

Seperti diketahui, harga Pertamax cs tidak berubah sejak Februari 2024 meski harga minyak dunia naik. Sementara itu, badan usaha lain terus melakukan penyesuaian harga.

Ini terjadi karena ejak awal 2024 hingga Juni 2024, pemerintah memutuskan, harga BBM yang disalurkan BUMN tidak mengalami perubahan. Saat ini, harga jual Pertama series memang jauh di bawah BBM SPBU swasta, seperti Shell, Vivo dan BP.

Untuk RON 92, pada Juli 2024, Pertamina menjual Pertamax Rp 12.950 per liter,  sedangkan Super Shell Rp 13.810 per liter, Revvo 92 (produk Vivo) Rp 13.600 per liter, dan BP 92 Rp 13.450 per liter.  

Adapun harga RON 95 (Pertamax Green) mencapai Rp 13.900 per liter. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Shell V Power dan BP Ultimate masing-masing Rp14.700 per liter. Begitu juga dengan Revvo 95 (dari Vivo) yang dijual Rp 14.500 per liter.

Sementara itu, untuk RON 98, Pertamax Turbo, dijual Rp14.400 per liter. Harga tersebut jauh di bawah produk Shell, yaitu V Power Nitro yang dijual Rp 14.930/liter.

Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ekonom-indef #tauhid-ahmad #harga-bbm-nonsubsidi #layak-naik #pertamax-series #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/368394/ekonom-harga-pertamax-series-layak-dinaikkan