#30 tag 24jam
Bacaan Dzikir Pagi dan Petang untuk Membuka Rezeki dari Allah SWT
Berikut ini bacaan lengkap dzikir pagi dan petang untuk selalu mendapat syafaat dari Allah SWT [987] url asal
#doa #berdoa #kumpulan-doa #dzikir #bacaan-dzikir #dzikir-pagi #dzikir-petang #dzikir-pagi-dan-petang #bacaan-dzikir-pagi-dan-petang
(Bisnis.Com) 02/10/24 13:43
v/15860161/
Bisnis.com, JAKARTA - Dalam kehidupan yang penuh dengan kesibukan dan stres, menjaga ketenangan batin menjadi suatu tantangan yang nyata. Dalam Islam, salah satu cara yang dianjurkan untuk mencapai ketenangan hati yaitu melalui bacaan dzikir harian yang dibaca pada pagi dan petang.
Dzikir merupakan bentuk ibadah yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Bacaan dzikir dibaca supaya hati tenang sepanjang waktu.
Membaca dzikir tak hanya menenangkan hati dan pikiran, namun juga sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apabila dirundung susah, membaca dzikir dipercaya bisa membuka jalan rezeki agar lebih lancar.
Berikut ini bacaan dzikir pagi dan petang yang bisa diamalkan oleh umat muslim agar terhindar dari keburukan di dunia.
Bacaan Dzikir Pagi dan Petang
Bacaan dzikir pagi dan petang berikut ini merupakan opsi doa yang dapat Anda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. Informasi ini kami rangkum dari laman resmi Rumaysho yang merupakan sumber yang terpercaya, sehingga sangat dianjurkan untuk dibaca dan diamalkan.
1. Bacaan dzikir pendek pagi dan petang agar terhindar dari mudharat (dibaca 3x)
Bismillahil ladzi la yadhurru ma‘as mihi syai’un fil ardhi wa la fis sama’i wa huas sami’ul ‘alim.
Artinya, "Dengan nama Allah, Zat yang apa pun di bumi dan di langit tidak mudharat dengan asma-Nya. Dia mahadengar dan mahatahu,” (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).
2. Bacaan dzikir pagi petang untuk menghindari rasa malas (dibaca 1x)
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada dzat yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.
Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (HR. Muslim no. 2723)
3. Bacaan dzikir pagi dan petang agar diberi perlindungan dari ciptaan-Nya (dibaca 3x)
A’udzu bi kalimatillahit tammati min syarri ma khalaq.
Artinya, "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya," (HR Muslim dan Ibnu Sinni).
4. Bacaan dzikir pagi dan petang agar dilindungi dari nafsu, setan, dan sekutunya (dibaca 1x)
Allahumma fathiras samawati wal ardhi, ‘alimal ghaibi was syahadah, rabba kulli syai’in wa malikah, asyhadi an la ilaha illa anta. A‘udzu bika min syarri nafsi wa syarris syathani wa syirkih.
Artinya, "Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang ghaib dan nyata, tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada tuhan selain Kau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan dan sekutunya," (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).
5. Bacaan dzikir pagi petang untuk dijamin masuk surga (dibaca 1 x)
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada hal yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku).
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari no. 6306)
Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang
1. Memberikan cukup atas segala sesuatu
Mengamalkan bacaan dzikir pagi dan petang memberikan kecukupan dalam segala hal. Allah akan memberikan hal-hal yang kita butuhkan dan memenuhi kebutuhan kita.
2. Masuk Surga setelah meninggal
Mengamalkan bacaan dzikir pagi dan petang dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk masuk Surga setelah meninggal. Allah akan memberikan kemuliaan dan tempat yang baik bagi mereka yang rajin berdzikir.
3. Mendapatkan ridho Allah di hari kiamat
Mengucapkan bacaan dzikir setiap saat, kita akan mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. Allah akan merasa senang dengan hamba-Nya yang mengingat-Nya secara konsisten.
4. Menjadi orang terbaik di hari kiamat
Mengamalkan dzikir pagi dan petang akan membuat kita menjadi orang terbaik di hari kiamat. Kita akan diberi kehormatan dan keutamaan di hadapan Allah.
5. Mendapatkan pahala besar
Berdzikir pagi dan petang memberikan pahala yang besar. Pahalanya setara dengan memerdekakan 10 orang budak, dicatat 100 kebaikan, dihapus 100 kesalahan, terlindung dari gangguan setan, dan merupakan amalan terbaik.
6. Dicatat kebaikan dan dihapus kesalahan
Mengamalkan dzikir pagi dan petang akan mencatat 10 kebaikan dan menghapus 10 kesalahan. Allah akan memberikan pahala sebanding dengan memerdekakan 10 budak dan melindungi dari gangguan setan.
7. Terhindar dari kerugian
Dzikir pagi dan petang melindungi kita dari kerugian dan bahaya. Allah akan menjaga dan melindungi hamba-Nya yang berzikir dengan penuh ketulusan.
8. Mendapatkan syafa'at
Mengamalkan dzikir pagi dan petang dapat menjadi sebab untuk mendapatkan syafaat di hari kiamat. Syafa'at adalah perlindungan dan pertolongan dari orang-orang yang mendapat keistimewaan dari Allah.
9. Pahala berlipat ganda
Berdzikir pagi dan petang memberikan pahala yang berlipat ganda. Allah akan melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang setia berzikir.
10. Terlindung dari bahaya racun
Dzikir pagi dan petang dapat menjadi perlindungan dari bahaya racun atau serangan binatang berbisa. Allah akan menjaga dan melindungi kita dari ancaman yang dapat membahayakan.
Itulah bacaan dzikir sehari hari yang penting untuk diamalkan. Dengan mengamalkan bacaan tersebut, harapannya kita mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT.
Baca 6 Ayat Alquran tentang Ketenangan Ini, Berikut Manfaatnya yang Besar Menurut Ulama
Alquran memuat enam ayat tentang ketenangan atau sakinah [875] url asal
#membaca-alquran #ayat-sakinah #ayat-ketenangan #apa-saja-ayat-sakinah #apa-saja-ayat-ketenangan #enam-ayat-sakinah #enam-ayat-ketenangan #dzikir #keutamaan-dzikir #dzikir-alquran
(Republika - Iqra) 30/09/24 14:00
v/15868888/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sakinah adalah ketenangan yang Allah SWT limpahkan ke dalam hati hamba-hamba-Nya, yang menyebabkan mereka tenang dan berwibawa, dan menstabilkan hati dalam menghadapi ketakutan, sehingga tidak terguncang oleh godaan dan tidak terpengaruh oleh kesusahan, bahkan meningkatkan keimanan dan keyakinan.
Allah SWT telah menyebutkannya di enam tempat dalam kitab suci-Nya. Semuanya mengandung makna-makna keagungan dan pengagungan yang Allah Ta'ala berikan sebagai anugerah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan para rasul-Nya yang dekat.
Ibnul Qayyim menjelaskan dalam kitabnya Madarij as-Salikin, bahwa ketenangan ini adalah bagian dari kedudukan orang yang bersuluk kepada Allah SWT.
“Kedudukan ini adalah salah satu kedudukan karunia, bukan kedudukan perolehan, dan Allah telah menyebutkan ketenangan di dalam Kitab-Nya di enam tempat:
Pertama, Surat Al-Baqarah Ayat 248
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ءَايَةَ مُلْكِهِۦٓ أَن يَأْتِيَكُمُ ٱلتَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ ءَالُ مُوسَىٰ وَءَالُ هَٰرُونَ تَحْمِلُهُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Arab-Latin: Wa qāla lahum nabiyyuhum inna āyata mulkihī ay ya`tiyakumut-tābụtu fīhi sakīnatum mir rabbikum wa baqiyyatum mimmā taraka ālu mụsā wa ālu hārụna taḥmiluhul-malā`ikah, inna fī żālika la`āyatal lakum ing kuntum mu`minīn
Artinya: "Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman."
Kedua, Surat At-Taubah Ayat 26
ثُمَّ أَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْكَٰفِرِينَ
Arab-Latin: ṡumma anzalallāhu sakīnatahụ 'alā rasụlihī wa 'alal-mu`minīna wa anzala junụdal lam tarauhā wa 'ażżaballażīna kafarụ, wa żālika jazā`ul-kāfirīn
Artinya: Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.
BACA JUGA: Terungkap Begini Jalannya Operasi Pembunuhan Hassan Nasrallah Oleh Israel yang Brutal
Ketiga, At-Taubah Ayat 40
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Arab-Latin: Illā tanṣurụhu fa qad naṣarahullāhu iż akhrajahullażīna kafarụ ṡāniyaṡnaini iż humā fil-gāri iż yaqụlu liṣāḥibihī lā taḥzan innallāha ma'anā, fa anzalallāhu sakīnatahụ 'alaihi wa ayyadahụ bijunụdil lam tarauhā wa ja'ala kalimatallażīna kafarus-suflā, wa kalimatullāhi hiyal-'ulyā, wallāhu 'azīzun ḥakīm
Artinya: Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Mahabijaksana.
Keempat...
Keempat, Surat Al-Fath Ayat 4
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Arab-Latin: Huwallażī anzalas-sakīnata fī qulụbil-mu`minīna liyazdādū īmānam ma'a īmānihim, wa lillāhi junụdus-samāwāti wal-arḍ, wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā
Artinya: Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Kelima, Surat Al-Fath Ayat 18
لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
Arab-Latin: Laqad raḍiyallāhu 'anil-mu`minīna iż yubāyi'ụnaka taḥtasy-syajarati fa 'alima mā fī qulụbihim fa anzalas-sakīnata 'alaihim wa aṡābahum fat-ḥang qarībā
Artinya: Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).
Kelima, Surat Al-Fath Ayat 26
إِذْ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ ٱلتَّقْوَىٰ وَكَانُوٓا۟ أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا
Arab-Latin: Iż ja'alallażīna kafarụ fī qulụbihimul-ḥamiyyata ḥamiyyatal-jāhiliyyati fa anzalallāhu sakīnatahụ 'alā rasụlihī wa 'alal-mu`minīna wa alzamahum kalimatat-taqwā wa kānū aḥaqqa bihā wa ahlahā, wa kānallāhu bikulli syai`in 'alīmā
Artinya: Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tentang khasiat enam ayat ketenangan ini, masih menurut Ibnu al-Qayyim, Ibnu Taimiyyah rahimahullah jika dia menghadapi masalah, membaca ayat-ayat ketenangan.
BACA JUGA: Bagaimana Bom Pembunuh Hassan Nasrallah Bisa Tembus Bunker? Ini Penjelasan Fisika
Ibnu Qayyim mengatakan, "Aku mendengar dia berkata dalam sebuah peristiwa besar yang menimpanya ketika sakit, yang tidak mungkin bisa dinalar akal, yaitu ketika memerangi roh-roh jahat yang menampakkan diri kepadanya dalam keadaan lemah.
Ibnu Taimiyah berkata, “Ketika aku mengalami kesulitan, aku berkata kepada kerabat dan orang-orang di sekitarku: Dia berkata: “Ketika keadaan menjadi sulit bagiku, aku berkata kepada keluargaku dan orang-orang di sekitarku: 'Bacalah ayat-ayat ketenangan."
Ibnu Qayyim mengatakan, "Aku juga telah mencoba membaca ayat-ayat ini ketika hati terganggu dengan apa yang menimpanya, dan aku melihat bahwa ayat-ayat ini memiliki pengaruh yang besar terhadap ketenangan dan ketentramannya."
Khofifah: Shalawat Rawat Kebhinnekaan dan NKRI
Shalawat dan zikir yang dilantunkan oleh seseorang akan datangkan ketenangan. [354] url asal
#shalawat #dzikir #nkri #khofifah #khofifah-indar-parawansa
(Republika - News) 16/08/24 18:09
v/14496155/
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyebut shalawat adalah salah satu cara untuk merawat kebhinnekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Suatu saat sebelum Afghanistan jatuh ke tangan Taliban, Presiden Ashraf Ghani pernah bertanya pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) berapa jumlah suku di Indonesia. Yang kemudian dijawab oleh Presiden Jokowi bahwa jumlah suku di Indonesia ada sebanyak 714 suku," kata Khofifah saat kegiatan Lumajang Bershalawat seperti keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Jawaban Presiden Jokowi tersebut membuat Presiden Ashraf Ghani kaget. Dengan jumlah suku sebanyak itu, Presiden Ashraf Ghani terheran bagaimana Indonesia bisa aman damai dan terjaga kerukunannya.
Sementara di Afghanistan yang hanya terdiri dari tujuh suku, sedikit permasalahan saja bisa menyulut perpecahan hingga mendalam bahkan berkepanjangan. Hal itu membuatnya bertanya-tanya apa rahasia Indonesia bisa merawat keutuhan NKRI.
“Ada banyak cara dan banyak elemen yang terus berupaya merawat keutuhan negeri ini. Guru-guru kita, para tokoh agama, mengajarkan dan mengajak kita beragam-ragam shalawat, beragam-ragam zikir, sejatinya adalah mereka sedang mengajarkan kedamaian,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan, hal itu kemudian dijabarkan oleh Khofifah, bahwa shalawat dan zikir yang dilantunkan oleh seseorang akan datangkan ketenangan.
Hati yang gelisah, hati yang sedang kalut dan galau ketika diajak dalam syahdunya salawat dan zikir maka akan berubah menjadi tenang dan mendatangkan pikiran yang jernih. Tidak hanya itu, lantunan shalawat juga mendatangkan berkah dari Allah SWT.
“Maka ketenangan ini yang merawat bangsa ini. Bahwa shalawat juga lantunan zikir yang merawat kebhinnekaan kita, merawat NKRI kita. Shalawat juga menjadi cara kita mencintai bangsa Indonesia,” kata Khofifah.
Oleh sebab itu, secara khusus ia menyampaikan terima kasih dan apresiasinya pada Pemkab Lumajang khususnya Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni bersama HIPMI Lumajang yang berinisiatif menggelar majelis Lumajang Bershalawat dalam rangka peringatan HUT ke-79 RI.
Ditegaskannya, bahwa majelis yang melantunkan shalawat ini akan melangitkan doa-doa masyarakat Lumajang, sehingga Allah SWT akan menurunkan keberkahan, kedamaian dan juga kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Lumajang, juga untuk masyarakat Jawa Timur dan untuk bangsa Indonesia.
"Semoga Allah menjadikan negeri kita baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur, sebuah bangsa yang penuh ketentraman dan dilimpahkan keberkahan pada seluruh penduduknya," ucap Khofifah.
Pencipta Shalawat Badar Dapat Penghargaan Negara
Shalawat Badar menjadi bacaan dan dzikir yang populer di Indonesia. [428] url asal
#shalawat-badar #penghargaan-presiden #ali-manshur #dzikir #munajat
(Republika - Khazanah) 15/08/24 18:00
v/14462109/
REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Pencipta "Shalawat Badar" almarhum KH Ali Manshur mendapat anugerah kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara, Rabu.
Dalam keterangannya, penghargaan ini diberikan atas dedikasi Ali Manshur menciptakan "Shalawat Badar" semasa tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 1959-1967.
Penghargaan ini diterima langsung oleh putra sulungnya, KH Ahmad Syakir Ali dan putra bungsunya, Gus Saiful Islam.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut menyaksikan penganugerahan tersebut mengaku bangga.
"Shalawat Badar ini punya ikatan kuat dengan Banyuwangi. Sebagai warga Banyuwangi kami turut bangga atas penganugerahan ini," katanya.
Di Banyuwangi, kata Ipuk, juga mulai bermunculan landmark-landmark yang berkaitan dengan Shalawat Badar, seperti di destinasi wisata Banyuwangi Theme Park yang di dalamnya juga memuat konten tentang historis Shalawat Badar.
"Ke depan tentu perlu didorong lebih banyak lagi untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa shalawat tersebut diciptakan di Banyuwangi," tutur Bupati Ipuk.
Sementara itu, KH Ahmad Syakir Ali, putera almarhum KH Ali Manshur menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berinisiatif dan bekerja keras untuk memberikan perhatian pada Shalwat Badar dan proses penciptaannya.
Menurut Kiai Syakir, Banyuwangi merupakan salah satu pihak yang turut mendorong Shalawat Badar karangan ayahandanya tersebut bisa lahir. "Sedikit banyak tentu terinspirasi oleh Banyuwangi," katanya.
Sementara penulis buku "Shalawat Badar dari Banyuwangi untuk Dunia", Ayung Notonegoro, mengungkapkan teks shalawat itu mencerminkan kondisi sosio-politik di Banyuwangi pada masa Orde Lama. Saat itu kontestasi politik merambah berbagai bidang tak terkecuali seni-budaya.
"NU Banyuwangi menyebarluaskan Shalawat Badar yang aransemennya rancak dan penuh semangat sebagai dinamika situasi saat itu," katanya.
Apa itu Shalawat Badar?
Shalawat Badar karya KH Ali Manshur Shiddiq memiliki daya tarik tersendiri pada setiap baitnya. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga pakar bahasa dan sastra Arab, Prof. Dr. Sukron Kamil menilai dari struktur bahasa dan bentuknya, shalawat yang amat populer di Nusantara itu telah memenuhi standar puisi Arab.
Menurut dia, bentuk Shalawat Badar memiliki syair yang mengikuti persodi gaya lama, dengan kesesuaian pada tiap akhir kata (khofiyah). Selain itu, Shalawat Badar memiliki bahar atau wazan tertentu yang dijadikan pola dalam menggubah syair Arab. Jenis bahar yang digunakan pada Shalawat Badar adalah bahar hazj.
Dengan apiknya pemilihan susunan kata yang digunakan, banyak orang tidak mengira Shalawat Badar diciptakan oleh seorang ulama dari tanah jawa yaitu KH Ali Manshur. Memang shalawat yang tersusun dari 28 bait itu tidak menggunakan bahasa-bahasa simbol yang umumnya menjadi kekuatan pada sebuah puisi. Kiai Ali Manshur lebih memilih kata-kata yang dapat mudah dipahami dan diingat pada setiap baitnya. Namun demikian, menurut Sukron, hal itu menjadi kelebihan tersendiri dari Shalawat Badar.
Tebus Dosa dengan Tradisi Dzikir Fida
Tradisi Fidaan merupakan bagian dari upaya melestarikan kebudayaan bangsa. [398] url asal
#tahlilan #dzikir-fida #tahlilan-tebus-dosa #tebus-dosa-lewat-dzikir-fida #acara-tahlilan #tahlil-dan-dzikir #dzikir-dan-tahlil #tahlil-tebus-dosa #dzikir-tebus-dosa #hukum-dzikir-fida #cara-dzikir-fid
(Republika - Khazanah) 14/08/24 07:14
v/14394325/
REPUBLIKA.CO.ID, Dzikir Fida, juga dikenal sebagai Dzikir Penebusan (Fida'), adalah salah satu bentuk dzikir yang diyakini memiliki kekuatan khusus untuk menebus dosa-dosa atau menghapus kesalahan yang telah dilakukan oleh seseorang. Dzikir ini sering diamalkan umat Islam sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Allah dan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang mungkin telah dilakukan, sehingga terhindar dari api neraka.
Alumni Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Al Fahrizal dalam tulisannya menjelaskan, kata Fida' berasal dari bahasa Arab, (الفداء) yang berarti tebusan; penebusan. Zikir fida juga sering disebut dengan zikir 'ataqoh (العتاقة) bermakna pemerdekaan. Maksud dari penebusan dan pemerdekaan di sini ialah menebus diri kepada Allah SWT dari siksa api neraka.
Dzikir fida terbagi menjadi dua, yaitu fida sughro dan fida kubro. Fida sughro ialah membaca zikir tahlil (laa ilaaha illa Allah) sebanyak 70 ribu kali. Tapi, ada pula yang membacanya 71 ribu kali. Sedangkan, fida kubro ialah membaca surat Al-Ikhlas sejumlah 100 ribu kali.
Cara mengamalkannya sebenarnya mirip dengan tradisi tahlilan, yang mana dalam pelaksanaannya juga mengirimkan doa dan surat Alfatihah melalui bacaan kalimat thayyibah. Dzikir fida ini tepatnya dibaca untuk diri sendiri. Tetapi, paling sering dibaca dengan maksud menghadiahkan kepada orang lain yang telah meninggal.
Praktik pembacaannya pun bermacam-macam, tergantung tempat dan daerahnya. Ada yang dibaca selama selama tujuh hari setelah kematian atau pun 40 hari kematian.
"Ada juga yang tidak dibatasi waktu tertentu, ada yang dibaca oleh orang-orang tertentu yang ditunjuk khusus, ada juga yang urunan banyak orang untuk mencapai jumlah tersebut," tulis Al Fahrizal.
Dalam penelitiannya, Muhammad Roihan Zuhri Abdul Aziz mengungkapkan bahwa tradisi Fida'an merupakan bagian penting dari warisan budaya suatu masyarakat. Respons masyarakat terhadap tradisi ini dapat mencerminkan kompleksitas nilai, kepercayaan, dan norma-norma yang ada dalam lingkungan sosial mereka.
Menurut dia, perspektif Alquran juga dapat memberikan pandangan yang mendalam terkait bagaimana tradisi ini dapat diinterpretasikan dalam konteks nilai-nilai agama.
Secara umum, respon masyarakat terhadap Tradisi Fida'an mencakup berbagai sudut pandang. Beberapa anggota masyarakat mungkin memandang tradisi ini sebagai perayaan budaya yang harus dijaga dan dipertahankan, sementara yang lain mungkin menilainya dengan kritis atau bahkan menolaknya karena pertentangan dengan keyakinan atau nilai-nilai tertentu.
Dari perspektif Alquran, menurut Roihan Zuhri, evaluasi terhadap tradisi Fida'an dapat dilakukan dengan merujuk pada prinsip-prinsip ajaran Islam. Alquran mengajarkan nilai-nilai seperti keadilan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks ini, tradisi Fida'an dapat dievaluasi.
Dzikir Pembuka Rezeki
Salah satu amalan sederhana yang dapat membuka rezeki adalah dzikir. [244] url asal
#dzikir #doa #rezeki #doa #doa-saat-terjadi-gempa #rizky
(Republika - Iqra) 13/08/24 23:08
v/14399676/
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Di antara salah satu amalan sederhana yang dapat membuka rezeki adalah dzikir. Dzikir yang ringan seperti mengucapkan tasbih, tahmida dan takbir, seperti yang dikutip dalam Rumah Fikih,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
جَاءَ الْفُقَرَاءُ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ مِنَ الأَمْوَالِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلاَ وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى ، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ ، وَلَهُمْ فَضْلٌ مِنْ أَمْوَالٍ يَحُجُّونَ بِهَا ، وَيَعْتَمِرُونَ ، وَيُجَاهِدُونَ ، وَيَتَصَدَّقُونَ قَالَ « أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ بِأَمْرٍ إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ بَعْدَكُمْ ، وَكُنْتُمْ خَيْرَ مَنْ أَنْتُمْ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِ ، إِلاَّ مَنْ عَمِلَ مِثْلَهُ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ ، وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ » . فَاخْتَلَفْنَا بَيْنَنَا فَقَالَ بَعْضُنَا نُسَبِّحُ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ ، وَنَحْمَدُ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ ، وَنُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ . فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ « تَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، حَتَّى يَكُونَ مِنْهُنَّ كُلِّهِنَّ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ.
“Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi ﷺ. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kami shalat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah. Nabi ﷺ lantas bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.”
Kami pun berselisih. Sebagian kami bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh empat kali. Aku pun kembali padanya. Nabi ﷺ bersabda, “Ucapkanlah subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar, sampai tiga puluh tiga kali.” (HR. Bukhari, no. 843).
Abu Shalih yang meriwayatkan hadits tersebut dari Abu Hurairah berkata,
فَرَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالُوا سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا فَفَعَلُوا مِثْلَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ.
“Orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin kembali menghadap Rasulullah ﷺ, mereka berkata, “Saudara-saudara kami yang punya harta (orang kaya) akhirnya mendengar apa yang kami lakukan. Lantas mereka pun melakukan semisal itu.” Rasulullah ﷺ kemudian mengatakan, “Inilah karunia yang Allah berikan kepada siapa saja yang ia kehendaki.” (HR. Muslim).
Dzikir dan Doa setelah Sholat Tahajud dan Witir untuk Agama Islam
Dzikir dan doa setelah sholat tahajud dan witir ini dapat diterapkan oleh seluruh umat muslim agar lebih afdal. [145] url asal
(Kumparan.com) 11/08/24 17:13
v/14193301/
Solat tahajud dan witir merupakan amalan sunah yang memiliki keutamaan besar dalam agama Islam. Bagi yang ingin melakukannya, ada dzikir dan doa setelah sholat tahajud dan witir untuk dibaca agar lebih afdal.
Tindakan ini sangat dianjurkan karena bentuk penyempurnaan ibadah dan permohonan kepada Allah Swt. Dengan begitu, salat di malam hari dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, serta mengharapkan ampunan dan rahmat-Nya menjadi lebih lengkap.
Sebagai umat Islam tentunya sangat baik jika melaksanakan salat tahajud sekaligus dengan witir. Sesudah melakukannya, ibadah bisa dilanjutkan dengan zikir dan doa.
Adapun dzikir dan doa setelah sholat tahajud dan witir dikutip dari buku Kumpulan Doa, Dzikir dan Sholawat Al-Khoirot, A. Fatih Syuhud, (2019) adalah sebagai berikut.
Melakukan dzikir dan doa setelah sholat tahajud dan witir merupakan langkah penting dalam menyempurnakan ibadah malam. Terlebih lagi, zikir dan doa dapat membantu seorang muslim untuk terus-menerus mengingat Allah. (RIZ)
Mengingat Allah dengan Amalan Dzikir Petang Arab, Latin, dan Terjemahan
Berdzikir dan mengingat Allah adalah perintah Allah. [480] url asal
#dzikir-petang #dzikir-sore #dzikir #doa #berdzikir
(Republika - Iqra) 29/07/24 15:09
v/12533110/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dzikir dan doa adalah bentuk komunikasi seorang hamba dengan Tuhan-nya. Berdzikir dan mengingat Allah adalah perintah Allah sekaligus sebagai bentuk ibadah.
Allah Swt telah menegaskan siapa pun yang berdzikir dan mengingat-Nya, niscaya Allah akan mengingatnya. Karena itu, sebagai sebuah ibadah yang mulia, sudah semestinya seorang hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan tentunya dengan memahami adab dan tata cara dalam berdoa dan berdzikir.
Ustadz Fadli Ramadhan dalam bukunya Dzikir Pagi Petang menyebutkan di dalam Alquran, dzikir disebut sebanyak 267 kali dengan berbagai bentuk kata. Di antaranya bermakna mengingat Allah dalam arti menghadirkan dalam hati.
Perintah dzikir telah disebutkan baik dalam Alquran maupun hadits. Pada beberapa hadits, Rasulullah Saw menyebutkan mengenai keutamaan orang yang melakukan dzikir. Salah satunya adalah dzikir dapat memperbaiki amal dan meninggikan derajat (HR. Tirmidzi).
Dalam hadits qudsi Allah Swt berfirman: "Aku akan menyertai hamba-Ku ketika berdzikir kepada-Ku dan ketika bibirnya menyebut nama-Ku. Pada hadits lain, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang ingin selalu berjalan-jalan di taman syurga, hendaklah ia memperbanyak dzikir kepada Allah azza wa jalla."
Rasulullah Saw juga pernah menggambarkan perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah seperti orang yang hidup, sementara orang yang tidak berdzikir kepada Allah sebagai orang yang mati. Adapun cara berdzikir, Imam Nawawi menjelaskan dzikir itu bisa dilakukan dengan hati dan lisan, namun yang paling utama adalah dengan hati dan lisan secara bersamaan. Amalan membaca dzikir dianjurkan untuk dilakukan pada pagi dan petang (sore) hari.
Ustadz Khalid Basalamah mengatakan orang yang membaca dzikir di waktu pagi, berarti ia telah mensyukuri nikmat pada hari itu. Kemudian orang yang membacanya di waktu petang, berarti ia telah mensyukuri nikmat di malam tersebut. Dengan syukur itulah, nikmat akan bertahan dan bertambah.
Dzikir pagi dilakukan setelah sholat Subuh hingga terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, sekitar pukul 07.00 atau 08.00. Adapun dzikir sore dilakukan setelah sholat Ashar sampai terbenamnya matahari atau sampai menjelang waktu Isya.
Selanjutnya...
11. Membaca ini 1 kali:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Artinya:
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu)."
12. Membaca ini 100 kali:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya:
"Maha suci Allah, aku memuji-Nya."
13. Membaca ini 10 kali:
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
"Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."
14. Dibaca 3 kali waktu petang
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
Artinya:
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya."
13 Amalan Sunnah pada Hari Jumat yang Menambah Ketenangan Jiwa
Amalan sunnah pada hari Jumat menjadi kebiasaan orang-orang shaleh dahulu. [583] url asal
#sunnah-hari-jumat #amalan-sunnah-hari-jumat #hari-jumat #shalawat #dzikir #doa #doa-harian
(Republika - Iqra) 26/07/24 08:31
v/12156315/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jumat merupakan hari spesial bagi Umat Islam. Di hari inilah terdapat sejumlah sunnah yang jika dikerjakan akan menambah pahala plus ketenangan hati. Amalan sunnah ini sudah menjadi kebiasaan orang-orang shaleh dahulu, berikut ini adalah ulasannya
Pertama, banyak baca shalawat
Sederhana sekali, allahumma shalli ala sayidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Boleh juga membaca shalawat yang biasa dibaca orang-orang shaleh, seperti shalawat nariyah, thibbul qulub, dan lainnya.
Baca shalawat sebanyak-banyaknya. Biasanya orang-orang shaleh membaca shalawat mulai ratusan hingga ribuan kali.
Kedua, memperbanyak doa
Doa di hari Jumat, khususnya antara dua khotbah, dan setelah Ashar atau sebelum matahari terbenam, cepat dikabulkan Allah.
Dalam hadits riwayat Nasai disebutkan, Rasulullah menyebut waktu khusus tersebut adalah sebagai berikut:
آخِرُ سَاعَةٍ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ قَبْلَ أَنْ تَغِيبَ الشَّمْسُ
Artinya, waktu akhir hari Jumat sebelum matahari terbenam.
3. Membaca dan tadabur Alquran
Membaca Alquran akan lebih baik bila dilakukan perlahan sambil tadabur ayat-ayat tersebut. Membaca dengan cara semacam itu akan membuat hati tersentuh dan menambah kepekaan terhadap firman Allah.
4. Mandi Besar
Yaitu mandi yang biasa dilakukan sebelum hari Jumat.
5. Menyegerakan Sholat Dhuhur
Khusus wanita, dianjurkan untuk sholat zhuhur tepat waktu.
6. Memakai Minyak Wangi dan Pakaian Bagus
Memakai wewangian dan pakaian terbaik di hari Jumat merupakan sunnah terbaik. Dalam sebuah hadits Rasulullah menjelaskan hal tersebut.
“Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu salat sesuai dengan kemampuan dirinya. Dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Lihat halaman berikutnya >>>
7. Membaca Surat Al Kahfi
Membaca Surah al-Kahfi juga merupakan sunnah. Membaca surah ini diperkirakan akan memakan waktu 30 menit hingga satu jam.
“Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dua Jumat,” (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi).
8. Duduk dengan Posisi Sopan Saat Mendengar Khotbah
Simaklah khotbah jumat dengan baik.
9. Melaksanakan Salat Sunnah
Ada sholat sunnah tahajud, hajat, qabliyah Shubuh, tahiyatul masjid, qabliyah dan ba’diyah jumat, dan qabliyah ashar.
10. Berangkat ke Masjid Lebih Awal
Sebisa mungkin luangkan waktu khusus untuk berangkat ke masjid lebih dulu untuk sholat Jumat.
11. Bersikap Tenang Ketika Khatib Berkhotbah
Ketika khatib berceramah, jangan pernah berbicara, dengarkan khotbah tersebut hingga selesai. Peringatan tersebut telah dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Al Bazzar, dan At Tabrani, Rasulullah SAW bersabda:
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من تكلم يوم الجمعة والإمام يخطب فهو كمثل الحمار يحمل أسفارا والذي يقول له أنصت ليس له جمعة . رواه أحمد والبزار والطبراني
“Barang siapa berbicara pada hari Jumat, sedangkan imam sedang berkhotbah, maka dia bagaikan Keledai yang sedang membawa kitab (orang yang bodoh). Sedangkan orang yang menyuruh diam kepada orang yang berbicara, ia tidak mendapatkan keutamaan Jumat seutuhnya”. (HR. Ahmad, Al Bazzar, dan At Tabrani).
12. Mengikuti Kegiatan Sosial
Amalan hari Jumat tidak hanya seputar kegiatan yang berhubungan dengan ibadah. Tapi juga berkaitan dengan kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi sesama.
Pada beberapa riwayat, saat hari Jumat Rasulullah SAW tidak hanya melakukan kegiatan yang berkaitan dengan ibadah saja. Beliau juga melakukan kegiatan sosial yang bersifat positif.
Sesuai melaksanakan salat Jumat, salat sunnah, berzikir, berdoa, dan ibadah lainnya. Nabi Muhammad SAW biasanya akan mengunjungi saudaranya dan menjenguk orang yang sedang sakit.
Tidak hanya itu saja, Beliau juga sering menghadiri acara pemakaman jenazah dan menghadiri acara akad nikah. Kegiatan sosial yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tersebut memang terlihat sepele namun perlu dicontoh.
13. Menyisihkan Sebagian Rezeki untuk Bersedekah
Keutamaan hari Jumat yang paling berarti untuk bekal di akhirat, yaitu diberikannya pahala berlipat ganda bagi orang-orang yang melakukan kebajikan di hari tersebut. Menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan.
Sering Makan Sampai Begah? ini Nasihat Syekh Nawawi yang Wajib diPahami
Makan berlebihan ternyata tidak baik untuk kesehatan hati. [384] url asal
#makan #adab-makan #dzikir #syahwat #dampak-banyak-makan #bahaya-makan-banyak #bahaya-makan-berlebihan
(Republika - Khazanah) 13/07/24 18:20
v/10670751/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di zaman sekarang, menemukan makanan enak tidak sulit. Tinggal order makanan tersebut lewat aplikasi online, atau kumpulkan bahan mentahnya, lalu masak, maka tersedialah makanan enak tersebut.
Kalau sudah santap makanan enak, biasanya lupa diri. Mulut terus mengunyah meski perut sebenarnya sudah kenyang. Karena terus dipaksakan, akhirnya perut menjadi sakit. Badan sulit bergerak, seperti tak bisa bangun dari duduk. Kalau sering makan dengan pola seperti ini, badan tambah gemuk, lemak bertambah.
Dampaknya lainnya, jadi malas ibadah, gagal kontrol nafsu. Badan menjadi liar, mudah stres, dan lainnya
Nasihat Syekh Nawawi al-Bantani
Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani dalam kitab Nashaihul Ibad mengungkapkan dampak buruk akibat perut terlalu kenyang. Untuk diketahui, Yahya bin Mu’adz ar-Razi mendapat julukan sebagai lautan kebenaran, pembimbing ulama, dan penjelajah jalan menuju Tuhan.
مَنْ كَثُر شَبَعُهُ كَثرُ الحَمُهُ وَمَنْ كَثرُ لَحَمُهُ كَثْرَ شَهْوَتُهُ وَمَنْ كَثَرُتْ شَهْوَتُهُ كَثُرَتْ ذُنُوبُهُ وَمَنْ كَثُرَتْ ذُنُوبُهُ قَسَى قَلْبُهُ وَمَنْ قَسَى قَلْبُهُ عَرِقَ فِي آفَاتِ الدُّنْيَا وَزِينَتِهَا.
Diriwayatkan dari Yahya bin Mu’adz ar-Razi, "Siapapun yang banyak kenyangnya, maka akan banyak dagingnya. Siapapun yang banyak dagingnya, maka akan besar syahwatnya. Siapapun yang besar syahwatnya, maka banyak dosanya. Siapapun yang banyak dosanya, maka akan keras hatinya. Siapapun yang keras hatinya, maka ia akan tenggelam dalam bahaya-bahaya dunia dan hiasannya."
Siapapun yang banyak makan (hanya menuruti nafsu perut), maka akan banyak dagingnya. Berbeda dengan orang yang mengurangi makan kemudian semakin giat berzikir. Orang semacam ini larut dalam ketamakan zikir, asyik dalam mengingat Allah, bersemangat mengais rezeki, memanfaatkannya hanya sebagian. Kemudian sisanya dibagikan kepada dhuafa.
Orang semacam ini memperbanyak ibadah, sedekah, wakaf, karena menyadari, apa yang sudah didapat, sejatinya adalah milik Allah. Dia memahami, bahwa milik Allah tidak boleh dimakan sendirian. Harus dibagikan kepada orang lain, khususnya dhuafa, sebagaimana yang disyariatkan Allah dan Nabi Muhammad.
Lihat halaman berikutnya >>>
Sekali lagi harus diingat, hindari banyak makan dan perut kenyang. Sebab Nabi Muhammad sendiri mencontohkan untuk berhenti makan sebelum kenyang. Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan kebaikan.
Siapapun yang banyak dagingnya, maka akan besar syahwatnya. Sedang perkara yang dapat mengekang syahwat tidak lain hanyalah rasa lapar. Orang yang besar syahwatnya, maka ia akan besar dosanya, karena syahwat dapat menghalanginya dari mengingat Allah SWT.
Sedang orang yang sudah banyak dosanya, pasti akan memiliki hati yang keras. Sehingga sangat sulit menerima petunjuk (nasihat).
Jika orang itu sudah memiliki hati yang keras, maka ia akan tenggelam ke dalam bahaya dunia dengan segala hiasannya. Dilansir dari kitab Nashaihul Ibad yang diterjemahkan Abu Mujaddidul Islam Mafa dan diterbitkan Gitamedia Press, 2008
Tiga Doa dan Dzikir Pagi yang Dianjurkan
Doa pada pagi hari semakin menenangkan hati dan membangun semangat. [251] url asal
#doa-pagi #doa-harian #doa-seharu-hari #dzikir #munajat
(Republika - Iqra) 11/07/24 07:27
v/10418897/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam dianjurkan untuk membaca beberapa doa dan zikir pada pagi hari sebagai bentuk syukur, perlindungan, dan permohonan kepada Allah. Dzikir pagi hari banyak terdapat dalam Sunnah Nabi Muhammad SAW, diantaranya adalah sebagai berikut:
Doa Pagi Pertama:
أَصبَحْنا على فِطرةِ الإسلامِ، وعلى كَلِمةِ الإخلاصِ، وعلى دِينِ نَبيِّنا محمَّدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، وعلى مِلَّةِ أبِينا إبراهيمَ، حَنيفًا مُسلِمًا، وما كان مِنَ المُشرِكينَ
Ashbahna ala fithratil Islam, wa'ala kalimatil ikhlash, wa'ala diini nabiyyina muhammadin SAW wa'ala millati abiina ibrahim, haniifan musliman, wamakana minal musyrikin.
"Kami berpagi hari di atas fitrah Islam dan kalimat ikhlash serta agama nabi kami, Muhammad SAW juga millah (agama) nenek moyang kami Nabi Ibrahim As yang lurus dan muslim serta bukan tergolong orang-orang musyrik.”
Doa Pagi Kedua:
Umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa pagi berikut ini:
بسمِ اللهِ الذي لا يَضرُ مع اسمِه شيءٌ في الأرضِ ولا في السماءِ وهو السميعُ العليمِ
Bismillahil ladzi la yadhurru ma‘as mihi syai’un fil ardhi wa la fis sama’i wa huas sami‘ul ‘alim.
"Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)." (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Doa tersebut merupakan doa tolak bala yang dianjurkan untuk dibaca di pagi hari. Doa ini bisa dibaca sebanyak tiga kali di pagi hari.
Doa Pagi Ketiga:
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وِبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا
Radhitu billahi rabba, wa bil islami dina, wa bi Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama nabiyyan wa rasula
“Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul,” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Al-Hakim).
Siapa yang membaca doa di atas, mala akan dimasukkan ke dalam surga.
Raih Keberkahan di Sore Hari dengan Membaca Dzikir Petang, Ini Urutan Lengkapnya | Republika Online
Dzikir petang dibaca pada sore hari. [480] url asal
#dzikir-petang #dzikir-sore #zikir-petang #berdzikir #bacaan-dzikir-petang #dzikir-petang-lengkap
(Republika - Iqra) 09/07/24 14:20
v/10193230/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dzikir dan doa adalah bentuk komunikasi seorang hamba dengan Tuhan-nya. Berdzikir dan mengingat Allah adalah perintah Allah sekaligus sebagai bentuk ibadah.
Allah Swt telah menegaskan siapa pun yang berdzikir dan mengingat-Nya, niscaya Allah akan mengingatnya. Karena itu, sebagai sebuah ibadah yang mulia, sudah semestinya seorang hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan tentunya dengan memahami adab dan tata cara dalam berdoa dan berdzikir.
Ustadz Fadli Ramadhan dalam bukunya Dzikir Pagi Petang menyebutkan di dalam Alquran, dzikir disebut sebanyak 267 kali dengan berbagai bentuk kata. Di antaranya bermakna mengingat Allah dalam arti menghadirkan dalam hati.
Perintah dzikir telah disebutkan baik dalam Alquran maupun hadits. Pada beberapa hadits, Rasulullah Saw menyebutkan mengenai keutamaan orang yang melakukan dzikir. Salah satunya adalah dzikir dapat memperbaiki amal dan meninggikan derajat (HR. Tirmidzi).
Dalam hadits qudsi Allah Swt berfirman: "Aku akan menyertai hamba-Ku ketika berdzikir kepada-Ku dan ketika bibirnya menyebut nama-Ku. Pada hadits lain, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang ingin selalu berjalan-jalan di taman syurga, hendaklah ia memperbanyak dzikir kepada Allah azza wa jalla."
Rasulullah Saw juga pernah menggambarkan perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah seperti orang yang hidup, sementara orang yang tidak berdzikir kepada Allah sebagai orang yang mati. Adapun cara berdzikir, Imam Nawawi menjelaskan dzikir itu bisa dilakukan dengan hati dan lisan, namun yang paling utama adalah dengan hati dan lisan secara bersamaan. Amalan membaca dzikir dianjurkan untuk dilakukan pada pagi dan petang (sore) hari.
Ustadz Khalid Basalamah mengatakan orang yang membaca dzikir di waktu pagi, berarti ia telah mensyukuri nikmat pada hari itu. Kemudian orang yang membacanya di waktu petang, berarti ia telah mensyukuri nikmat di malam tersebut. Dengan syukur itulah, nikmat akan bertahan dan bertambah.
Dzikir pagi dilakukan setelah sholat Subuh hingga terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, sekitar pukul 07.00 atau 08.00. Adapun dzikir sore dilakukan setelah sholat Ashar sampai terbenamnya matahari atau sampai menjelang waktu Isya.
Selanjutnya...
11. Membaca ini 1 kali:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Artinya:
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu)."
12. Membaca ini 100 kali:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya:
"Maha suci Allah, aku memuji-Nya."
13. Membaca ini 10 kali:
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
"Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."
14. Dibaca 3 kali waktu petang
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
Artinya:
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya."