#30 tag 24jam
Sampoerna untuk Indonesia: 111 Tahun Berkontribusi bagi Keberlanjutan Ekonomi dan Sosial Indonesia
Sebagai perusahaan publik dengan jumlah pekerja terbesar di Indonesia, Sampoerna berkomitmen terus bertumbuh dan memberikan nilai tambah bagi bangsa. Halaman all [1,035] url asal
#umkm #hm-sampoerna #sampoerna #src #paparan-publik-perusahaan #sampoerna-retail-community
(Kompas.com) 30/07/24 16:42
v/12662610/
JAKARTA, KOMPAS.com – Selama 111 tahun beroperasi di Indonesia, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) senantiasa berpedoman pada Falsafah “Tiga Tangan” yang mewakili penciptaan nilai bagi para pemangku kepentingan utama, yaitu karyawan, mitra usaha, dan pemegang saham; konsumen dewasa; serta masyarakat luas.
Sampoerna memiliki jejak ekonomi, investasi, dan sosial yang signifikan di sepanjang mata rantai pasok. Sejak diakuisisi Philip Morris International (PMI) pada 2005, total investasi Sampoerna telah mencapai 6,4 miliar dollar AS atau setara Rp 103 triliun.
Dari segi kontribusi pajak dan cukai perseroan, Sampoerna–termasuk perusahaan induk PT Philip Morris Indonesia–telah berkontribusi sebesar Rp 86,8 triliun pada 2023.
Pada semester I 2024, Sampoerna menyerap lebih dari 90.000 karyawan secara langsung dan tidak langsung. Sekitar 90 persen di antaranya bekerja di segmen padat karya sigaret kretek tangan (SKT).
Jumlah tersebut, membuat Sampoerna menjadi salah satu perusahaan publik dengan jumlah pekerja terbesar di Indonesia.
“Sebagai perusahaan publik dengan jumlah pekerja terbesar di Indonesia, kami memiliki kewajiban untuk terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” ujar Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi saat acara paparan publik di Jakarta, Senin (30/7/2024).
Ivan menjelaskan, komitmen jangka panjang perseroan terhadap masyarakat, karyawan, dan mitra usaha di sepanjang rantai pasok, selalu terpatri dalam falsafah perusahaan. Hal ini dibuktikan melalui berbagai program dan inisiatif yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di bawah Payung Program Keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia”.
“Melalui program ini, kami senantiasa mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di setiap aktivitas perusahaan dengan kerangka kerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST),” katanya.
Pada aspek lingkungan, Sampoerna telah menggunakan lebih dari 10.000 panel surya di fasilitas produksinya di Pasuruan, Jawa Timur. Selain itu, perseroan juga telah melakukan pengolahan limbah produksi dan menggunakan sumber daya air dengan bertanggung jawab.
Untuk keberlanjutan di aspek sosial, perseroan melakukan inovasi berbasis sains untuk menghadirkan produk bebas asap bagi konsumen dewasa, melakukan penjualan dan pemasaran yang bertanggung jawab, serta melakukan pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sementara, pada aspek tata kelola, Sampoerna menerapkan standar tata kelola yang bertanggung jawab dan berintegritas.
Komitmen untuk konsumen dan mitra usaha
Sampoerna memiliki sejumlah inisiatif utama untuk keberlanjutan di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”.
Pertama, Sampoerna berpegang teguh pada komitmen untuk hanya menjual produk kepada konsumen dewasa melalui program "Youth Access Prevention" (YAP). Program ini berfokus memberikan edukasi kepada seluruh mitra retail dan titik-titik penjualan Sampoerna mengenai larangan penjualan kepada konsumen di bawah usia 18 tahun dan bukan pengguna nikotin.
“Saat ini, program YAP telah mencakup 1,5 juta mitra retail dari seluruh titik penjualan kami,” tutur Ivan.
Kedua, dalam kemitraan dengan petani tembakau dan cengkih, Sampoerna telah menerapkan sistem produksi terpadu yang selaras dengan Good Agricultural Practices (GAP) sejak 2009.
Sampoerna telah bermitra dengan lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkih untuk memastikan tidak ada pekerja anak yang terlibat, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, serta perlakuan kerja yang adil dan aman.
Ketiga, dukungan terhadap pelaku UMKM yang diwujudkan melalui dua program unggulan, Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).
SRC merupakan salah satu jejaring UMKM terluas yang mencakup lebih dari 250.000 toko SRC yang saling terhubung melalui sekitar 8.000 paguyuban. Terdapat pula sekitar 6.000 pedagang grosir yang dikenal sebagai Mitra SRC yang tersebar di seluruh pelosok kabupaten di Indonesia.
“Omzet toko SRC mencapai Rp 236 triliun atau setara dengan 11,36 persen dari total produk domestik bruto (PDB) retail nasional Indonesia pada 2022. Dengan capaian ini, SRC mampu memberikan dampak positif terhadap bisnis dan komunitas lokal,” ungkap Ivan.
Sementara itu, SETC merupakan program pelatihan kewirausahaan yang diresmikan pada 2007. Program ini telah memberikan pendampingan komprehensif dan pengembangan kapasitas UMKM serta melatih lebih dari 72.000 peserta.
“Selain melalui komitmen investasi, inovasi, dan hilirisasi usaha, komitmen Sampoerna terhadap pengembangan SDM nasional yang unggul adalah bentuk nyata kontribusi kami dalam penciptaan nilai tambah ekonomi dan sosial yang berkelanjutan untuk Indonesia,” ujar Ivan.
Keempat, investasi pada fasilitas produksi produk bebas asap. Hingga akhir 2023, Sampoerna telah berinvestasi sebesar 300 juta dollar AS untuk produk bebas asap.
Pada tahun yang sama, Sampoerna meresmikan fasilitas pabrik bebas asap pertama di kawasan Asia Tenggara yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Sampoerna juga melakukan pelepasan ekspor perdana untuk produk bebas asap ke negara-negara di Asia Pasifik.
“Pada kuartal III 2023, kami mulai mengoperasikan laboratorium riset dan pengembangan produk untuk produk inovatif tembakau bebas asap. Laboratorium ini melakukan pengujian dan analisis produk yang melibatkan lebih dari 200 ilmuwan bertalenta Indonesia,” kata Ivan.
Upaya itu, imbuhnya, sejalan dengan komitmen pihaknya untuk menyerap tenaga kerja berketerampilan tinggi, khususnya dalam mendukung transformasi industri tembakau nasional.
Seluruh inisiatif tersebut dilakukan untuk mendukung keberlanjutan industri hasil tembakau yang legal di Indonesia.
Ivan mengatakan, Sampoerna percaya bahwa keselarasan dengan agenda pemerintah sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, seperti optimalisasi penerimaan negara dan cukai, keberlanjutan para pelaku industri tembakau legal, termasuk di dalamnya perlindungan tenaga kerja dan dukungan terhadap inovasi dalam industri tembakau.
Sebagai perusahaan yang telah berdiri selama 111 tahun, kata Ivan, Sampoerna merupakan perusahaan dengan fundamental kuat untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.
“Kami terus mempertahankan posisi kepemimpinan di industri tembakau melalui portofolio multi-kategori yang kuat di seluruh segmen serta inovasi yang terus berkelanjutan. Kami juga perusahaan dengan jangkauan pasar yang luas serta jejak operasional yang sangat substansial sehingga bisa terus berkembang,” ungkapnya.
Seluruh hal tersebut diintegrasikan dengan komitmen jangka panjang perseroan sesuai Falsafah “Tiga Tangan” di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”.
“Kami percaya bahwa kami terus mampu menjadi pemimpin di industri hasil tembakau dan tetap hadir dan akan selalu berkontribusi terhadap kemajuan negara Indonesia untuk lebih dari 111 tahun lagi,” kata Ivan.