KKP Masih Gencarkan Program Gerakan Makan Ikan

KKP Masih Gencarkan Program Gerakan Makan Ikan

KKP membangun pasar ikan bersih dan sentra kuliner ikan sebagai upaya mendekatkan produk perikanan ke masyarakat. Halaman all

(Kompas.com) 30/07/24 20:31 12683591

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan upaya pemerintah untuk meningkatkan minat konsumsi ikan di tengah masyarakat, khususnya pada anak adalah dengan mendorong Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Budi Sulitiyo menjelaskan, program ini selain membagikan ikan dan olahannya secara gratis ke masyarakat, juga berisi edukasi cara menyimpan dan mengolah ikan menjadi beragam menu makanan lezat sesuai selera.

"Upaya itu dibarengi dengan penerapan sistem rantai dingin sehingga ikan-ikan yang sampai ke masyarakat kualitasnya terjaga dan harganya lebih stabil," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (30/7/2024).

SHUTTERSTOCK/MDV EDWARDS Ilustrasi ikan bandeng.

Langkah lainnya, KKP membangun pasar ikan bersih dan sentra kuliner ikan sebagai upaya mendekatkan produk perikanan ke masyarakat.

"Kini juga sudah ada hidrolisat protein ikan yang dapat dipadukan pada masakan sehingga masakan itu tetap mengandung protein ikan. Dan kami masih terus berinovasi menghadirkan program-program bagaimana menjadikan ikan ini sebagai menu sehari-hari masyarakat. Karena mengonsumsi ikan ini tidak hanya untuk kesehatan, tapi juga memberi kesejahteraan bagi nelayan kita," kata Budi.

Budi mengklaim beragam upaya itu pun membuahkan hasil.

Berdasarkan data rata-rata asupan protein nasional pada tahun 2023 sebesar 62,32 gram per kapita per hari, 14 persennya atau 9,25 gram per kapita per harinya berasal dari protein ikan.

Sementara itu ahli gizi Djoko Maryono, mengungkapkan, kandungan gizi ikan ternyata punya manfaat untuk mencegah stunting dan penyakit degeneratif bagi masa depan anak.

Freepik/ jcomp Kurang Gizi Jadi Penyebab Prevalensi Stunting Sulit Turun
Untuk itu perlu perubahan perilaku konsumsi masyarakat agar mengonsumsi sumber makanan yang beragam dan kaya akan kandungan gizi dan nutrisi yang berkualitas.

“Nutrisi yang terpenting untuk pertumbuhan anak pada usia golden age yaitu protein terutama yang di dalamnya terdapat 3 asam amino essential yaitu omega 3, omega 6 dan omega 9. Ikan salah satu bahan pangan yang terdapat asam amino essential,” katanya.

Djoko menjelaskan, kandungan gizi tersebut juga bermanfaat untuk mengoptimalkan pertumbuhan serta kesehatan otak anak.

Berdasarkan data yang dimilikinya, IQ rata-rata di Indonesia masih rendah, yaitu hanya 98 dibanding Singapura 105, Korea 110, dan Jepang 110.

“Melalui perbaikan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman, baik jenis pangan sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang menjadikan kualitas gizi lebih,” katanya.

Penelitian juga membuktikan perlunya mengonsumsi ikan minimal empat kali dalam seminggu. Ikan merupakan sumber protein hewani yang dapat melengkapi protein hewani yang lainnya.

Untuk itu jika ingin anak mengkonsumsi kandungan gizi yang lengkap untuk pertumbuhan maka dianjurkan mengonsumsi ikan.

#kkp #ikan #konsumsi-ikan #kandungan-gizi-ikan

https://money.kompas.com/read/2024/07/30/203100626/kkp-masih-gencarkan-program-gerakan-makan-ikan