Netanyahu Larang 150 Anak Palestina Berobat ke UAE
PM Israel Israel Benjamin Netanyahu mengambil keputusan pelarangan sekitar 150 anak Palestina yang sakit dan terluka untuk berobat ke UEA. - Halaman all
(InvestorID) 30/07/24 15:36 12660073
TEL AVIV, investor.id – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengambil keputusan pelarangan sekitar 150 anak Palestina yang sakit dan terluka untuk berobat ke Uni Emirat Arab (UEA). Ini dikarenakan agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini masih terjadi, mengutip laporan media Israel.
Anak-anak ini dilarang bertolak ke UEA, setelah sempat dijadwalkan berangkat pada Senin (29/7/2024) lewat Pangkalan Udara Ramon di wilayah Naqab.
Organisasi Physicians for Human Rights telah mengindikasikan Israel sebelumnya sudah menunda atau tidak menjalankan kewajiban semacam itu pada beberapa pengalaman sebelumnya.
Mengutip pernyataan sejumlah sumber, pesawat yang membawa 250 orang sakit dan terluka kemungkinan lepas landas dari Jalur Gaza ke UEA pekan ini. Sedangkan sumber informasi di Gaza mengonfirmasi mereka yang membutuhkan pengobatan sedikitnya berjumlah 100 kali lipat dari angka tersebut.
Kini, tercatat sebanyak 25.000 pasien perlu dipindahkan dan diharuskan berobat ke luar negeri. Dari catatan tersebut diketahui jumlah orang sakit dan terluka yang telah meninggalkan Jalur Gaza sejak awal agresi hanya mencapai 5.000 orang.
Physicians for Human Rights dan organisasi hak asasi manusia (HAM) lainnya telah mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Israel pada Juni 2024. Mereka menuntut agar pasien dan korban luka yang kondisinya mengancam jiwa diizinkan meninggalkan Jalur Gaza untuk menerima pengobatan yang dibutuhkan, kata laporan kantor berita Palestina WAFA.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #gaza #israel #konflik-israel-hamas #anak-palestina #uea #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/international/368577/netanyahu-larang-150-anak-palestina-berobat-ke-uae