Beda Nasib Kinerja IPCC dan IPCM di Semester I-2024
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), Grup Pelindo, melaporkan kinerja pada semester I-2024. - Halaman all
(InvestorID) 29/07/24 12:15 12522143
JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), dua entitas anak Grup Pelindo, melaporkan nasib kinerja berbeda pada semester I-2024. IPCC mencetak pertumbuhan laba, sedangkan laba IPCM tergerus.
Mengacu pada laporan keuangan unaudited, IPCC mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp 80,68 miliar, tumbuh sebesar 2,24% dibanding laba pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 78,91 miliar. Akan tetapi, pendapatan operasi IPCC terkoreksi 1,83% dari sebelumnya Rp 366 miliar, menjadi Rp 360 miliar.
Menurunya pendapatan operasi IPCC disebabkan oleh melemahnya pendapatan dari segmen pelayanan jasa barang yang sebelumnya menghasilkan Rp 20,25 miliar, ambruk menjadi Rp 5,88 miliar.
IPCM kebalikannya. Laba tahun berjalan pada semester I-2024 turun dari Rp 83,93 miliar menjadi Rp 78,27 miliar. Namun, pendapatan bersih IPCM naik menjadi Rp 598 miliar dari sebelumnya Rp 567 miliar.
Merujuk pada laporan keuangan unaudited IPCM yang sudah dipublikasi, penurunan laba IPCM tidak lepas dari membengkaknya sejumlah beban. Mulai dari beban pokok pendapatan yang meningkat dari Rp 425 miliar menjadi Rp 461 miliar, sehingga hal ini memang laba kotor perseroan menjadi Rp 137 miliar dari sebelumnya Rp 142 miliar.
Beban umum dan administrasi IPCM juga naik tipis menjadi Rp 43 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 42 miliar, beban operasi lainnya yang melonjak menjadi Rp 3,24 miliar ketimbang sebelumnya Rp 1,80 miliar, termasuk beban keuangan yang melejit menjadi Rp 1,12 miliar daripada sebelumnya Rp 662 miliar.
Adapun beban pajak penghasilan badan menurun dari Rp 24 miliar, menjadi Rp 19,56 miliar. Alhasil laba tahun berjalan IPCM terpangkas menjadi Rp 78 miliar. Penurunan laba ini mengakibatkan laba per saham dasar IPCM turun tipis menjadi Rp 14,83 per saham dibandingkan sebelumnya Rp 15,91 per saham.
Dari sisi aset, IPCM menunjukkan peningkatan dari Rp 1,52 triliun atau sekitar 4,4% pada posisi akhir 2023, menjadi Rp 1,59 triliun pada paruh pertama tahun ini. peningkatan ini berkat kenaikan aset lancar perseroan sebesar 10,8% dari Rp 889 miliar menjadi Rp 986 miliar pada Juni 2024.
Menurut Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, upaya IPCM dalam meningkatkan kinerja operasional bersama mitra strategis telah menunjukkan hasil yang sesuai harapan. “Ekspansi yang kami lakukan ke wilayah Indonesia Timur juga telah memperlihatkan potensi pendapatan yang semakin baik dan meningkat,” ujar Shanti dalam keterangan resminya dikutip, Senin (29/7/2024).
“IPCM masih berkomitmen kepada pemegang saham selain juga konsisten menjaga pertumbuhan perseroan. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan harapan kepada para pemegang saham akan investasinya di saham IPCM,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) IPCM pada 12 Juni 2024 telah menyetujui penetapan penggunaan laba IPCM pada tahun buku 2023 yang seluruhnya berjumlah Rp 157,6 miliar digunakan sebagai dividen final sebesar Rp 118 miliar (kurang lebih 75%) atau sebesar Rp 22,41 per saham. Keputusan ini sekaligus untuk menunjukkan apresiasi serta komitmen IPCM kepada pemegang saham dan investor.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ipcc #ipcm #grup-pelindo #ipcc-semester-i-2024 #ipcm-semester-i-2024 #indonesia-kendaraan-teriminal-ikt #jasa-armada-indonesia-jai #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/368436/beda-nasib-kinerja-ipcc-dan-ipcm-di-semester-i2024