Paparkan Kinerja Semester I 2024, Sampoerna Targetkan Pertumbuhan Bisnis lewat Investasi dan Inovasi Produk

Paparkan Kinerja Semester I 2024, Sampoerna Targetkan Pertumbuhan Bisnis lewat Investasi dan Inovasi Produk

Sampoerna berhasil mempertahankan posisinya sebagai perusahaan nomor satu di industri tembakau dengan pangsa pasar 27 persen pada semester I 2024. Halaman all

(Kompas.com) 29/07/24 18:59 12550152

JAKARTA, KOMPAS.com – PT HM Sampoerna Tbk atau Sampoerna menggelar acara paparan publik (public expose) di Jakarta, Senin (29/7/2024).

Pada acara tersebut, Sampoerna memaparkan kondisi industri tembakau terkini, kinerja bisnis perseroan sepanjang semester I 2024, serta strategi dan inovasi perusahaan ke depan.

Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi mengatakan, di tengah melemahnya kondisi ekonomi global, Indonesia mampu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil dengan mempertahankan pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 5 persen serta mempertahankan tingkat inflasi yang relatif rendah.

Namun, di tengah pertumbuhan ekonomi tersebut, konsumen tetap berhati-hati dalam berbelanja. Hal ini, katanya, tecermin dari tren penurunan indeks kepercayaan konsumen pasca-Hari Raya Idul Fitri 2024 yang lebih cepat jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lemahnya permintaan konsumen atau daya beli dirasakan oleh berbagai industri, termasuk industri tembakau. Hal ini pun turut berpengaruh kepada preferensi konsumen yang kini mencari produk dengan harga lebih terjangkau.

“Pada semester pertama tahun ini, konsumen rokok golongan 2 hampir mencapai setengah dari rokok legal di Indonesia, yaitu sebesar 44 persen, atau tumbuh sebesar 5 poin dari semester I 2023. Tentunya, hal ini perlu menjadi perhatian kami,” ujar Ivan.

Selain itu, industri tembakau juga menghadapi tantangan lain, yaitu pertumbuhan rokok ilegal yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari pangsa pasar segmen di bawah golongan 1 pada semester I 2024 yang mencapai lebih dari 44 persen atau bertumbuh lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan 2017.

Tak hanya itu, industri tembakau juga menghadapi tantangan lain, yakni kenaikan tarif cukai yang tinggi. Menurut Ivan, rerata kenaikan tarif cukai sebelum pandemi Covid-19 mencapai 7 persen. Namun, semenjak itu, kenaikan tarif cukai mencapai dua hingga empat kali lipat lebih tinggi ketimbang inflasi.

“Ditambah lagi, industri tembakau juga menghadapi tantangan semakin meningkatnya kesenjangan antara segmen golongan 1 dan golongan 2. Pada segmen terbesar dalam industri tembakau, yaitu sigaret kretek mesin (SKM), perbedaan tarif cukai antara golongan 1 dan golongan 2 meningkat hampir tiga kali lipat pada periode yang sama,” paparnya.

Kinerja Sampoerna di paruh awal 2024

Meskipun diterpa banyak tantangan, Sampoerna berhasil mempertahankan posisinya sebagai perusahaan nomor satu di industri tembakau dengan pangsa pasar sebesar 27 persen pada semester I 2024.

Pencapaian itu didukung oleh total volume penjualan produk-produk Sampoerna yang mencapai 39,9 miliar batang pada semester I 2024, termasuk pada produk bebas asap.

“Dengan kenaikan harga pada portofolio produk kami, pendapatan bersih meningkat sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Ivan.

Namun, Ivan mengakui, dinamika industri tembakau serta sejumlah faktor eksternal turut memberikan dampak bagi kinerja perseroan.

Pada semester I 2024, Sampoerna membukukan pendapatan bersih Rp 57,8 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3,3 triliun. Laba bersih ini turun sebesar 11,6 persen jika dibandingkan semester I 2023. Kontribusi pembayaran pajak Sampoerna kepada negara pun turun sebesar 8,2 persen menjadi Rp 4 triliun.

“Sampoerna berkomitmen untuk selalu memberikan nilai kepada semua pemangku kepentingan. Kami memiliki strategi bisnis yang solid dengan berbagai inisiatif yang akan mendorong kinerja perusahaan sepanjang semester kedua dan seterusnya,” katanya.

Strategi dan inovasi untuk keberlanjutan bisnis

Di tengah industri tembakau yang semakin dinamis dan kategori produk yang semakin beragam di pasar, Sampoerna memiliki strategi untuk memperkuat bisnis melalui penguatan portofolio produk multi-kategorinya.

Ivan mengatakan, Sampoerna memiliki portofolio produk yang komprehensif di semua segmen, seperti segmen SKM low tar (LT) dan SKM high tar (HT). Sampoerna terus memperkuat ekuitas merek dengan berbagai kampanye dan program aktivasi yang ditujukan untuk konsumen dewasa.

Bertepatan dengan kehadirannya selama 111 tahun di Indonesia, Sampoerna juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di segmen sigaret kretek tangan (SKT), bahkan portofolio perseroan di segmen ini juga terus berkembang.

“Pada 2023, kami meluncurkan 4 produk SKT baru. Produk-produk baru ini memanfaatkan kekuatan ekuitas dan SKT kami yang terus meningkat. Kami percaya bahwa inovasi ini akan menjadi kunci sukses dalam meningkatkan performa bisnis dan membuat segmen SKT menjadi lebih relevan,” tutur Ivan.

Selain itu, Ivan menjelaskan, Sampoerna juga berfokus pada produk bebas asap yang implementasikan lewat sejumlah strategi, termasuk investasi produksi dan inovasi produk.

Perseroan terus memperluas cakupan konsumen di segmen itu dan telah berhasil mengakuisisi lebih dari 200.000 konsumen dewasa serta mendapatkan momentum pertumbuhan yang besar di kawasan perkotaan, terutama di DKI Jakarta.

“Kami berhasil meraih pangsa pasar sebesar 4,5 persen pada kuartal II 2024,” katanya.

Sampoerna pun akan terus mengembangkan produk bebas asap melalui sejumlah inovasi, seperti meluncurkan sejumlah varian baru. Produk ini diproduksi di fasilitas pabrik produk bebas asap milik Sampoerna di kawasan Karawang, Jawa Barat.

Untuk diketahui, fasilitas produksi produk tembakau inovatif bebas asap itu diresmikan pada 2023. Sampoerna sendiri merealisasikan investasi senilai lebih dari 300 juta dollar AS untuk fasilitas tersebut.

Fasilitas produksi yang memiliki orientasi ekspor ke Asia Pasifik dan pasar domestik itu turut dilengkapi dengan laboratorium dengan kualitas kelas dunia untuk pengujian produk tembakau inovatif bebas asap.

Komitmen Sampoerna dalam pengembangan produk tembakau inovatif bebas asap juga ditunjukkan melalui inisiatif strategis perluasan komersialisasi, serta peluncuran produk baru.

Untuk mendukung strategi serta inovasi produk tersebut, Sampoerna juga terus memperkuat jangkauan pasar mereka.

Sampoerna, kata Ivan, terus memperkuat ekosistem digital serta dukungan dari tenaga komersial yang tangguh dan andal.

“Melihat kompleksitas pasar dan jalur distribusi, kami terus mengembangkan dan memperkuat jangkauan pasar kami. Saat ini, produk Sampoerna telah tersebar di lebih dari 90 persen kabupaten di seluruh Indonesia, bahkan di level kecamatan,” ungkapnya.

Sampoerna juga mengadopsi metode penjualan hibrida yang mengombinasikan penjualan fisik dan jarak jauh melalui bantuan teknologi digital. Dengan cara ini, Sampoerna sudah mencapai rata-rata hampir 800.000 transaksi ordering per bulan.

“Dengan semua inisiatif ini, kami mampu memiliki penetrasi pasar hampir dua kali lipat lebih besar jika dibandingkan pemain utama lain di industri tembakau,” kata Ivan.

#kinerja-perusahaan #hm-sampoerna #sampoerna #industri-tembakau #public-expose #paparan-publik-perusahaan

https://money.kompas.com/read/2024/07/29/185929426/paparkan-kinerja-semester-i-2024-sampoerna-targetkan-pertumbuhan-bisnis-lewat