Mengingat Allah dengan Amalan Dzikir Petang Arab, Latin, dan Terjemahan
Berdzikir dan mengingat Allah adalah perintah Allah.
(Republika) 29/07/24 15:09 12533110
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dzikir dan doa adalah bentuk komunikasi seorang hamba dengan Tuhan-nya. Berdzikir dan mengingat Allah adalah perintah Allah sekaligus sebagai bentuk ibadah.
Allah Swt telah menegaskan siapa pun yang berdzikir dan mengingat-Nya, niscaya Allah akan mengingatnya. Karena itu, sebagai sebuah ibadah yang mulia, sudah semestinya seorang hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan tentunya dengan memahami adab dan tata cara dalam berdoa dan berdzikir.
Ustadz Fadli Ramadhan dalam bukunya Dzikir Pagi Petang menyebutkan di dalam Alquran, dzikir disebut sebanyak 267 kali dengan berbagai bentuk kata. Di antaranya bermakna mengingat Allah dalam arti menghadirkan dalam hati.
Perintah dzikir telah disebutkan baik dalam Alquran maupun hadits. Pada beberapa hadits, Rasulullah Saw menyebutkan mengenai keutamaan orang yang melakukan dzikir. Salah satunya adalah dzikir dapat memperbaiki amal dan meninggikan derajat (HR. Tirmidzi).
Dalam hadits qudsi Allah Swt berfirman: "Aku akan menyertai hamba-Ku ketika berdzikir kepada-Ku dan ketika bibirnya menyebut nama-Ku. Pada hadits lain, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang ingin selalu berjalan-jalan di taman syurga, hendaklah ia memperbanyak dzikir kepada Allah azza wa jalla."
Rasulullah Saw juga pernah menggambarkan perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah seperti orang yang hidup, sementara orang yang tidak berdzikir kepada Allah sebagai orang yang mati. Adapun cara berdzikir, Imam Nawawi menjelaskan dzikir itu bisa dilakukan dengan hati dan lisan, namun yang paling utama adalah dengan hati dan lisan secara bersamaan. Amalan membaca dzikir dianjurkan untuk dilakukan pada pagi dan petang (sore) hari.
Ustadz Khalid Basalamah mengatakan orang yang membaca dzikir di waktu pagi, berarti ia telah mensyukuri nikmat pada hari itu. Kemudian orang yang membacanya di waktu petang, berarti ia telah mensyukuri nikmat di malam tersebut. Dengan syukur itulah, nikmat akan bertahan dan bertambah.
Dzikir pagi dilakukan setelah sholat Subuh hingga terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, sekitar pukul 07.00 atau 08.00. Adapun dzikir sore dilakukan setelah sholat Ashar sampai terbenamnya matahari atau sampai menjelang waktu Isya.
Selanjutnya...
11. Membaca ini 1 kali:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Artinya:
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu)."
12. Membaca ini 100 kali:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya:
"Maha suci Allah, aku memuji-Nya."
13. Membaca ini 10 kali:
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
"Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."
14. Dibaca 3 kali waktu petang
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
Artinya:
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya."