Polisi Dukung Sayembara Tangkap Maling di Tambora: Setelah Ditangkap, Serahkan ke Kami
Ketua RW 01 Jembatan Besi, Tambora, adakan sayembara menangkap maling karena banyak warganya yang kemalingan. Polsek Tambora mendukung ide tersebut. Halaman all
(Kompas.com) 29/07/24 07:41 12496959
JAKARTA, KOMPAS.com - Nurdin (55), Ketua RW 01, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, berinisiatif mengadakan sayembara menangkap maling di lingkungannya dengan hadiah uang tunai hingga jutaan rupiah.
Sayembara itu ia adakan untuk mengatasi kasus pencurian yang sering terjadi di lingkungannya.
"Saya berpikir dan ajak berembuk semua pihak baik kepolisian, TNI, kelurahan, dan para RT. Akhirnya saya buatlah sayembara tangkap maling tahun 2021," kata Nurdin kepada Kompas.com, Kamis (25/7/2024).
Nurdin mengungkapkan, ide tentang sayembara menangkap maling muncul usai banyak warganya yang menjadi korban pencurian.
Dalam satu bulan, warga di Tambora bisa empat kali kemalingan. Objek yang dicuri juga beragam, di antaranya motor dan kotak amal.
Nurdin menyebut, persoalan maling selalu menjadi keluhan warga selama ia menjabat sebagai Ketua RW 01 sejak 2007.
Maklum, daerah Jembatan Besi adalah salah satu wilayah terpadat di Jakarta sehingga warga tidak bisa leluasa memasukkan kendaraan ke dalam rumah. Jalan kecil yang tersisa jadi tempat parkir mereka.
"Ya kan perkampungan padat. Warga tidak bisa memasukkan motor ke dalam rumah. Jadi berjejer di luar," kata Nurdin.
Banyaknya kasus pencurian membuat Nurdin dan jajaran disalahkan warga karena tak bisa menjaga keamanan lingkungan.
Hal itulah yang membuat Nurdin mencetuskan ide sayembara ini. Semua pihak pun setuju dengan ide Nurdin.
Kemudian, ia menginformasikan ke warga soal sayembara tangkap maling berhadiah dengan memasang beberapa spanduk.
Spanduk itu bertuliskan "Tangkap Maling Berhadiah. Barangsiapa yang menangkap maling di Wilayah RW 01 Jembatan Besi Diberikan Hadiah Uang Tunai".
Di spanduk juga tertulis bagi warga yang menangkap maling mobil atau motor diberikan uang sebesar Rp 1.000.000 pada malam hari dan Rp 500.000 untuk siang hari.
Nurdin juga memberikan hadiah bagi warga yang menangkap jambret dan maling kotak amal. Hadiahnya berupa uang tunai Rp 500.000 apabila pelaku ditangkap malam hari dan Rp 250.000 pada siang hari.
Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi
Nurdin mengungkapkan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi warga saat mengikuti sayembara menangkap maling.
Para peserta wajib menangkap tangan pelaku saat mencuri. Dia tidak akan menerima maling yang ditangkap setelah kejadian atau sedang dalam pengembangan polisi.
"Ya mau dia kejar sampai 100 meter sampai dapat, bukan yang sedang pengembangan itu tidak bisa," kata Nurdin.
Ketentuan ini harus dipenuhi saat warga menangkap maling agar hadiah bisa dicairkan.
Selain itu, ada empat syarat lain yang harus dipenuhi dalam sayembara ini.
"Ada empat kategori yang diutamakan, jadi saat dibawa ada pelaku, saksi, barang bukti, dan korban," ucap Nurdin.
Nurdi menuturkan, pernah ada masyarakat yang menangkap pelaku pencurian, tetapi tidak tangkap tangan.
"Ada dua orang yang pernah datang ke saya. Tetapi tidak sesuai kategori itu. Jadi tidak saya cairkan (hadiah uang)," ungkap dia.
Nurdin mengatakan, empat kategori yang dia buat sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
"Jadi kategori itu saya minta saran ke polisi lah, bagaimana peraturan hukumnya. Tidak asal menangkap terus pelaku babak belur," ungkap Nurdin.
Nurdin juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghabisi maling hingga babak belur.
"Saya menyarankan masyarakat agar tidak main hakim sendiri. Itu melanggar hukum," ucap Nurdin.
Pakai uang pribadi untuk hadiah
Nurdin mengatakan, hadiah uang tunai dari sayembara yang ia adakan berasal dari dana pribadinya.
"Pakai uang pribadi saya ini semua," ucap Nurdin.
Nurdin mengaku tak ingin program sayembara yang ia gagas disponsori pihak kelurahan, polisi, maupun TNI.
Beberapa ketua RT sempat mempertanyakan keputusannya memakai uang pribadi sebagai hadiah sayembara.
Namun, Nurdin tegas menyatakan siap bertanggung jawab masalah biaya.
"Saya bilang enggak usah urunan. Saya yang adakan ya saya yang bayar," terang dia.
Dia hanya ingin semua RT mengerahkan anak muda untuk ikut sayembara ini. Sebab, banyak anak muda yang kerap nongkrong malam hari.
"Yang penting anak-anak muda jangan hanya nongkrong enggak jelas. Tetapi ikut kontribusi," terang dia.
Kapolsek beri dukungan
Kapolsek Tambora Kompol Donny Agung Harvida mengapresiasi sayembara menangkap maling yang digagas Nurdin.
Donny menyampaikan, langkah itu adalah contoh pengawasan keamanan dan ketertiban yang kolaboratif.
"Ya itu bentuk kolaborasi antara kepolisian dengan masyarakat," ucap Donny saat dihubungi, Jumat.
"Tanpa partisipasi masyarakat secara langsung mungkin tidak mudah menjaga lingkungan," tambah dia.
Donny pun mempersilahkan warga untuk membuat program apa pun untuk menangkap maling.
"Asal tidak melanggar undang-undang yang ada. Tetapi setelah mereka berhasil menangkap, silahkan diserahkan ke pihak berwajib biar kami proses," tutur Donny.
Perlu kehati-hatian
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menilai bahwa perlu ada kehati-hatian dalam pelaksanaan sayembara menangkap maling.
Sebab, langkah yang memilik maksud positif itu bukan tak mungkin bisa menjadi bumerang bagi warga yang melakukan sayembara.
"Dalam setiap kebijakan yang terkait dengan masalah kejahatan selalu ada kemungkinan menjadi kebijakan yang bermata ganda alias kontra produktif," jelas Adrianus kepada Kompas.com, Senin (29/7/2024).
"Maksudnya, bisa berhasil sesuai rencana, namun ada efek lain berupa munculnya gejala main hakim sendiri, vigilantisme, kekerasan yang eksesif yang menyebabkan maling mati dan lain-lain," tambahnya.
Meski begitu, Adrianus mengapresiasi sayembara menangkap maling selama proses pelaksanaannya bisa sesuai dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
"Sepanjang sudah diwaspadai dan dimitigasi, oke. Walau saya tidak tahu caranya, mengingat perilaku massa susah dikendalikan," tuturnya.
(Penulis: Rizky Syahrial | Editor: Jessi Carina)
#sayembara-tangkap-maling #sayembara-tangkap-maling-berhadiah-rp-1-juta #ketua-rw-buat-sayembara-tangkap-maling