Lebanon Berisiko Tinggi, Sejumlah Negara Larang Warganya ke Sana

Lebanon Berisiko Tinggi, Sejumlah Negara Larang Warganya ke Sana

Kondisi Lebanon saat ini disebut berisiko tinggi. Menyikapi hal ini, sejumlah negara melarang warganya ke sana. - Halaman all

(InvestorID) 29/07/24 11:16 12526591

ISTANBUL, investor.id – Kondisi Lebanon saat ini disebut berisiko tinggi. Menyikapi hal ini, sejumlah negara melarang warganya ke sana. Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, serta beberapa negara lain mengeluarkan imbauan larangan bepergian mulai Minggu (18/7/2024) dan meminta warga mereka meninggalkan Lebanon segera, di tengah peningkatan ketegangan antara Israel dengan Hizbullah.

Kedutaan besar AS di Beirut meminta warganya yang bepergian ke atau dari Lebanon untuk "memantau status penerbangan mereka dengan cermat" karena perubahan dapat terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Pernyataan tersebut juga menekankan perlunya wisatawan untuk “membuat rencana alternatif” jika diperlukan.

Tak hanya itu, kedutaan tersebut menggarisbawahi lingkungan keamanan yang “kompleks dan berubah dengan cepat” di Lebanon. Mereka mendesak warganya untuk memperhatikan peringatan perjalanan saat ini, yang merekomendasikan untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Lebanon.

Mengutip pernyataan kantor berita Turki Anadolu, warga negara AS diminta untuk mendaftar di Smart Traveler Enrollment Program (STEP) untuk menerima pembaruan dan memfasilitasi pelacakan lokasi dalam keadaan darurat.

Sementara itu, Prancis mengutuk keras serangan di kota Majdal Sharms di Golan Suriah yang diduduki Israel.

"Kami sampaikan belasungkawa bagi keluarga korban, yang meliputi banyak anak-anak, dan menyatakan solidaritas kami terhadap mereka yang terluka,” tulis pemerintah Prancis dalam pernyataan resminya, Senin (29/7/2024).

Otoritas Prancis juga menyerukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya eskalasi militer lebih lanjut. Mereka mengulangi imbauannya bagi warga negara Perancis untuk menghindari perjalanan ke Lebanon, Israel, atau pun Palestina.

Di Inggris, Kantor Luar Negeri juga memperbarui imbauan perjalanan dan meminta warganya untuk untuk sangat berhati-hati dan menghindari "semua perjalanan ke Lebanon".

Beberapa negara lain seperti Jerman, Belanda, Irlandia, Norwegia, Swedia, Belgia, Denmark, dan Australia juga mengeluarkan imbauan larangan bepergian ke Lebanon bagi warganya, mengingat keadaan dapat berubah dengan cepat.

Pihak berwenang Belanda bahkan mengindikasikan situasi di Lebanon beresiko tinggi. Kedutaan negara tersebut kemungkinan tidak dapat memberikan bantuan dalam keadaan darurat.

Negara-negara tersebut meminta warganya meninggalkan Lebanon atau membatalkan rencana bepergian kesana.

Kekhawatiran berkembang mengenai perang besar-besaran antara Israel dan Hizbullah setelah kedua pihak saling serang lintas batas.

Ketegangan di wilayah tersebut semakin meningkat setelah tentara Israel pada Minggu mengusulkan skenario kemungkinan serangan terhadap Hizbullah. Sebelumnya, serangan rudal yang menewaskan 12 orang di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, menurut media Israel.

Peningkatan ketegangan itu semakin memperburuk konflik di kawasan menyusul serangan mematikan Israel di Gaza. Lebih dari 39.300 orang tewas sejak Oktober 2023, setelah Israel membalas serangan yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #lebanon #lebanon-berisiko-tinggi #gaza #amerika-serikat #inggris #palestina #prancis #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/368444/lebanon-berisiko-tinggi-sejumlah-negara-larang-warganya-ke-sana