Sayembara Tangkap Maling di Tambora, Siasat Ampuh Ketua RW Nurdin Kurangi Aksi Pencurian
Cara unik RW di Tambora antisipasi maling, buat sayembara. Hadiahnya beragam, sesuai suasana malam dan siang. Halaman all
(Kompas.com) 29/07/24 14:33 12529326
JAKARTA, KOMPAS.com - Selain patroli dan memasang kamera pengawas, cara lain juga bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah aksi pencurian di lingkungan rumah hingga perkampungan.
Upaya yang dilakukan Ketua RW 01 Jembatan Besi, Nurdin (55), misalnya. Ia membuat sayembara menangkap maling untuk mengatasi permasalahan kehilangan benda berharga di lingkungannya.
Nurdin membagikan spanduk sayembara tangkap maling itu ke 13 RT yang ada di wilayahnya. Spanduk itu bertuliskan "Tangkap Maling Berhadiah. Barangsiapa yangmenangkap maling di Wilayah RW 01 Jembatan Besi Diberikan Hadiah Uang Tunai".
Bagi warga yang menangkap maling mobil atau motor pada malam hari akan diberikan uang tunai sebesar Rp 1.000.000 dan Rp 500.000 untuk menangkap maling di siang hari.
Kotak amal tak lagi dicuri
Cara Nurdin mengantisipasi aksi pencurian di lingkungannya bisa dibilang berhasil. Saat ini tak pernah ada lagi kasus pencurian kotak amal semenjak adanya sayembara menangkap maling di wilayahnya.
"Mungkin mereka (maling) takut karena adanya sayembara ini," ujar Nurdin ketika ditemui di dekat kediamannya, Jumat (26/7/2024).
Padahal, aksi pencurian kotak amal sebelumnya kerap terjadi di wilayahnya. Aksi kejahatan itu pernah terjadi di empat musala dan dua masjid yang ada di RW 01 Jembatan Besi, Tambora.
"(Padahal sebelumnya) semua tempat ibadah ada saja yang ambil kotak amal. Yang paling buat saya sakit hati itu kotak amal yang kerap dicuri. Pas dibuka isinya kosong, di situ saya sakit hati karena Infaq warga ya. Pecahan uang receh saja diambil," kata Nurdin.
Selain pencurian kotak amal, Nurdin mengatakan, wilayahnya juga sering kali dijadikan tempat pelarian jambret yang beraksi di dekat Mall Season City.
Keadaan inilah yang mendorong Nurdin untuk membuat sayembara tangkap jambret berhadiah uang tunai.
Nurdin berjanji akan mengganjar hadiah sebesar Rp 500.000 bagi warga yang menangkap jambret pada malam hari. Sedangkan, Rp 250.000 untuk warga yang menangkap pada siang hari.
"Malam hari lebih rawan kan. Apalagi malam minggu. Makanya hadiahnya lebih besar," ucap dia.
Dianggap saling membantu
Sementara itu, Kapolsek Tambora Kompol Donny Agung Harvida mengapresiasi cara Nurdin membuat sayembara tangkap maling berhadiah yang dianggap sangat kreatif.
Donny mengatakan, cara Nurdin adalah contoh pengawasan keamanan dan ketertiban yang kolaboratif antara aparat polisi dan masyarakat.
"Ya itu bentuk kolaborasi antara kepolisian dengan masyarakat," ucap Donny saat dihubungi, Jumat (26/7/2024). "Tanpa partisipasi masyarakat secara langsung mungkin tidak mudah menjaga lingkungan," tambah dia.
Di sisi lain, Lurah Jembatan Besi, M. Arief Budiman menilai sayembara tangkap maling berhadiah di RW 01 bisa membuat kasus pencurian di wilayah itu lebih terkendali.
Sebab, masyarakat jadi bersemangat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan.
"Warga jadi semangat dan alhamdulillah bisa terkendali. Pencurian-pencurian yang selama ini sering terjadi sekarang berkurang," tutur Arief saat dihubungi, Minggu (28/7/2024).
Arief pun melihat ini sebagai fenomena keresahan masyarakat akibat kondisi rawan maling di lingkungan. Kondisi itu pun tak lepas dari padatnya permukiman di Jakarta.
"Ide itu berawal karena masyarakat melihat kondisi warga padat dan rawan maling," kata Arief.
(Reporter : Rizky Syahrial | Editor : Jessi Carina, Akhdi Martin Pratama)
#sayembara-tangkap-maling-di-tambora #ketua-rw-buat-sayembara-tangkap-maling #sayembara-tangkap-maling