Arah Dekarbonisasi Merdeka Copper Gold Menuju NZE
Arah Merdeka Copper dalam melakukan dekarbonisasi, sejalan dengan rencana besar pemerintah Indonesia menuju net zero emission pada 2060. - Halaman all
(InvestorID) 31/07/24 12:35 12737748
JAKARTA, investor.id – Arah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dalam melakukan dekarbonisasi, sejalan dengan rencana besar pemerintah Indonesia menuju emisi nol bersih (net zero emission/NZE) pada 2060. Indikasi ini tampak dari inisiatif MDKA dalam mengonversi pemanfaatan energi konvensional ke energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.
Berbagai aksi lingkungan dalam mendukung upaya dekarbonisasi terus dilakukan Grup Merdeka secara berkelanjutan. Di antaranya, dengan menjalankan serangakaian alih energi dari penggunaan batu bara ke Modul Surya dalam proses operasi dan produksi MDKA, khususnya di Tambang Tembaga Wetar yang dikelola PT BKP-BTR sebagai anak perusahaan. Selain itu, merujuk pada regulasi Kementerian ESDM, seluruh operasi MDKA Merdeka telah menggunakan bahan bakar biodesel B35, campuran biofuel 35%, sebagai sumber energi untuk kendaraan operasional dan alat berat.
Selain menghasilkan efisiensi dari sisi biaya (cost), inisiatif Grup Merdeka dalam transisi tersebut juga berdampak positif kepada energi dan lingkungan. Pasalnya, konsumsi batu bara sebagai bahan bakar penghasil listrik akan terminimalisir. Terlebih lagi, MDKA mempunyai target efisiensi biaya untuk terus mempertahankan margin agar lebih terjaga, memberikan nilai tambah, dan meningkatkan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Jenis EBT lain yang juga mulai menarik perhatian Grup Merdeka di luar tenaga surya adalah air (hydro power) dan angin yang saat ini berada dalam proses studi kelayakan. Kategori energi berbasis EBT tersebut kini terus perseroan kaji untuk selanjutnya diujicobakan dalam setiap operasi MDKA. Pada titik inilah, upaya MDKA dalam dekarbonisasi sinkron dan saling berjalan beriringan dengan rencana besar pemerintah Indonesia untuk mewujudkan target emisi nol bersih pada 2060.
Dalam dokumen peta jalan (roadmap) menuju NZE pada sektor energi disebutkan, efisiensi energi, sumber daya terbarukan pada sektor listrik, dan elektrifikasi transporasi harus mulai dieksekusi. Sebab, eksekusi terhadap ketiga tuas tersebut menjadi kunci untuk menekan emisi sebanyak 80% dari sektor energi yang dibutuhkan Indonesia. Dengan cara begitu, milestone Indonesia menuju emisi nol bersih pun tetap berada di jalur yang tepat.
Direktur PT Bumi Suksesindo (PT BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mengelola operasi tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi Jawa Timur, Cahyono Seto mengungkapkan, MDKA telah mengubah sumber energi beberapa area tambangnya dari semula menggunakan batu bara menjadi EBT.
“inisiasi penggunaan Hydo power dan angin itu yang akan kami lakukan ke depan. Lima tahun ke depan ini, kami akan mengubah itu secara bertahap, saat ini kami tengah melakukan studi kelayakan. Bahkan, PT BSI sudah 100% memanfaatkan EBT,” ucap Seto kepada Investor Daily, Kamis (25/7/2024).
Asal tahu saja, selain PT BSI, emiten bersandi saham MDKA ini juga mengelola tiga portofolio proyek besar lainnya yaitu Proyek Emas Pani, Tambang Tembaga Wetar, dan tambang serta pabrik-pabrik peleburan nikel yang di bawah pengelolaan anak usaha, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Artinya, dalam roadmap lima tahun ke depan, MDKA akan melakukan transformasi besar-besaran terutama dalam hal pemanfaatan EBT sebagai sumber energi di proyek-proyek tambang yang dimiliki. Ini sudah perseroan buktikan pada utilisasi EBT yang mencapai 100% di PT BSI.
Peringkat ESG
Komitmen Grup Merdeka pada dekarbonisasi memang tak perlu diragukan lagi. Meraih skor environmental social and governance (ESG) dengan peringkat A pada November 2023, menjadi bukti sahih bahwa MDKA merupakan perseroan yang comply sekaligus concern terutama terhadap isu-isu lingkungan. Bahkan, naiknya peringkat MDKA dari semula BBB menjadi A yang diterbitkan lembaga investasi global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), telah menempatkan MDKA sebagai satu-satunya perusahaan tambang Indonesia dalam kategori MSCI Diversified Metals and Mining yang mendapatkan peringkat A.
Menurut Seto, dengan peringkat A yang didapat MDKA tersebut, perseroan mengantongi sejumlah manfaat salah satunya menyangkut pendanaan yang menjadi lebih mudah.
“Karena pendanaan bagi pemain tambang itu sangat krusial di bank-bank, mereka sangat concern dengan ESG. Kalau kami mendapat peringkat A berarti kami sudah lolos dalam kelompok sebagai perusahaan yang sudah menjalankan ESG dengan benar,” tutur dia.
MDKA Lakukan Aksi Konservasi Lingkungan
Demikian krusialnya isu lingkungan bagi MDKA sebagai pemain tambang, sehingga Grup Merdeka berkomitmen penuh untuk membuktikannya lewat aksi-aksi nyata. Salah satunya yang berjalan konsisten selama dua tahun terakhir adalah menanam mangrove.
“Tahun lalu, kami sudah menanam sebanyak 2.000 mangrove di sekitar empat site kami dan tahun ini 2.000 juga mulai dari Banyuwangi, Wetar mungkin sekitar 1.000, dan di Jakarta,” ungkap Seto.
Keputusan MDKA memilih tanaman mangrove dalam upaya dekarbonisasi juga bukan tanpa alasan. Mangrove dipandang sebagai jenis tanaman pesisir yang mampu menyerap karbon 4 kali lipat lebih besar dibandingkan tanaman yang lain.
Alasan lain yang melatarbelakangi MDKA menanam tanaman mangrove, lanjut Seto, karena kepedulian perseroan terhadap lingkungan, perubahan iklim global yang makin hari dampaknya makin dirasakan semua negara termasuk Indonesia.
“Jadi, kita wajib hukumnya untuk menanam mangrove. Hal ini sekaligus menjadi komitmen MDKA bahwa kita harus mencanangkan penanaman ini setiap tahun,” tegasnya.
Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #merdeka-copper #mdka #net-zero-emission-2060 #dekarbonisasi #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/368682/arah-dekarbonisasi-merdeka-copper-gold-menuju-nze