Orangtua, Ini 6 Tips Memenuhi 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak
Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk memenuhi 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Berikut tipsnya.
(Kompas.com) 30/07/24 17:17 12668928
TANGERANG, KOMPAS.com – Peran orangtua sangat penting dalam memenuhi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Anak.
1.000 HPK Anak adalah periode emas yang dimulai sejak nol hari alias dari masa konsepsi sampai anak berusia dua tahun.
Sepanjang periode ini, pertumbuhan anak sedang berjalan dengan pesat sehingga ia memerlukan asupan gizi yang sesuai.
Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sepanjang periode itu, termasuk pemenuhan nutrisi anak dan kebutuhan akan stimulasi. Tentunya, dua hal ini penting jika ayah dan ibu menginginkan anak yang tumbuh dengan sehat dan cerdas.
Dokter spesialis anak dr. Siska Natalia Situmeang, M.Ked.(Ped.), Sp.A mengatakan, ada sejumlah tips dalam memenuhi 1.000 HPK Anak, yakni sebagai berikut, Selasa (30/7/2024).
1. Perhatikan kecukupan gizi anak
Hal pertama dan yang paling penting dalam memenuhi 1.000 HPK Anak adalah memerhatikan kecukupan gizi si kecil. Ini bisa dimulai dari ayah dan ibu menyadari betapa pentingnya periode itu.
“Orangtua harus perhatikan kecukupan gizi, mulai dari awal perkembangan anak, usia nol bulan dalam kehamilan, sampai dilahirkan,” terang Siska di Gramedia World BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu.
2. Rutin kontrol
Kontrol perlu dilakukan saat ibu sedang hamil untuk mengetahui perkembangan janin, termasuk organ-organ dalam janin melalui USG Fetomaternal.
Siska mengatakan, kontrol tidak hanya dilakukan pada trimester terakhir atau ketiga, tetapi juga sepanjang trimester pertama dan kedua.
Kontrol kehamilan bisa dilakukan secara gratis di puskesmas setempat menggunakan BPJS, klinik, rumah sakit, atau praktik mandiri dokter kandungan (SpOG).
3. Jangan lupakan stimulasi
“Jangan lupa, saat dalam kandungan, bapak-bapak dan ibu-ibu kasih stimulasi ke bayinya,” ucap Siska.
Sebab, stimulasi dapat secara tidak langsung membantu perkembangan otak janin. Bentuk stimulasi yang bisa dilakukan berupa mengajak janin mengobrol, mendengarkan musik-musik lembut, atau membacakan buku anak.
4. Berikan ASI
Ketika sudah lahir, bayi hanya boleh diberikan ASI alias ASI eksklusif sampai berusia enam bulan. Sebab, seluruh nutrisi yang diperlukan bayi terkandung dalam ASI.
Pada usia 6-23 bulan, ASI masih diberikan. Namun, karena kebutuhan akan nutrisi sudah lebih banyak, orangtua bisa membantu asupannya dengan makanan pendamping ASI atau MPASI.
5. Jangan beri makan sembarangan
Saat memberikan MPASI, pastikan seluruh jenis makanan memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan bayi.
“Perhatikan jenis makanan, jangan sembarangan beri makanan ke bayi, terutama yang mengandung banyak zat pengawet. Harus dihindari karena zat pengawet ada yang tidak bagus untuk perkembangan anak,” tegas Siska.
6. Selalu pantau tumbuh kembang anak
Terakhir, ayah dan ibu harus selalu memantau tumbuh kembang anak. Salah satunya adalah status gizi anak. Ini untuk mengetahui apakah mereka sepenuhnya sehat, atau ada masalah tertentu.
Memantau tumbuh kembang anak sangatlah mudah. Orangtua hanya perlu rajin ke Poli Tumbuh Kembang Anak di klinik, rumah sakit, puskesmas, atau posyandu.
“Selalu monitor dan mengevaluasi status gizi si kecil setiap bulannya,” pungkas Siska.
View this post on Instagram
#mpasi #1-000-hari-pertama-kehidupan #1-000-hari-pertama-kehidupan-anak